Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 48 kerinduan yang sama


__ADS_3

" Nenek mana mungkin aku mematahkan kaki suamiku yang tersayang dan baik ini !"


Ucap Sofia menggoda sambil tersenyum kepada nek Vida kemudian meletakkan baskom berisi air dan kain bersih yang di berikan bik Wati kepada nya, sesuai permintaan Sofia


"Nah sekarang kaki mu sudah tidak sakit lagi kan, sudah bisa berdiri, kalau begitu lepaskan celana mu sekarang!"


Ucap Sofia


" A..a apa le...le.. lepaskan ce...ce..celana ku!"


Ucap Rey terbata bata~~


"Iya...! lepaskan celana mu atau, aku sendiri yang akan melepaskan nya "


"Tidak - tidak, biar a... aku sendiri, ta..pi apa kamu nggak malu melakukan nya di depan nenek "


Ucap Rey terbata wajah nya memerah malu


"Malu,,,...malu kenapa,, memang nya apa yang ingin kau lakukan "


Ucap Sofia bingung


"Bukan aku tapi kamu, kamu kan yang nyuruh aku lepas celana "


Ucap Rey lagi


"Oh... jangan-jangan kamu sedang memikirkan hal kotor, dengan ya aku menyuruh mu melepaskan celana karena aku ingin membersihkan luka yang ada di lutut mu itu,


Dasar otak mesum "


Ucap Sofia merasa kesal


Nek Vida yang sejak tadi menahan tawanya, kini sudah tak tahan lagi perutnya sudah terasa sakit akibat menahan tawa


"Hahahaha " tawa nek Vida lepas karena sudah tidak sanggup menahan tawanya


"Hahahaha, kalian lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan, nenek pergi dulu, nenek mau mandi,, oya sebaiknya kalian menginap saja ya nenek pergi dulu!"


Ucap nek Vida lalu berjalan keluar meninggalkan kamar Sofia dan Rey masih sambil menahan tawanya


Hari ini nek Vida merasa sangat bahagia melihat tingkah konyol kedua cucunya itu meski ada insiden kecil, hal itu lah yang membuat Sofia dan Rey menjadi lebih dekat dan hal itulah yang membuat nek Vida sangat bahagia karena dengan kejadian itu nek Vida bisa melihat kedekatan keduanya.


Sofia sudah selesai membersihkan luka yang ada di lutut Rey memberi obat dan membalut kan perban di lutut Rey yang terluka


"Nah, sudah selesai sebaiknya kamu beristirahat"


Ucap Sofia sambil memasukkan obat serta perban kedalam kotak P3K kemudian meletakkan nya di tempat semula


Sofia pun pun kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan memeriksa luka yang ada ditangan serta mengganti perban nya setelah semua itu selesai Sofia bersiap untuk beristirahat dan tidur karena hari sudah malam ia mengambil bantal dan selimut, ya menang Sofia dan Rey selalu tidur terpisah walau satu kamar karena Rey memang tidak mau berbagi tempat tidur dengan Sofia, makanya waktu Rey tertidur di kamar Sofia, Sofia kaget dan reflek mendorong nya,


"Sofia tunggu sebentar!! duduk lah aku ingin bicara"

__ADS_1


Ucap Rey menyuruh Sofia duduk, Sofia pun berhenti melakukan aktivitas nya dan duduk di tepi tempat tidur sebelah kanan dan Rey sebelah kiri tempat tidur


"Ada apa?, mau bicara soal apa?"


tanya Sofia


"Kamu tau siapa orang yang ingin menabrak mu tadi?"


Ucap Rey


"Emm ...ya mana aku tau itu siapa!"


Ucap Sofia


" benar kamu tidak tau siapa orang itu?, orang itu sudah mengikuti kita dari siang dan aku perhatikan dia hanya ingin mencelakai mu "


Ucap Rey


"Apa kamu punya musuh? atau seseorang yang pernah kau sakiti, sehingga orang itu ingin balas dendam!"


Ucap Rey lagi


"perasaaann...! aku tidak punya musuh dan aku juga tidak pernah merasa menyinggung orang lain, kerena aku tidak banyak mengenal orang-orang !"


