
Di rumah sakit setelah menunggu hampir 30 menit dokter keluar dari ruang UGD
" Dokter,, bagaimana mana keadaan nenek dan istri saya ??"
Ucap Rey tanpa sadar ia menyebut Sofia istrinya
baru kali ini ia menyebutkan kata istri untuk Sofia
"Syukur lah,, keadaan nenek anda baik baik saja sekarang,, para perawat sudah memindahkan nenek anda keruan rawat,, tapi..... untuk keadaan nyonya Sofia masih..... dalam keadaan sangat kritis,, dia mengalami luka bakar cukup parah di tangan sebelah kiri dan kaki dai juga terlalu banyak menghirup asap,, untuk saat ini nyonya Sofia harus dirawat secara intensif!!"p
Ucap dokter menjelaskan
"Apa saya boleh masuk dan melihat keadaan nenek dan istri saya dok??"
tanya Rey dengan cemas
"Oh tentu,, silahkan tapi.... untuk nyonya Sofia
anda belum bisa menjenguknya karena dia masih dalam penanganan Beberapa dokter lain!!!,,
kalau begitu saya permisi dulu "
Ucap dokter,, itu Rey hanya mengangguk dan berlalu menuju tempat di mana nenek dirawat
sebelumnya Rey sudah menghubungi bik Minah
untuk berjaga di rumah sakit serta meminta bik Minah untuk membawakan keperluan nenek nya dan Sofia selama di rawat
didalam kamar tempat Nek Vida dirawat Rey duduk di kursi samping tempat nek Vida terbaring ia mengusap lembut pucuk kepala neneknya dan menggenggam tangan nya sesekali mencium nya
"Nenek cepat bangun,,, jangan buat Rey cemas!! "
gumamnya pelan ia terus memandangi wajah nenek yang masih memejamkan mata
"Dreett...! dreett .....! dreett....! "
suara ponsel Rey bergetar ia merogoh saku celananya mengambil dan mendekatkan di telinga nya
"Ya halo,,, apa kalian sudah menemukan sesuatu??"
Ucap Rey di ponselnya
" Ya tuan, kami menemukan tiga orang yang memakai seragam karyawan pabrik sengaja membakar gudang,, salah satu di antara mereka memukul pundak non Sofia hingga pinggang,, dan yang lainnya sengaja menyiramkan bensin disekitar gudang lalu menyalakan api,,
Mereka juga telah menonaktifkan alarm penanda kebakaran,, dan mematikan beberapa kamera pengawas ,, untungnya masih ada kamera pengawas yang tidak di matikan dan berhasil merekam aksi mereka
saya akan mengirimkan video cctv yang merekam aksi mereka,, sekarang tuan bisa melihat sendiri!!
saya juga telah mengutus beberapa orang untuk mencari dan menangkap ketiga pelaku!!"
Ucap Bowo di seberang ponsel menjelaskan panjang lebar Bowo memang ditugaskan Rey untuk menyelidiki kebakaran gudang yang mencelakai Sofia dan nenek nya
"Bagus temukan mereka dan tangkap lalu bawa ke ruang bawah tanah,, aku sendiri yang akan menghukum mereka"
Ucap Rey datar dan langsung mematikan ponselnya
tak berselang lama satu notifikasi muncul di ponselnya,, itu adalah video yang dikirim Bowo
Rey membuka dan melihat sendiri isi video itu seketika api kemarahan berkobar di dalam hati nya saat melihat apa yang terekam di sana
__ADS_1
"Tok....tok...tok...,"
pintu diketuk dan di buka oleh bik Minah
"Tuan muda,, permisi tuan bagaimana mana keadaan nyonya besar dan non Sofia??""
Ucap bik Minah sesaat setelah masuk ke dalam ruangan
"Bibi,, ternyata sudah datang nenek belum sadar,, sedangkan Sofia masih dalam penanganan dokter !!"
sahut Rey yang duduk di samping nenek nya berbaring
setelah menanyakan kondisi Nek Vida bik Minah langsung menaruh tas yang berisi keperluan majikannya itu kedalam lemari yang ada di dekat ranjang pasien
tak berselang lama Angga dan Sukma datang untuk menjenguk
"Rey bagaimana nenek apa sudah sadar??"
Ucap Angga
"Belum..."
"Pak Rey saya turut berduka atas kecelakaan yang menimpa nenek anda,, semoga beliau cepat sembuh "
ucap Sukma yang ikut menjenguknya dan menyerahkan parsel buah yang dibawanya kepada bik Minah
"Hemm.."
setelah percakapan singkat antara Rey,, Sukma ldan Angga,, Nek Vida mulai sadar dan perlahan membuka mata nya,, nek Vida mengangkat tangan dan menyentuh kepalanya yang terasa pusing
"Uehh...." suara pelan yang keluar dari mulut nek Vida
ucap Rey sambil menekan tombol yang ada di sebelah kiri ranjang
. dokter dan perawat pun datang dan memeriksa keadaan nek Vida
"Bagaimana mana dok,, apa nenek saya baik baik saja??"
