Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 86 Salah Paham


__ADS_3

"Hufff...... tolong injin aku menemui Angga,, kali ini saja,, ya.... aku mohon..."


Ucap Sofia menangkup kedua tangan dan memasang wajah imut


"Heedah...... baiklah untuk kali ini saja,, setelah itu kau tidak boleh menemuinya,, kecuali bersama ku,, sekarang berhenti memasang wajah itu,, itu sangat jelek,, !!"


Ucap Rey ternyata ia luluh juga dengan permohonan Sofia ia tidak tahan melihat wajah Sofia yang menggemaskan di matanya


meskipun ia bilangan jelek tapi sungguh berbeda dalam hati nya


"Yee....!! Terimakasih pak Rey yang baik hati.....! yang manis dan genteng,,"


Ucap Sofia tersenyum bahagia


" Tentu saja aku baik dan genteng!!,, Tidak perlu memuji seperti itu karena aku sudah sering mendengar nya "


Ucap Rey narsis dengan penuh percaya diri


Sore pun tiba Sofia menepati janjinya untuk menemui Angga di taman dekat persimpangan


"Hai....,, Ka Angga,, apa kakak sudah lama nunggu?"


Ucap Sofia datang menyapa sambil duduk di bangku taman sebelah Angga


"Ahh ..!! Tidak,, Aku juga baru sampai!!"


Sahut Angga tersenyum lembut


"Nah,, apa yang ingin ka Angga perlihatkan pada ku ? ku harap itu hal yang penting !! cepat tunjukkan ? soalnya aku tidak punya waktu banyak "


Ucap Sofia langsung ke inti pembicaraan


"tentu saja ini sangat penting bagiku,, aku hanya ingin meninta pendapat mu tentang cincin ini !!"


Ucap Angga kemudian merogoh kantong jasnya dan memperlihatkan kotak kecil berwarna merah


kemudian memperlihatkan isi dalam kotak itu


"Wahh....!! cincin,, i.... ini sangat... sangat indah dan cantik,, apa cincin ini untuk Sukma ? apa ka Angga ingin melamar nya ??"


ucap Sofia sambil menutup mulut dengan satu tangan nya satu tangan nya lagi hendak menyentuh cincin itu dan matanya yang berbinar senang sekaligus bahagia


"Iya,, rencananya aku malam ini ingin melamarnya !! apa menurutmu cincin ini cocok untuk nya ?""


"Sangat,, sangat cocok sekali !! Wah akhirnya aku akan punya kakak ipar dong.....hehehe.....


apa boleh aku melihat dan menyentuh nya ??


tanya Sofia


"Boleh tapi,, jangan di ambil ya ....""


canda Angga kemudian terkekeh melihat tingkah Sofia yang sangat lucu menurut nya


setelah mendapat izin Sofia langsung mengambil cincin itu


tidak jauh dari tempat itu ada sepasang mata yang sedang mengawasi mereka ia terlihat sangat kesal dan marah saat melihat ekspresi Sofia yang sangat senang ia melampiaskan amarahnya pada pohon bunga yang lumayan rimbun tepat berada di depan nya ia meremas dan mematahkan ranting ranting pohon bunga itu


"Dasar memang semua wanita tidak bisa melihat benda-benda yang berkilau,, b****** ,,


seharusnya aku tidak mengizinkan tadi"

__ADS_1


gumam Rey pelan kemudian pergi dengan perasaan marah dan cemburu ya dia adalah Rey yang sejak tadi mengikuti Sofia secara diam diam tanpa sepengetahuan nya


Setelah melihat dengan teliti Sofia mengembalikan cincin itu pada Angga


"Apa ini berlian Asli ?"


tanya Sofia setelah mengembalikan cincin itu


"Tentu saja ini Asli !! mana mungkin aku membeli yang palsu untuk orang yang Istimewa ,,


kamu ini ada ada saja


oya bagaimana dengan mu,, katanya sudah menikah tapi aku tidak pernah melihat kamu memakai cincin pernikahan,, seharusnya kau memakai nya,, "


"Ohh.... itu,, ada tapi aku malas memakai nya bahkan punya ku lebih bagus !!"


""Lebih bagus,, mana ayo tunjukkan? aku ingin melihat yang lebih bagus dari punya ku ini"


pinta Angga meremehkan


atau.. jangan-jangan kamu hanya mengada-ngada "


"Eeuh beneran,, punya ku lebih cantik,, sebentar....!"


