
...SEBELUMNYA...
"kenapa...? apa kau juga menyukainya?"
sahut Angga
"ti... tidak, bukan begitu maksud ku ,
aku hanya memperingati mu jangan coba-coba mendekati nya kalau hanya untuk bermain main "
Ucap Rey datar
"Oh... ayo lah...! Rey mana mungkin aku main- main dengan gadis secantik dia "
Ucap Angga lagi
"Aku bilang... hanya memperingati mu "
Rey menekan kata memperingati
"jangan - jangan benar kamu juga menyukainya "
tanya Angga mengulangi pertanyaannya nya dengan tatapan menyelidik kepada Rey
...******...
"Apaan kamu ini, memangnya kamu tidak ada kerjaan apa, kalau kamu tidak ada kerjaan mending kerjakan yang ini aku mau pergi dulu sebentar "
Ucap Rey sambil menyerahkan dokumen kepangkuan Angga dan berjalan keluar ruangan
"eh...! tunggu.. tunggu sebentar kamu mau kemana?, kenapa kau menghindar dari pertanyaan ku ...!"
"Aku mau ke rumah sakit sebentar, ada janji bukan mau menghindar "
"Apa kamu sakit?" tanya Angga khawatir
"Tidak, aku tidak sakit hanya ada sesuatu yang harus ku urus sebentar di rumah sakit "
"Baiklah, jangan lupa kita ada rapat jam 2 siang nanti "
"Iya aku ingat , kamu tenang saja "
__ADS_1
ucap Rey sambil berjalan keluar meninggalkan Angga, Rey pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan jantung nya yang di anggap sedangkan bermasalah setelah dari rumah sakit Rey menelepon nenek nya
"Halo nek, apa nenek di rumah?" tanya Rey melalui ponsel nya
"Iya Rey nenek ada di rumah, ada apa menelpon nenek" sahut nek Vida melalui ponsel nya
"Tidak nek Rey hanya ingin bicara, nenek tunggu Rey sebentar, Rey akan ke rumah "
Ucap Rey lalu mematikan ponsel nya
setelah mematikan ponsel nya Rey langsung menuju kediaman utama nenek nya setelah sampai ia langsung masuk dan bertanya pada pelayan yang kebetulan sedang bersih bersih
"bi dimana nenek?". tanya Rey
"nyonya ada di ruang kerjanya tuan muda! " Sahut pelayan itu dengan ramah Rey pun langsung menuju ruang kerja nenek nya
"tok....! tok..! " pintu diketuk dan dibuka oleh Rey
"Nenek...!" panggil Rey
"Iya nenek disebelah sini, apa yang ingin kau bicara kan pada nenek?"
"Nek, kenapa nenek mengizinkan gadis aneh itu bekerja di kantor"
"loh..gadis aneh yang mana maksud mu, apa yang kau maksud itu Sofia?"
"Iya .. nenek.. tidak ada lagi gadis aneh selain dia kan "
Ucap Rey dengan kesal
"kenapa kamu tidak setuju?, dengan keputusan nenek menurut nenek itu bagus kalau Sofia ikut bekerja di kantor mu makanya nenek mengizinkan nya "
"Bagus apa nya, yang ada nanti dia bikin masalah lagi " Ucap Rey
"sudah lah ... biarkan dia ikut bekerja itu kan keinginan nya " Ucap nek Vida
"Ah...! nenek kenapa selalu belain gadis aneh itu,
sekali...! saja nenek belain Rey "
"Rey kamu lupa dia sudah menyelamatkan reputasi kita di depan semua kolega kolega kita
__ADS_1
harusnya kamu bersyukur dan berterima kasih pada Sofia, bukan mempersulit nya dia hanya meminta pekerjaan, bukan hal hal aneh kan
bersikap baik lah pada nya kalau dia dalam masalah kamu harus membantunya.
Nenek yakni Sofia itu anak yang baik dari keluarga manapun ia berasal nenek sudah sangat menyayangi nya sama seperti nenek menyayangi mu,
nenek berharap kamu akan bahagia bersama nya" Ucap nek Vida panjang lebar
"Baik lah nek aku akan menuruti keinginan nenek,
tapi aku belum bisa menerima Sofia sepenuhnya sebagai istri ku , aku masih belum bisa melupakan penghianatan yang di lakukan wanita
****** itu aku takut kalau Sofia juga.....ahh sudah lah nek aku tidak ingin mengingat nya lagi "
Ucap Rey sedih saat mengingat apa yang dilakukan Siska pada nya
"Iya Rey nenek mengerti perasaan mu, maaf kan
nenek kalau terlalu memaksamu untuk mencintai Sofia, kalau suatu saat nanti kau ingin melepaskan ikatan mu dengan Sofia nenek tidak akan menghalangi mu"
Ucap nek Vida sambil memeluk Rey
"Iya nek terimakasih atas pengertian nenek,
kalau begitu Rey akan kembali ke kantor dulu soalnya ada rapat jam 2 siang nanti "
Ucap Rey sambil melepaskan pelukan nenek nya
"Iya..Rey pergi lah , Rey nenek ada satu permintaan apa kamu mau mengabulkan nya " Ucap nek Vida
"apa yang nenek ingin kan, Rey akan berusaha mengabulkan nya!"
"Nenek hanya ingin kamu memperlakukan Sofia dengan baik, meski kau tidak bisa menerima nya sebagai istri mu saat ini"
"Iya nek Rey akan melakukan apa yang nenek minta, Rey pamit dulu"
Ucap Rey berlalu pergi meninggalkan kediaman nenek nya iya kembali ke kantor nya
di kantor Sofia masih asyik membaca dan mempelajari beberapa berkas yang di berikan pada nya, saat sedang asik membaca dan mempelajari berkas berkas yang diberikan kepada nya , tiba tiba seseorang menepuk pundak nya
*BERSABUNG*
__ADS_1