Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 97 Satu Kesempatan lagi


__ADS_3

Rey langsung memeriksa keadaan Sofia


"Astaga...!! tubuhnya sangat panas !! "


ucap Rey mulai panik


Nek Vida yang baru terbangun dari tidurnya juga ikut panik,, bagaimana mereka tidak panik sesaat setelah Rey mengatakan kalau suhu tubuh Sofia sangat panas tubuh Sofia juga langsung kejang kejang,, ya saat ini tubuh Sofia kejang kejang


dengan mata melotot, tangan mengepal dan nafas tersengal seakan ia mulai kehabisan nafas


Nek Vida yang menyaksikan Sofia dalam keadaan seperti itu tidak bisa menahan air matanya, kedua kakinya lemas dan tak sanggup menopang berat tubuh nya lagi ia pun terduduk di lantai dengan air mata yang terus menerus keluar meskipun ia sudah berusaha menahan


sedangkan Rey sendiri tadi mencoba memberikan pertolongan namun tidak banyak yang bisa ia lakukan karena ia bukan dokter


"Sofia.... sadar lah....!! kau ...kau harus bertahan,, kau pasti kuat,, !! sebentar lagi dokter akan datang bertahanlah aku mohon...."


lirihnya


"Antonnnnn......!!! cepat !! kenapa lama sekali.... mana dokter nya ?? "


teriak Rey dengan frustasi


mendengar teriakkan yang cukup keras Anton yang baru tiba bersama dokter pun langsung mendatangi asal suara itu


Anton dan dokter pun masuk kedalam kamar tempat Rey berteriak


"M...maaf den Rey sa....""


"Bagus kalian sudah datang !! Dokter cepat periksa istri saya "


ucap Rey memotong ucapan Anton


Dokter langsung melakukan tugasnya dengan cekatan tidak butuh waktu lama tubuh Sofia sudah berhenti kejang selang oksigen pun sudah terpasang di hidung nya dengan sempurna dan Sofia pun mulai bernafas normal kembali


melihat Kondisi Sofia mulai membaik Rey bisa bernafas lega


sedangkan Nek Vida sedari tadi sudah di bawa pergi oleh bik Surti atas perintah Rey,, nek Vida di bawa ke kamar sebelah untuk beristirahat agar beliau tidak bertambah shock


"Dok..... kenapa istri saya bisa kejang kejang seperti ini ? padahal saya sudah melakukan apa yang dokter katakan sebelumnya "


tanya Rey

__ADS_1


Dokter itu menghela nafasnya sebelum menjelaskan kepada Rey


"Hufff.....!! begini istri anda mengalami demam sangat tinggi suhu tubuh di atas 40 C° itu sangat melebihi batas normal,, dan itu juga yang menyebabkan istri tuan mengalami kejang - kejang dan kesulitan bernafas,, beruntung istri tuan tidak mengalami hal yang fatal karena cepat di berikan pertolongan kalau sedikit saja terlambat mungkin istri tuan tidak terselamatkan !!"


ucap dokter menjelaskan


"Baiklah dok terimakasih atas penjelasannya kedepannya saya akan lebih berhati-hati !!


"Sama-sama tuan itu memang sudah menjadi tugas saya "


"Oya dok saya juga minta tolong,, tolong periksa keadaan Nenek saya,, tadi nenek saya sempat shock melihat kondisi istri saya !!


Nenek saya sekarang berada di kamar sebelah,, mari saya antar "


ucap Rey kemudian membawa Dokter itu ke kamar sebelah guna memeriksa keadaan nenek


tidak lupa Rey menyuruh bik Surti untuk menjaga Sofia sementara ia pergi ke kamar Nenek nya


sedangkan Sofia kembali tak sadarkan diri setelah mengalami kejang namun keadaan sudah mulai membaik dokter juga memperkirakan Sofia akan sadar nanti siang kalau tidak Sore harinya


Dikamar nek Vida,, dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan dokter juga memberikan beberapa vitamin dan obat agar kondisi tubuh tidak mudah lelah dan sakit


setelah itu dokter itu berpamitan untuk pergi


Saat Rey hendak keluar dari kamar Nenek nya,


namun ia dihentikan oleh Suara


"Tunggu,, nenek ingin bicara !!"


