Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 74 Dia Istri ku


__ADS_3

Angga dan Bowo juga merasakan kengerian di hati mereka tanpa Angga sadari keringat dingin keluar dari tubuh nya ia menelan ludah dengan kasar takut kalau ia melakukan kesalahan maka nasibnya akan sama seperti ketiga orang itu


" Itu adalah hukum dari ku,, jika ada dari kalian semua yang mencoba untuk menyakiti orang orang yang aku sayangi atau pun berkhianat


maka aku tidak akan mengampuni kalian semua termasuk kamu Angga !!,,,"


Ucap Rey tegas


"Bowo kirim mereka bertiga kantor polisi,, dan berikan bukti - bukti itu kepada pihak kepolisian!!"


"Baik tuan muda "


Sahut Bowo


setelah memberikan perintah Rey pergi meninggalkan tempat itu di ikuti Angga yang berjalan dari belakang nya


Angga masih shock melihat kekejaman Rey,, baru kali ini ia menyaksikan sendiri bagaimana Rey menghukum orang - orang yang mencoba mengusik ketenangan keluarga nya ia hanya diam tak berani bertanya atau pun bersuara


hingga Rey berkata


"Angga sebaiknya kamu pulang Sekarang,,, dan besok kamu bawa polisi ke kantor tepat pukul 10 aku akan menghukum wanita iblis itu sebelum melemparnya ke dalam jeruji besi "


Ucap Rey datar


"I... iya Rey,, aku sudah tidak sabar melihat wanita licik itu mendapat hukuman dari mu "


Ucap Angga ia sedikit takut melihat Rey yang masih menyimpan amarah nya


Angga melajukan mobilnya menuju rumah sakit atas permintaan Rey setelah sampai di rumah sakit,, Angga kembali melanjutkan mobilnya menuju rumah nya ia ingin segera beristirahat cukup untuk hari ini ia melihat hal hal yang belum pernah ia lihat sebelumnya


sedangkan Rey masuk ke dalam ruangan tempat nenek nya dirawat melihat keadaan nenek nya dan bertanya


"Bik,, bagaimana keadaannya nenek??"


" Menurut pemeriksaan dokter Nyonya besar sudah baik baik saja sekarang!! tuan tidak perlu khawatir,, Oya tuan bagaimana keadaannya nyonya Sofia apa dia baik baik saja?? "


Ucap bik Minah ia bertanya dengan sangat hati-hati takut membuat majikan itu marah


"Emm.... entahlah bik aku belum sempat menjenguknya tapi menurut keterangan dokter saat ini Sofia dalam keadaan koma dan kondisi nya sangat kritis,, aku khawatir kalau nenek bertanya tentang keadaan nya nanti,, aku mesti jawab apa??


hehhhhh...."


ucap Rey ia menghela nafas kasar sambil memejamkan mata ia merasa sangat lelah hari ini


hingga ia tertidur di sofa yang ada di ruangan itu


keesokan paginya setelah berpamitan dengan nenek nya dan menjenguk Sofia Rey bergegas pergi ke kantor nya ia sudah tidak sabar untuk menghukum wanita iblis itu


Sesampainya di kantor Rey langsung menuju ruangannya di tengah perjalanan ia menyuruh salah satu staf untuk memanggil Fani


"Yuda,, suruh Fani keruangan ku sekarang!!"


Ucap Rey datar


"Iya,, pak !!"

__ADS_1


sahut Yuda,, Yuda pun pergi untuk memanggil Fani dan menyuruh nya untuk segera keruangan bos mereka


"Tok ...tok...tok..." Yuda mengetuk pintu


"Masuk!!". Yuda pun masuk


"Permisi Bu Fani, pak Rey menyuruh anda untuk segera keruangan nya"


ucap Yuda setelah menyampaikan pesan dari bos nya Yuda pun permisi pergi meninggalkan ruangan Fani


tanpa pikir panjang Fani langsung menuju ruangan Rey,, setelah mengetuk pintu Fani langsung masuk kedalam ruangan Rey


"permisi pak bos,, pak bos memanggil saya??"


ucap Fani dengan suara dibuat manja ia belum tau maksud Rey memanggil nya


"Apa pak bos butuh sesuatu??"


ucap Fani lagi ia menghampiri Rey yang masih duduk di kursi nya sambil membaca beberapa berkas yang ada di mejanya


melihat Fani yang mendekat Rey langsung berdiri dari duduknya ia merasa jijik dengan kelakuan Fani


saat Fani sudah dekat


"Plaakk....!"


