Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 95 Mencari


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari Sujo dan dibenarkan oleh Nengsih,, Rey menjadi sangat bersalah


ia hanya terdiam tanpa mengucapkan apa - apa


Nek Vida menghela nafas berat dan memandang ke arah Rey yang terdiam kemudian berucap


"Jo,, Nengsih,, nenek mau minta tolong kepada kalian berdua lagi,, tolong bantu nenek mencari keberadaan Sofia ya.... "


ucap nek Vida dengan wajah sedih


"Tentu saja kami akan membantu mencari neng Sofia,, bu Vidia tidak usah khawatir !! kalau begitu kami permisi,, kami akan langsung mencari Sofia"


ucap Nengsih


"Sekali lagi terimakasih,, maaf kembali merepotkan kalian "


"Iya nggak papa bu ...kami jalan dulu permisi "


"Iya hati - hati sekali lagi terimakasih !!"


"Iya.... jangan sungkan untuk meminta bantuan kami"


ucap Sujo dan Nengsih kemudian pergi meninggalkan fila, untuk mencari Sofia


mumpung hari Belum gelap


Nek Vida juga menyuruh Anton dan Toni mencari Sofia


"Rey ikut nenek sekarang !!"


ucap Nek Vida lalu berjalan menuju kamarnya


Rey tidak berkata apa-apa tapi ia tetep berjalan mengikuti langkah nenek nya dari belakang


di dalam kamar dengan posisi membelakangi Rey Nek Vida berkata


"Rey kamu membuat Nenek sangat kecewa,,


nenek tidak percaya kamu tega mengusir Sofia


hanya melihat hal-hal seperti itu,,


Nenek mempercayakan Sofia kepada mu tapi..... apa yang kau lakukan ini,, kau membuat Nenek mu ini kecewa


sebenarnya apa sih yang ada di pikirannya mu itu ? kau berani berbuat kasar padanya bahkan kau memukulnya, kau tidak menepati janji mu pada nenek "


ucap Nek Vida marah kemudian duduk di tepi ranjangnya sambil menyeka air matanya yang jatuh tanpa disuruh


Rey diam dan berlutut dihadapan nenek nya,, ia tak berani menatap wajah nenek nya


"Rey,, Rey minta maaf telah membuat nenek kecewa,, Rey khilaf,, Rey tidak bisa mengendalikan amarah Rey saat ini,, tolong maafkan Rey,, "


ucap nya lirih masih berlutut dan menunduk di depan nenek nya


"Seharusnya ucapan Maaf itu kau ucapkan pada Sofia bukan pada ku "


ucap nek Vida dingin

__ADS_1


""Sekarang Pergiiiii...... cari Sofia sampai ketemu,, jangan tunjukkan wajah mu kepada ku sebelum kau menemukan Sofia "


ucap nek Vida lagi


"Iya nek aku akan mencari nya !! dan tolong maafkan Rey,, Rey telah membuat nenek kecewa dan tidak menepati janji Rey "


ucap Rey kemudian keluar dari kamar itu dan langsung pergi untuk mencari Sofia


waktu terus berlalu dan hari sudah gelap namun Sofia belum juga ditemukan Sujo dan Anton telah meminta bantuan kepada penduduk setempat


Sujo,, Anton,, dan beberapa warga lainnya berkumpul di fila untuk membahas tentang pencarian Sofia selanjutnya karena hari sudah malam Nengsih sendiri tidak ikut mencari ia memilih menemani nek Vida saja


pencarian itu melibatkan warga setempat dan kepala desa juga,, mereka sudah menelusuri desa namun belum menemukan Sofia kini mereka berunding dan membuat tim untuk mencari Sofia di hutan dan di perkebunan milik nek Vida karena hanya dua tempat itu yang belum mereka jelajahi


mereka memutuskan membagi tim dan berpencar tim 1 dan tim 2 mencari diarea perkabungan dan dipimpin oleh Sujo,, Toni dan kepala desa sendiri sedangkan tim 3 dan 4 mencari di hutan dipimpin oleh Rey dan Anton


malam semakin larut Suara teriakkan memanggil manggil nama Sofia menggema di hutan itu


sama halnya yang dilakukan oleh tim 1dan 2


Sedangkan di tempat Sofia ia sudah tersadar dari pingsan nya ia melihat sekelilingnya dan itu sudah gelap


ia hanya meringis menahan rasa nyeri di kaki dan perih di punggung tangan ia mencoba untuk bangkit dari duduknya namun ia tak sanggup alhasil ia hanya bisa pasrah


