Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 59 mengikuti Sofia


__ADS_3

Sebelumnya ~~


"Ya sudah, aku pulang kamu hati hati nanti pulangnya ya... selamat tinggal dahhh..."


Ucap Sukma


"Iya kamu juga hati hati di jalan"


Ucap Sofia


kemudian Sukma meninggalkan Sofia yang masih menyelesaikan pekerjaan nya**


15 menit setelah kepergian Sukma Sofia telah menyelesaikan pekerjaan nya kini ia bersiap untuk pulang, Sofia kali ini harus pulang sendiri karena Rey telah memberitahukan nya bahwa ia tidak bisa pulang bersamanya, dan akan pulang terlambat karena masih ada rapat


Saat keluar dari pintu kantor Sofia bertemu dengan Fani yang juga ingin pulang belum sempat Sofia menyapa Fani sudah membuang muka dari nya lalu berjalan cepat meninggalkan Sofia,


karena pulang sendiri Sofia langsung berjalan menuju jalan raya, tepat berada di pinggir jalan sebuah mobil mewah berhenti di depan Sofia, setelah berhenti keluar lah seorang pria paruh baya dan menyapa


"Nona Sofia maaf mamang terlambat"


Ucap mang Toni sambil membukakan pintu mobil


"Silahkan Non !"


Ucap mang Toni lagi


"Tidak apa-apa mang, mamang tidak terlambat,,,


terimakasih telah menjemput "


Ucap Sofia kemudian masuk ke dalam mobil setelah menutup pintu mobil,, mang Toni bergegas masuk dan melajukan mobilnya menuju apartemen,


Fani yang berbeda dalam mobil nya melihat Sofia di jemput seseorang menjadi penasaran,


ia memicingkan matanya saat melihat mobil yang menjemput Sofia


"Seperti nya aku pernah melihat mobil itu, tapi.... di mana ya...! " gumam nya sambil mengingat ingat


"Ah...! i .. itu kan salah satu mobil nya Pak Rey dan laki laki tadi juga sopir nya,,


kenapa pak Rey bela belain menyuruh sopir nya menjemput Sofia?,, siapa Sofia sebenarnya dan ada hubungan apa dia dan pak Rey?,,, wah wah ini tidak di biar kan , aku harus mengikuti mereka agar aku tau dimana Sofia tinggal,


Awas saja nanti kalau kamu ada hubungan dengan pak Rey, pak Rey itu milik ku,, sampai kapan pun aku harus mendapatkan nya "

__ADS_1


Ucap Fani kesal ia memukul stir mobil nya dengan keras, kemudian menyalakan mesin dan mengikuti mobil yang Sofia tumpangi ia tidak ingin kehilangan jejak,,,


Didalam mobil Sofia bertanya


"Mang kenapa menjemput ku, padahal aku bisa pulang sendiri,"


Ucap Sofia


"Iya Non , tuan muda Rey yang menyuruh mamang untuk menjemput nona, kata nya beliau masih ada rapat penting di luar,,, jadi beliau menyuruh saya untuk menjemput nona "


Ucap mang Toni,


Sofia meminta mang Toni untuk mengantarnya ke apartemen saja,


setelah sampai Sofia pun turun dari mobil kemudian mengucapkan terimakasih, dan berjalan masuk, mang Toni juga langsung pergi dari sana menuju kediaman nek Vida sang majikan,,


Fani yang terus mengikuti Sofia dari tadi menghentikan mobilnya dan turun


"I.. ini kan apartemen nya pak Rey,, jadi p*****r itu juga berani mendatangi tempat tinggal calon suami ku,,, ini benar benar tidak bisa dibiarkan aku harus melakukan sesuatu "


gumam nya ia sangat terkejut melihat Sofia dengan santainya menuju apartemen Rey , marah dan kesal telah bercampur menjadi satu, tapi Fani terus mengikuti Sofia yang hendak masuk,,


Saat Sofia hendak membuka pintu apartemen tangan nya di tarik kasar oleh seseorang kemudian menghempaskan tangan nya hingga tubuhnya ikut berputar dan membentur dinding


Sofia tidak mampu menahan tubuhnya saat tangan nya di tarik dengan kuat


"Auuww....Aduhhh..." Ucap Sofia kesakitan


"Heh.. wanita sialan berani sekali kau datang kemari,,. Kauuuu.. ,,, sudah berapa kali ku peringatkan jangan coba-coba menggoda calon suami ku "


