
Kembali ke tempat Rey
Setelah mengambil berkas dari Sukma Angga melihat jam tangannya,, terlihat jam menunjuk pukul sembilan lewat lima puluh sembilan tinggi satu menit tepat pukul 10
Angga mengetuk pintu ruangan Rey
"Tok ...tok ...tok....!!" Angga mengetuk pintu
"Masuk...." terdengar sahutan dari dalam
Angga pun membuka pintu dan masuk bersama dua orang polisi yang di bawanya
"Bagus kalian sudah datang,, sekarang tangkap dan bawa pergi wanita itu!!"
tunjuk Rey kearah Fani yang terduduk di lantai akibat tamparan keras dari Rey
"Bos tolong jangan penjara kan saya ,, saya minta maaf,,, .....!!"
ucap Fani berusaha berdiri dan berlari ke arah Rey yang memalingkan wajah serta tubuhnya Fani kembali meraih tangan Rey dan memegangi nya
"Rey,, aku mohon jangan penjarakan aku,, aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu,, aku ingin kau menjadi milikku seorang...!!"
ucap Fani lagi ia menangis sambil menahan rasa sakit di sebelah tangan bagian kanan serta jari jari yang di patah kan oleh Rey,, ia memohon agar Rey tidak memenjarakan nya
Rey kembali murka mendengar ocehan Fani ia langsung menepis tangan Fani dan mendorong nya hingga Fani terjatuh kelantai
" Sudah ku peringatkan jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu,, kau ingin aku mematahkan tangan serta jari mu lagi sehingga kedua tangan mu itu cacat seumur hidup...,,"
bentak Rey dan sedikit menjauh dari Fani
"Pak sebaiknya cepat bawah wanita j***** ini pergi dari sini,,_
Ucap Angga yang merasa geram dengan kelakuan Fani
"Baik Tuan Angga,,. ayo saudara Fani ikut kami kekantor polisi sekarang..!!"
ucap polisi itu kemudian berjalan mendekat dan membantu Fani berdiri
"Tidak....,, tidak ja.. jangan bawa saya kekantor polisi,, tolong lepaskan saya "
ucap Fani sambil memberontak namun dengan kondisi tubuh yang lemah dan sakit Fani tidak dapat melawan
" Cepat seret j***** itu keluar dari kantor ku aku sudah muak mendengar ocehannya!!"
Ucap Rey datar
"Baik tuan,,,,!!,, Ayo..."
Ucap Kedua polisi itu langsung menyeret Fani keluar dari ruangan itu
"Lepaskan...... lapas.... aku tidak mau lepaskan aku..... "
teriak Fani histeris namun tak di hiraukan oleh kedua polisi itu mereka langsung memasukkan Fani kedalam mobil polisi dan membawanya ke kantor polisi untuk ditindaklanjuti
Kembali ke tempat Rey berada
" Rey,, ini berkas dari Sukma yang perlu kamu tandatangani. !!"
ucap Angga sambil menyerahkan berkas itu kepada Rey
Rey yang dari tadi duduk di sofa dan memejamkan mata nya,, kini ia membuka mata menatap Angga kemudian mengambil berkas yang di sodorkan Angga kepada nya
"Angga,, apa kau bisa menggantikan aku pergi keluar kota ??"
__ADS_1
Ucap Rey tanpa menoleh ke arah Angga sambil membaca dan menandatangani berkas yang di berikan Angga tadi
"Aku tidak bisa pergi meninggalkan Nenek dan Sofia dalam kondisi seperti ini,,. kau pasti tau apa yang ku maksud kan "
Ucap Rey lagi
"Ya aku mengerti !,, baiklah aku akan pergi mengantikan mu,, kapan aku harus berangkat?? ""
jawab Angga
"Tiga hari lagi,, ajaklah Sukma atau siapa pun yang bisa membantumu saat berada di sana "
ucap Rey
" Oke, berapa lama aku berada di sana?? "
ucap Angga
"Paling lama 15 hari,, kalau kau bisa menyelesaikan nya dengan cepat kau bisa kembali kurang dari 15 hari itu "
" Baiklah aku akan memberitahu Sukma agar ia bersiap siap lebih awal "
"Oya ngga kau urus semua aku ingin kembali ke rumah sakit!! "
Ucap Rey langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari Angga
sementara Angga hanya bisa mengeluh dan menggerutu karena Rey langsung pergi meninggalkan nya
"Yah... begini lah nasib menjadi bawahan,, harus siap mengantikan atasan huft..... nasib...nasib"
gerutu Angga sambil menggeleng gelengkan kepada menatap punggung orang yang menjadi Bos,, sekaligus sahabat nya itu
kemudian ia pergi dari ruangan itu setelah memberitahu Sukma perihal akan pergi ke luar kota atas perintah langsung dari Rey
sedangkan Rey kembali ke rumah sakit dimana nenek nya dan Sofia,, tentu ia juga telah menyelesaikan urusan di gudang yang terbakar
iya memerintahkan Bowo untuk meliburkan karyawan beberapa hari agar lebih mudah melakukan perbaikan gudang yang terbakar itu
Di rumah sakit Rey sempat menanyakan tentang kondisi Sofia kepada dokter yang menangani nya
"Dok bagaimana kondisi istri saya saat ini ??