Ucap Sofia sambil berpikir dan mengingat - ingat apa diri nya pernah menyinggung orang lain dan mempunyai musuh,


"Tapiiii...! kalau di kantor, hanya Fani yang tidak menyukaiku , hanya itu !"


ia beranjak berdiri ingin menuju sofa tempat ia biasa tidur kalau menginap di rumah nek Vida


"Eh...eh.. mau kemana aku belum selesai bicara, duduk sekarang!"


Ucap Rey menyuruh Sofia duduk lagi


"Hehh..! apa lagi sihhh..! aku lelah ingin tidur"


Ucap Sofia merasa jengah dengan pertanyaan Rey namun ia tetap kembali duduk


"Sekarang berbaring dan tidur lah di sini, kamu lelah kan !"


Ucap Rey


"APA.. tidur di sini, biasanya kamu tidak mau berbagi tempat tidur dengan ku !"


Ucap Sofia sedikit kaget


"Iya kenapa...? tidak mau, kamu tenang saja aku tidak melakukan apapun, tapi kalau kamu tidak mau tidak apa-apa "


Ucap Rey


"Sofia pun akhirnya membaringkan tubuhnya di tempat tidur itu dengan posisi membelakangi Rey , dengan perasaan bingung melihat sikap Rey yang biasanya selalu acuh dan terkesan tidak perduli

__ADS_1


"Kenapa orang ini sangat aneh hari ini, apa...memang terjadi sesuatu semalam yang tidak aku ketahui aahh... pusing, lebih baik aku tidur dari pada memikirkan nya "


pikir Sofia dalam hati


"O ya, ngomong - omong ... kata Angga kamu punya bukti tentang penggelapan uang perusahaan, apa... itu benar?"


tanya Rey


"Iya benar, nanti akan ku berikan bukti nya padamu!"


sahut Sofia sambil memutar tubuhnya menghadap Rey yang juga berbaring tapi Rey berbaring dengan posisi terlentang menghadapi langit langit kamar


"Kenapa tidak sekarang saja kau berikan bukti itu padaku!"


Ucap Rey lagi tanpa menoleh ke arah Sofia


"Tidak bisa sekarang karena bukti itu masih ku simpan di kantor, di tempat yang aman "


"Ucap Sofia menutup mulutnya karena menguap


"Kalau kamu punya bukti nya? berarti.. kamu tau siapa orang nya?"


Ucap Rey lagi


"Iya tau...!" Ucap Sofia singkat ia mulai memejamkan mata


"Siapa orangnya?" tanya Rey tidak sabar ingin segera mengetahui nya


"Nanti, lihat dan baca sendiri bukti nya setelah itu kau akan tau , ku harap kamu tidak akan terkejut "


Ucap Sofia yang sudah memejamkan matanya


"Kenapa kau tidak sebutkan saja namanya sekarang, apa susah nya sihh tinggal sebut aja, jangan buat aku penasaran "


Ucap Rey


namun tidak ada jawaban lagi dari Sofia merasa tidak ada jawaban dari Sofia Rey pun menatap kearah Sofia yang sudah memejamkan matanya


"Yahh .. sudah tidur rupanya, pantesan tidak menjawab!"


Ucap Rey pelan sambil memandangi Sofia yang sudah tertidur hingga ia pun tertidur juga


sekitar pukul tiga dini hari Rey terbangun mendengar Sofia mengigau memanggil manggil MAMA dan terisak menangis


"Apa setiap malam Sofia selalu mengigau seperti ini ? pantas saja setiap pagi matanya selalu sembab kelihatan nya ia sangat merindukan orang tua dan keluarga nya "


pikir Rey dalam hati,. hati nya ikut merasakan kerinduan yang sama tiba-tiba ia juga merindukan kedua orang tua nya yang sudah pergi untuk selamanya hingga ia meneteskan air matanya ia membelai lembut wajah Sofia yang masih tertidur,


Pagi saat Sofia terbangun ia tidak melihat Rey ada di kamar itu, Sofia bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah semua selesai ia pun turun kebawah dan menuju meja makan, di meja makan ternyata Rey dan nek Vida sudah menunggu untuk sarapan ~~


BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2