Ucap Fani sangat marah wajah sudah memerah menahan amarahnya melihat Sofia yang ingin masuk ke dalam,,,


"Haa...! calon suami,, memangnya siapa calon suami mu itu, dan kenapa kau melarang ku masuk ke tempat tinggal ku sendiri"


Ucap Sofia yang masih menahan sakit di punggung nya akibat benturkan dinding,,, dan senyum mengejek yang di perlihatkan nya


" Heh jangan berlagak tidak tau ya.. kalau Rey itu calon suami ku,, dan tadi apa kau bilang ini tempat tinggal mu ,, jangan mimpi kamu ini masih sore ,,, segeralah bangun, ini tuh tempat tinggal Rey calon suami ku pahammm..!"


Ucap Fani meninggikan sedikit suaranya disertai


senyum bangga


"Auah males ngomong sama orang sinting, minggir aku mau masuk!"

__ADS_1


Ucap Sofia sedikit mendorong tubuh Fani agar tak menghalangi pintu masuk,, namun Fani dengan cepat kembali menarik tangan Sofia


"Apa... apa tadi sinting kata mu,, kamu tuh yang sudah sinting!"


Ucap Fani yang masih berusaha menahan Sofia agar tidak masuk


"Kamu ini memang sudah sinting,, suami orang, di bilang calon suami nya, Apa kamu nggak pernah ngaca ,,, minggir sana hus...hus !"


Ucap Sofia ia mengibas ngibas kan tangan untuk mengusir Fani,,, ia sudah sangat kesal dengan kelakuan Fani ia ingin segera masuk dan beristirahat


"Apa hubungan mu dengan Rey?,, kenapa kamu punya kunci untuk masuk ke apartemen nya?"


Ucap Fani masih berusaha mencegah Sofia masuk ia sedikit bingung kenapa Sofia punya kunci apartemen Rey


"Heh Fani sejak kapan kamu memanggil atasan mu dengan tidak sopan,, ingat ya pak Rey itu masih atasan mu bukan calon suami mu jadi panggil dia dengan sopan!!,, kalau kamu ingin tau hubungan ku dengan pak Rey, cari tau sendiri yang jelas nenek nya Pak Rey itu nenek ku juga,,, dan ya.. kalau kamu mau jadi istri nya pak Rey harusnya kamu bersikap baik terhadap ku bukan memusuhiku!"


Ucap Sofia mendorong Fani dan membuka pintu lalu segera masuk dan menutup nya kembali,, Fani yang di dorong pun langsung maju dan ingin ikut masuk namun sayang pintu keburu di tutup Sofia al hasil hidung nya yang mancung mencium daun pintu


"Aakhh... sakit.. ! Sofia buka pintunya aku belum selesai,, aku akan membuat perhitungan dengan mu,,, awas saja nanti kau, kau akan menyesal !",,


Ucap Fani sambil menggedor-gedor pintu dengan keras, namun tidak ada jawaban dari dalam


Fani sangat sangat marah ia menggeregetkan gigi, dan mengepalkan tangannya, lalu meninggalkan tempat itu dengan amarah yang menggebu-gebu kemudian ia masuk kembali ke dalam mobil nya yang terparkir di pinggir jalan


"Sial ....! sial...! Aku akan membalas mu,,, Sofia aku akan segera melenyapkan mu,,,


Aahhkk.....! Aahkk...! sial...sial ....!"


Teriak nya sambil memukul-mukul stir mobil nya yang tak bersalah, setelah puas melampiaskan amarahnya pada stir mobil yang tak tau apa apa itu ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"Halo kalian di mana? cepat temui aku di tempat biasa,,, ada pekerjaan untuk kalian,,!


Ucap nya dan langsung memutuskan panggilan tanpa menunggu jawaban dari orang yang di hubungi nya,,,


Di dalam kamar Sofia merasa lelah setelah berdebat dengan Fani,, ia langsung membersihkan diri, setelah selesai membersihkan diri ia berbaring di tempat tidur nya karena kelelahan ia pun tertidur padahal hari masih sore,,,


Di tempat lain di sebuah kafe ada tiga orang laki laki dan satu wanita sedang membahas sesuatu yang sangat serius,


"Ingat buat ini seperti sebuah kecelakaan jangan sampai meninggal kan jejak,,, aku tidak mau tau kalian harus berhasil !"


Ucap wanita itu


bersambung**

__ADS_1


__ADS_2