"Nyonya Sofia saat ini sudah melewati masa kritis nya namun masih dalam keadaan koma',,
kami tim dokter akan berusaha lebih keras untuk kesembuhan nyonya Sofia "
ucap sang dokter
"Baiklah dok kalau begitu saya permisi untuk melihat keadaan nenek saya "
"Oh .. iya silahkan...!!"
Rey pun keluar dari ruangan dokter itu ia menuju ruang tempat nenek dirawat
Rey masuk dan menghampiri nenek nya yang kebetulan makan siang di suapi bik Minah
"Nenek apa kabar??,, bik biar saya yang menyuapi nenek bibi boleh istirahat,, "
ucap Rey dan mengambil piring yang ada di tangan bik Minah
"Baik tuan muda..!"
"Nenek bagaimana perasaan nenek sekarang??"
__ADS_1
ucap Rey sambil menyuapi nenek nya
" Emm ... nenek sudah merasa mendingan sayang,,, kata dokter nenek boleh pulang sore ini"
Ucap nek Vida sambil menerima suapan dari Rey
"Syukur lah ...!! kalau begitu Rey akan mengantar nenek pulang sore nanti,, nenek harus istirahat dengan baik agar cepat sembuh
kalau Untuk Sofia biar Rey yang menjaga nya nanti..!!""
Ucap Rey penuh kelembutan saat bicara dengan nenek nya itu
" Baiklah sayang.... tapi sebelum pulang nenek mau menjenguk Sofia dulu,, kamu tadi dari ruangan dokter kan? terus apa kata dokter?
bagaimana mana keadaan sekarang apa sudah ada perkembangan?"
tanya nek Vida beruntung
"Keadaan... nya.....,, saat ini Sofia sudah melalui masa kritis nya tapi dia masih....!"
"Masih apa,, apa cucu perempuan ku dalam kondisi yang..... tidak.... tidak.... dia baik baik saja kan Rey katakan ayo bawa nenek menemuinya sekarang,, "
Ucap nek Vida khawatir ia ingin turun dari ranjang nya namun di hentikan oleh Rey
"Nenek... nenek tenang lah Rey belum selesai ngomong,, Sofia baik baik saja nenek jangan khawatir ingat kondisi nenek sekarang nenek belum sehat benar jadi jangan berpikir macam-macam dulu !!"
Ucap Rey menenangkan nenek nya
"Ya sudah,, nenek akan tenang kalau sudah melihat keadaan Sofia,, sekarang bawa nenek ketempat Sofia di rawat!!"
ucap nek Vida bersikeras
"Iya iya Rey akan bawa nenek keruangan Sofia,, nenek tunggu dulu Rey mau ambil kursi roda dulu untuk nenek "
Ucap Rey kemudian keluar untuk mengambil kursi roda
Setelah nenek Vida duduk di kursi roda Rey mendorong nya menuju ruangan sebelah tempat Sofia dirawat
"Tuan,, nyonya saya boleh ikut menjenguk non Sofia ?"
Ucap bik Minah yang juga ingin melihat keadaan Sofia
"Tentu...Minah ,, ayo !!"
ajak nek Vida dan Rey hanya mengangguk tanda ia juga setuju
""Nenek,, Rey harap nenek jangan sedih setelah melihat keadaan Sofia"
ucap Rey sedikit bersalah terhadap nenek nya
"Rey apa maksud dari ucapan mu itu ~~~
bersambung
Author Mohon maaf ππ
untuk sekarang Author belum bisa sering up
itu dikarenakan Author juga banyak kesibukan lain
jadi sekali lagi Author minta maaf ππ
dan terimakasih atas dukungannya
__ADS_1
wasalam ,,,,, AUTHOR