ucap nek Vida menghentikan langkah Rey yang selangkah lagi meninggalkan kamar itu


Rey berbalik dan mendekat kearah nenek nya yang duduk di ranjang


"Apa kamu sudah puas,, menyebabkan Sofia dan nenekmu ini menderita heh....."


ucap nek Vida datar tanpa menoleh ke arah Rey


tidak ada jawaban dari Rey,, kalau ia boleh jujur saat ini hati nya sangat sakit melihat keadaan Sofia dan nenek saat ini,, menyesal ia sangat menyesali perbuatannya dan perkataan kepada Sofia juga kepada nenek karena telah mengecewakannya


saat ini ia hanya bisa menundukkan kepalanya di hadapan nenek nya

__ADS_1


"Huuhff ..." Nek Vida menghela nafas berat kemudian berkata lagi


"Setelah pulang dari sini nenek akan mengurus surat Perceraian kalian!!"


"TIDAK.....!!" ucap Rey kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut Nenek nya itu


"Kenapa?? bukankah kau tidak mencintai nya? ini kan yang kau inginkan selama ini !!


nenek juga minta maaf karena waktu itu memaksa mu untuk menikahi Sofia padahal Sofia juga tidak setuju tapi demi kehormatan keluarga Dinata dia bersedia agar keluarga kita tidak menanggung malu,, tapi apa yang ia dapatkan ia hanya mendapatkan perlakuan kasar dan penderitaan seperti ini


maka dari itu nenek sudah memutuskan akan....."


"Tidak.... tidak.....Rey tidak mau pisah dari Sofia "


ucapan nek Vida terpotong oleh perkataan Rey


terlebih dahulu


"Rey tau Rey telah melakukan kesalahan, Rey juga tau kalau selama ini Rey tidak bersikap baik padanya maka dari itu Rey mau meminta maaf,,


Rey mau memulai nya dari awal, Rey akan meminta maaf pada Sofia ,, Rey juga telah menyadari ternyata Rey telah jatuh cinta pada gadis itu,, waktu itu Rey tidak bisa menahan rasa marah,, cemburu dan juga kesal melihat Sofia bersama laki laki lain,, bahkan Rey cemburu kepada Angga sahabat Rey sendiri karena terlalu dekat dengan Sofia,, Rey khilaf Rey melakukan hal itu semata mata hanya takut,, takut kehilangan lagi , Rey takut kalau Sofia........


jadi Rey mohon jangan lakukan hal itu


beri Rey satu kesempatan lagi, satu kesempatan, Rey mohon pada nenek Rey akan membuktikannya Rey berjanji kali ini tidak akan mengecewakan Sofia dan Nenek lagi "


ucap Rey memohon sambil bersimpuh di hadapan nenek nya itu dengan wajah memelas dan juga frustasi


"Apa pun alasan mu kau tetap salah, dan nenek tidak akan merubah keputusan nenek,, nenek akan tetap mengurus Perceraian mu setelah kita kembali ke kota B nanti,, nenek sudah terlanjur kecewa pada mu ""


ucap nek Vida tegas mendengar keputusan nenek nya itu dada Rey terasa sakit dan sesak ia memegangi dadanya yang tiba-tiba sakit dan sesak,, meski ia telah memohon dan meminta kesempatan lagi hal itu kelihatan nya sia sia saja ia berusaha berdiri dengan memegangi dadanya yang sesak sambil berucap


"AKU TIDAK AKAN PERNAH MENCERAIKAN SOFIA,, aku akan mempertahankan nya bagaimana pun caranya, Aku tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya Aku sungguh, sungguh mencintai nya "


ucap Rey ia mulai berdiri sambil memegangi dadanya dan hendak berjalan meninggalkan nenek nya saat sudah berdiri tegak tiba tiba kepalanya terasa pusing pandangannya mulai kabur dan juga dadanya bertambah sesak


Melihat Rey yang terlihat Aneh nek Vida mengerutkan keningnya sambil menatap punggung Rey


Rey sendiri juga sudah tidak dapat menopang tubuhnya sendiri hingga tubuhnya jatuh kelantai


nek Vida terkejut melihat Rey yang tiba tiba jatuh seketika ia menjadi panik

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2