Ucap Sofia kemudian membuka tasnya dan mencari cari sesuatu di dalamnya


lalu memperlihatkan sebuah cincin berlian bermata biru terang


"Nah... lihat cantik kan,, apa sekarang kamu percaya?? "


"Wah,, iya sangat cantik bahkan lebih berkilau !!


ucap Angga


Sofia menuruti perkataan Angga ia lalu memakai cincin itu di jari manis nya


"Nah bagaimana menurutmu ? "


ucap Sofia memperlihatkan cincin yang sudah tersemat di jari manisnya


"Itu sangat cocok dan pas di jari mu,, jangan dilepas lagi !!"


ucap Angga sambil memegang tangan Sofia dan memperhatikan cincin di jarinya


" Ini.... berlian berkualitas tinggi,, dan permata biru terang ini juga kualitas terbaik!!


suami pasti sangat kaya kamu beruntung,, dan aku juga beruntung punya adik seperti mu


Aku sangat penasaran dan ingin sekali berkenalan dengan suami mu itu, siapa tau aku dan dia bisa berteman akrab "


ucap Angga


"Iya pasti bisa,, bahkan kalian sudah ber.......,,


eh ka Angga seperti aku harus segera pulang deh soalnya aku sudah berjanji hanya sebentar, ka Angga juga harus segera pulang dan bersiap siap,, malam ini kan ka Angga ingin melamar Sukma ingat dandan yang genteng dan wangi Supaya calon kakak ipar ku terpesona dan tidak memandang cowok lain


aku doa'kan semoga ka Angga berhasil


Aku pergi dulu sampai jumpa...dah.....ka Angga


Good luck !!"

__ADS_1


Ucap Sofia sambil buru-buru pergi meninggalkan Angga yang masih duduk di bangku taman


setelah itu Sofia langsung pulang menuju apartemen sesampai di apartemen Sofia sangat kaget melihat barang-barang yang berantakan di ruang tamu terlihat Rey yang duduk di sofa menatap tajam kearah Sofia yang baru datang


"R ... Rey....a... apa yang terjadi? ke... kenapa berantakan seperti ini ?"


ucap Sofia terbata keheranan yang melihat tempat di sekitar situ berantakan


"A... apa telah terjadi sesuatu? Apa kau tidak apa-apa ? apa kau baik-baik saja ?"


tanya Sofia khawatir dan menghampiri Rey yang duduk dan tatapan tajam kearah Sofia


belum sampai mendekat tiba tiba tubuh Sofia didorong kasar oleh Rey hingga ia termundur dan jatuh terduduk


"Rey ada dengan mu? kenapa kau mendorong ku? i... ini sakit !!"


"Sakit.... aku lebih sakit saat melihat kau menerima cincin itu dari orang lain !!"


Ucap Rey sambil menjambak rambut bagian belakang kepala Sofia dan satu tangan mencoba melepaskan cincin yang berada di jari Sofia


"Rey lepas kan kau menyakitiku,, kau salah paham aku bisa menjelaskan... Aaghh....Rey sakit...!!"


Ucap Sofia mencoba melepaskan cengkraman di rambutnya namun Rey tidak perduli dengan teriakkan kesakitan Sofia


"Salam paham,, heh... apa yang ingin kau jelaskan sementara aku melihatnya sendiri, dengan begitu senang nya kau menerima pemberian laki laki lain ,, sementara kau masih berstatus istri ku !!


KENAPA.......!! KENAPA.....!! "


teriak Rey dengan mempererat cengkraman nya


membuat Sofia tambah kesakitan tak terasa air matanya jatuh karena menahan rasa sakit itu


"Rey tolong.... tolong lepaskan dulu a...aku bi...bisa jelaskan "


Ucap Sofia dengan suara serak


"Tidak,,Aku tidak akan melepaskan mu ayo berdiri "


ucap Rey menarik rambut Sofia agar berdiri dari duduknya tentu saja Sofia berdiri dengan lemah mengikuti tarikan tangan Rey


"Kau..... Kau sama saja seperti wanita wanita lain murahan, kau pikir aku akan percaya setelah apa yang kulihat dengan mata kepala ku sendiri heh...


Plak....." sebuah tamparan keras tepat di wajah Sofia


"Rey apa yang kau lihat belum tentu.....Aagh..... lepaskan !!"


"Aku tidak peduli,, sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku bertindak lebih jauh dari ini,,


Ucap Rey menyeret tubuh Sofia dan melemparkannya ke luar apartemen dengan kasar


"BRUK.......!!! Auw......!!"


tubuh Sofia terlempar dan menabrak tembok apartemen


"Jangan pernah perlihatkan wajah mu lagi di hadapan ku "


""BRAkk......!!" suara pintu di tutup dengan kasar


***Bersambung


Maaf up nya kesiangan,, Author ketiduran pas setelah sahur tadi😅😅***

__ADS_1


__ADS_2