" Keadaan nenek anda baik baik saja sekarang hanya butuh istirahat yang cukup "
Ucap dokter itu setelah memastikan keadaan pasien nya sudah baik baik saja dokter itu pun meninggalkan ruangan
hal pertama yang di tanyakan nek Vida saat sadar adalah tentang keadaan Sofia
"Rey,, Sofia.... mana Sofia? bagaimana keadaannya apa dia baik baik saja,,
bawa nenek menemuinya sekarang,,_"
Ucap nek Vida pelan ia memaksa ingin melihat keadaan Sofia terlihat dari raut wajahnya sangat mengkhawatirkan gadis itu
"Nenek... nenek tenang dulu Sofia baik baik saja dia masih dalam penanganan dokter nenek jangan khawatir,, dia pasti akan baik baik saja sekarang sebaiknya nenek istirahat dulu ya!!"
"Rey benar,, nenek istirahat saja dulu nenek juga kan baru sadar "
ucap Angga
"Iya nyonya,, nyonya baru sadar jangan kemana mana dulu "
ucap bik Minah ikut bicara sedangkan Sukma hanya mengangguk kan kepalanya membenarkan ucapan ketiga orang itu
__ADS_1
Sedangkan keadaan Sofia saat ini sangat mengkhawatirkan denyut nadi nya semakin melemah
"Dok,, bagaimana mana ini?? denyut nadi pasien semakin melemah apa perlu kita ambil tindakan "
Ucap perawat I yang mulai khawatir
dokter itu mengangguk dan segera melakukan yang terbaik untuk pasien nya,, kini Sofia sudah dipindahkan ke ruang rawat yan bersebelahan dengan nek Vida ,, Sedang Angga dan Sukma termasuk Rey yang ingin menjenguk Sofia belum di perbolehkan masuk bersamaan karena kondisi Sofia sangat kritis
dokter juga mengatakan kalau Sofia dalam keadaan koma' saat ini
setelah menerangkan dan menjelaskan tentang keadaan pasien nya dokter itu berlalu pergi meninggalkan tiga orang yang saat ini diam tanpa suara karena saking terkejutnya
Angga yang pertama tersadar dari rasa terkejut nya ia bergegas masuk untuk melihat keadaan Sofia
setelah masuk dan melihat kondisi Sofia Angga tak bisa membendung air matanya ia menangis tanpa suara di depan Sofia yang terbaring kaku ada beberapa alat yang terpasang rapi di bagian tubuh nya
" Sofia tolong maafkan aku,, ini semua salahku aku tak bisa menjaga mu dengan baik,, hiisk... hiisk... maaf kan aku,, kalau saja aku tidak mengajak mu ini semua tidak akan terjadi pada mu,, cepatlah bangun "
bisik Angga pelan kemudian ia keluar dari ruang itu dan duduk di kursi yang tersedia,, Sukma dan Rey yang masih terdiam di sana
hanyut dalam pikirannya masing-masing
hingga Sukma bergumam
"Apa ini maksud kata - kata Sofia siang tadi!!"
gumaman Sukma pelan namun masih bisa di dengar Rey dan Angga
"Apa maksudmu mu ??"
tanya Rey
"Ti... tidak ada, sekarang giliran ku menjenguk Sofia"
Ucap Sukma gugup berlalu masuk ke dalam ruangan tempat Sofia,, tidak berapa lama Sukma keluar dan ia langsung pamit pulang karena hari sudah malam
bertepatan dengan Sukma untuk pamit
ponsel Rey bergetar dan ia langsung mengangkat nya
"Ya halo.." ucap Rey
"Tuan anak buah kita telah menangkap ketiga pelaku sekarang mereka ada bersama kami di ruang bawah tanah sesuai perintah anda "
sahut orang itu dari seberang ponselnya
"Bagus,, aku akan segera kesana !!"
Ucap Rey langsung menutup ponselnya dan berjalan terburu-buru,, masuk ke dalam ruang sebelah tempat nenek nya tidak berapa lama ia pun keluar bahkan ia tak jadi menjenguk Sofia melihat itu Angga dan Sukma menjadi bingung dengan perubahan Sikap Rey yang seperti sedang marah pada seseorang ia juga terlihat tergesa-gesa ia berjalan cepat meninggalkan Angga dan Sukma yang ada di sana bahkan terkesan tak perduli dengan kedua orang itu
melihat itu Angga segera menyusul Rey yang sudah berjalan cukup jauh dari mereka
"Rey....Rey.... tunggu,, kau mau kemana ?? kenapa seperti sedang terburu-buru apa terjadi sesuatu?,
Ucap Angga yang sudah berada di depan menghalangi langkah Rey
"Ini urusan ku,, sebaiknya kamu pulang dan beristirahat"
sahut Rey lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Angga
__ADS_1
bersambung