sebuah tamparan keras melayang di pipi putih nya


" Aaaaaww...!!Loh pak,, kenapa bapak memukul saya!! apa salahnya saya??"


ucap Fani yang kaget karena tiba-tiba mendapat tamparan cukup keras


ucap Rey marah


"Te...tentu saja saya bertanya saya tidak tau letak kesalahan saya "


ucap Fani sedikit heran ia belum tau kalau Rey sudah mengetahui semua kebusukkannya


"Plaakk....! " satu tamparan lagi mendarat di pipi nya kali ini lebih keras, Rey melemparkan berkas dan dokumen kehadapan Fani


"Apa kau bisa menjelaskan itu "


ucap Rey datar


"I... ini .... ini bukan saya,, saya tidak melakukan nya,, pasti ada orang yang mencoba untuk memfitnah saya"


ucap Fani suara bergetar takut


"Plaakk...!! Kamu masih mengelak,, jelas jelas di situ ada tangan mu"


satu tamparan lagi mendarat di pipi Fani sudut bibir nya berdarah kaki ini


"Be...benar bos sa...saya tidak melakukan nya seseorang pasti sudah memalsukan tanda tangan saya!!"


ucap Fani dengan wajah memelas sambil menangis

__ADS_1


"Oh.,. jadi kamu difitnah dan seseorang telah memalsukan tanda tangan mu dan orang itu ingin menjatuhkan mu begitu!!!"


ucap Rey datar


"Benar,, bos i.. itu ma.. maksud saya "


....


" Mudah mudahan dia percaya,,, ternyata bos ku ini b**** mau aja gue boongin huhhh..... nggak papa deh dapat tampar yang penting aku selama dari tuduhan ini ha ha.ha.."


Fani tertawa dalam hati ia merasa telah berhasil membohongi Rey


"Emm,, baiklah kalau begitu tapi... bagaimana dengan ini.... "


Ucap Rey datar sambil menunjukkan rekaman video pengakuan preman preman suruhan Fani


"Ini....! dan ini....!! Apa mereka juga memfitnah mu ,, dan satu lagi rekaman ini di ambil oleh Angga pada saat kita berada di restoran di kota C Apa Angga juga memfitnah mu dan merekayasa semua video itu, "


ucap Rey datar ia sekuat tenaga menahan amarahnya


Fani terdiam membisu tak bisa berkata apa-apa lidah nya terasa kelu melihat semua video yang ada di laptop Rey


"I .. itu....i...itu...a ..anu ...."


"Itu... itu apa heh CEPAT JAWAB !!!"


Ucap Rey datar tangan mencengkram rahang bawah dagu Fani dengan kuat lalu menghempaskan nya dengan kasar,,


"Dasar wanita iblis,, Apa kau pikir aku bodoh sehingga aku tidak mengetahui kebenarannya!!"


"I... itu.... itu.... maaf kan aku,, aku salah tapi..tapi aku melakukan semua itu karena aku suka dan cinta sama kamu Rey sejak dulu sampai sekarang aku tu suka sama kamu,,, aku mohon maaf aku !!"


Ucap Fani menangis sambil berjongkok


memegang kaki Rey ia memohon dengan berpura-pura menangis


"Aku marah,, benci,, saat melihat kamu datang dan pulang dari kantor bersama Sofia!!


bahkan kalian tinggal di apartemen yang sama, i... itu.. itu,, membuat ku tambah membenci Sofia


dan sekarang aku sudah berhasil menyingkirkan duri dari jalan ku


Rey aku mohon maaf kan aku,, aku sungguh sungguh sangat mencintaimu!!"


ucap Fani lagi ia masih menampilkan wajah sendu dan tidak merasa bersalah sama sekali


"Apa,, cinta kata mu cinta macam apa yang kau maksud,, kalau kamu mencintai ku kamu tidak akan merugikan perusahaan ku dan membakar properti,, satu lagi nenekku celaka gara gara ulah mu itu dan lebih parahnya lagi kau membuat ISTRI ku dalam keadaan kritis sampai sampai ia koma di rumah sakit !!"


Ucap Rey datar menekan kata istri sambil


menahan amarahnya


hati Fani bagai di sambar petir mendengar Rey menyebut kata istri


"I... istri a.. apa ma... maksudmu ??"

__ADS_1


"Ya... istri ku asal kamu tahu Sofia itu adalah ISTRI ku ~~~


Bersambung


__ADS_2