"hufff....!! ini semua gara - gara pria be*****k itu ,, semoga tidak ada binatang buas di hutan ini "


gumam nya


Sofia terus mengumpat tak jelas sampai ia mendengar sesuatu hal yang membuatnya takut dan tubuhnya menegang ia mengedarkan pandangan kesana-kemari,, karena gelap jadi tidak banyak yang bisa di lihat nya


semakin lama suara itu semakin mendekat Sofia mulai panik ia takut kalau itu serigala hutan atau binatang berbahaya lainnya


ia mencoba untuk kembali berdiri dan berencana mencari tempat yang lebih aman menurut nya


dengan susah payah,, akhirnya ia mulai bisa berdiri dengan perlahan ia menyeret kakinya yang sakit dan mulai melangkah hendak meninggalkan tempat itu


baru beberapa langkah berjalan tiba-tiba ia hilang ke seimbang, karena gelap ia tidak tahu apa yang berada di depan nya ia terjatuh dan tubuhnya sedikit menggelinding kebawah tidak sampai di situ ia juga merasa kalau kakinya tertusuk sesuatu


"Aaakghh.......!!" teriak nya kesakitan karena merasakan kaki nya yang sudah sakit bertambah sakit akibat tertusuk sesuatu entah apa yang menusuk kaki nya itu ia tidak bisa melihat karena gelap


" Aduhh .... sakit....!!! Aakghhh.....sial .."


ucap nya sambil meringis kesakitan


tiba - tiba ia merasakan kepalanya mulai pusing dan kesadaran mulai hilang, namun sekuat tenaga ia berusaha mempertahankan kesadarannya nafasnya mulai terasa sesak tubuh nya semakin lemah


"Tuhan aku tidak mau mati disini,, tolong kirim seseorang untuk menyelamatkan ku dan menemukan ku tuhan....!! aku masih ingin hidup dan menemukan keluarga ku...!!"


doa' nya dalam hati


"Bagaimana mana ini pak?,, kita sudah menelusuri semua area perkebunan ini namun tidak ada tanda-tanda cucunya bu Vidia ,, hari juga semakin larut !!"


ucap warga 1 yang membantu mencari Sofia


"Iya,, jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari,, apa sebaiknya kita pulang dulu? dan beristirahat sebentar kemudian nanti kita lanjutkan lagi !"


sahut warga 2

__ADS_1


"Baiklah,, kita pulang dan beristirahat sebentar "


Ucap Toni yang berada di tim 1dan 2


tim satu dan dua ini mencari diarea perkebunan


setelah melakukan perundingan mereka pulang menuju fila untuk berkumpul


"Oya ya bagaimana dengan tim tiga dan empat?,,


apa mereka masih mencari ?"


ucap Sujo yang juga ada di tim itu.


"Saya mendapat kabar mereka juga belum menemukan neng Sofia,, dan memutuskan untuk beristirahat juga sebelum lanjut mencari...


tapi..... den Rey masih mencari di temani pak Anton "


ucap Toni


"Ya,, iyalah Rey harus mencarinya....neng Sofia kan pergi gara gara dia,, hahh....laki-laki itu sangat cemburuan....!! tanpa berpikir dan mendengar penjelasan istri sendiri,, ehh malah main usir orang aja !! "


ucap Sujo dengan kesal


sedangkan Rey terus mencari di temani mang Anton


"Anton,, kau boleh pulang dan beristirahat seperti yang lain aku akan mencarinya sendiri,, kau pasti lelah pulang dan beristirahat lah "


ucap Rey


"Tidak den saya akan menemani Anda mencari neng Sofia sampai ketemu !! saya belum lelah


ucap Anton


"Ya sudah kita cari disebelah sana...!!


"Sofia...... Sofia......!!"


teriak Rey sambil berjalan mereka menelusuri hutan menggunakan penerangan senter yang cukup terang hingga terlihat jelas tamanan yang cukup rimbun,, mereka terus berjalan hingga berhenti di sebuah pohon yang lumayan besar


"Den Rey kita istirahat sebentar disini ya.....?,,"


"Iya To... " ucap Rey tanpa menoleh ia terus menyoroti sekitar tempat itu mengunakan senter yang dipegangnya


Anton pun duduk di bawah pohon itu sambil mengatur nafas nya


"Huh ....huh....!! ha,, darah....!! ada darah.....!!"


gumam Anton pelan meski pelan Rey dapat mendengar nya


"Apa.... To... darah...?" Ucap Rey menghampiri Anton yang sudah duduk Rey pun berjongkok


dan memperhatikan rumput yang ada di depan nya itu


"Benar....!! ini darah ,, tapi kenapa ada darah disini ?? apa...... jangan - jangan.......,


bersambung

__ADS_1


__ADS_2