
"Iya pah.... beberapa malam ini mama selalu mimpi buruk tentang putri kita Sofia,, mama juga nggak tau kenapa mama selalu bermimpi tentang Sofia beberapa malam ini,, perasaan mama juga jadi tidak enak,, tiba tiba mama merindukan nya!!"
Ucap Juita sang istri,, ya mereka adalah Juita dan Kusuma Admaja orang tua kandung dari Sofia
""Jangan terlalu dipikirkan itu hanya mimpi,, bagaimana kalau besok kita ziarah ke makam nya,, papa juga kangen sama Sofia..!!
jadi sekarang sebaiknya mama tidur lagi ""
"Iya pah.. mama mau besok kita ke makam Sofia,,
tapi pah mimpi mama kali ini sangat buruk mama melihat Sofia dipukuli,, terus tempat itu di bakar oleh orang yang memukuli Sofia sehingga tubuh Sofia di kelilingi kobaran api,,, dia.... dia berteriak minta tolong namun tidak ada yang datang membantu,, mama ingin membantu tapi seperti terhalang sesuatu sehingga mama tidak dapat mendekati atau pun menolong nya itu,,, itu membuat mama frustasi dan sedih pah...."
Ucap Juita sambil menangis sesenggukan di pelukan suaminya Kusuma Admaja
Sang suami berusaha menenangkan nya dengan mempererat pelukannya
"Mama,, sudah jangan menangis lagi itu semua hanya mimpi ,, mimpi kan cuma bunga tidur...!!
mungkin mama terlalu banyak pikiran sehingga bermimpi buruk,, terlebih mama merindukan Sofia kan ....!!"
Ucap sang suami sambil mengusap air mata yang berjatuhan di pipi sang istri dengan lembut dan penuh perhatian hal itu membuat Juita merasa sedikit tenang
"Sekarang mama tidur lagi saja dulu ya..."
Ucap sang suami lagi
Juita mengangguk dan mulai memejamkan mata kembali didalam pelukan Sang suami hingga ia pun tertidur,, Sedangkan Kusuma sebenarnya juga merasa hal yang sama seperti istri nya, hanya saja ia diam ia tidak mau istrinya bertambah sedih sebenarnya Kusuma juga mendapatkan mimpi buruk tentang Sofia kemarin malam namun ia tidak menceritakan nya
ia berpikir mimpi itu di karenakan rasa bersalah nya terhadap Sofia ia menyalakan dirinya sendiri atas musibah yang menimpa anak satu satunya
Sudah tujuh bulan berlalu semenjak kecelakaan itu,,, namun rasa bersalah itu selalu menghantuinya,, itu juga membuat nya sering menangis tanpa sepengetahuan istri nya
Pagi hari pun tiba matahari bersinar menapakkan diri nya angin berhembus pelan membuat pagi yang cerah menjadi terasa sejuk
__ADS_1
Semua makhluk hidup ciptaan Tuhan mulai beraktifitas menyambut suasana pagi,,hari yang baru
tak terkecuali dua orang paruh baya itu, mereka sudah bersiap untuk pergi ke makam putri mereka,, mobil melaju menuju pemakaman yang ada di daerah itu setelah sampai mereka langsung menuju pusara anak mereka
lalu menabur bunga, membaca Surah Yasin dan Surah pendek lain nya kemudian mereka mendoakan agar putri Meraka tenang di alam sana setelah semua selesai mereka pergi dari sana,,
sebelum pulang mereka juga sempat mendatangi beberapa panti asuhan dan memberikan Donasi secara langsung kepada mereka,, hari sudah sore Kusuma mengajak Juita istri nya jalan jalan sebentar hingga malam tiba
setelah makan malam di sebuah restoran Kusuma dan Juita pun pulang kerumahnya
didalam mobil Juita kembali terlihat sedih ia menatap sang suami
"Ada apa?,, apa mama sakit? kenapa wajah mama seperti itu,, tidak bersemangat dan terlihat murung.. apa papa melakukan kesalahan?
kalau begitu papa minta maaf.... senyum dong jangan sedih lagi "
"Tidak pah,,mama tidak sakit papa juga nggak ada salah hanya saja mama kepikiran mimpi semalam,,!!"
ucap Juita tersenyum menatap sang suami
Ucap Kusuma mencubit lembut dagu sang istri
"Iiiih....! papa....! jangan menggoda gitu aah...!!
pah,, entah mengapa perasaan mama tu mengatakan Sofia masih hidup !!"
ucap Juita mengatakan perasaan dan isi hati nya,, perasaan yang selalu mengatakan kalau putri nya itu masih hidup
"Mama.... mulai lagi deh,, itu kan cuma perasaan mama ,, wajar mama memiliki perasaan seperti itu karena mama sangat menyayangi dan belum bisa mengikhlaskan kepergian Sofia iya kan....
Tapi,, Cuba mama pikir kalau Sofia masih hidup di mana dia sekarang? kenapa dia tidak pulang ke rumah!!,, dan..dan jasad si.. siapa yang kita kuburkan waktu itu,,, semua ciri ciri nya persis Sofia ma,, ...ja... jadi....i...itu sebabnya papa bilang perasaan mama itu cuma... cuma,, sebuah angan-angan yang tidak bisa merelakan kepergian Sofia
"Ma,, maaf papa bu .. bukan maksud papa untuk.......!!"
__ADS_1
"Iya pah,, mama ngerti papa benar sampai sekarang mana belum bisa menerima kenyataan kalau Sofia sudah tidak bersama kita lagi,, maafin mama juga ya pah "
Ucap Juita sendu memotong ucapan sang suami ia kembali meneteskan air matanya tak terkecuali Kusuma juga ikut meneteskan air matanya
"pah se.. sebaiknya kita pulang malam sudah larut..!"
Ucap Juita sesegukkan sambil menghapus air matanya dan menghapus air mata sang suami
"Iya ma ...!!" ucap Kusuma
setelah itu mereka pun melajukan mobilnya menuju rumah mereka
Malam semakin larut seseorang masih terjaga setia menunggu dan berharap orang yang terbaring itu sadar dari koma nya,,. ya sudah satu Minggu Sofia terbaring koma di rumah sakit itu,, tidak ada tanda-tanda ia akan bangun,, Rey Merasa sangat frustasi dan sedih melihat keadaan Sofia entah kenapa hati nya terasa sakit,, hari hari nya juga seakan hampa tanpa mendengar suara Sofia yang selalu kesal padanya
Memang selama ini Rey selalu membuat Sofia kesal dengan kelakuan ia juga sering mengabaikannya
dengan lembut ia memegang tangan Sofia yang terpasang infus sesekali ia menyeka air matanya agar tak jauh
" gadis aneh,, cepat lah bangun apa kau tidak bosan tidur terus,, bagun .... ayo bangun,, kenapa kau tidak mau bangun? apa kamu tidak lelah berbaring dan tidur disini heh ... dasar gadis aneh yang bodoh,, bangun..... bodoh,, kau harus bangun !! apa kau tidak mau mencari keluarga mu lagi, heh...!! bangun aku mohon bangun lah sekarang....!!"
Ucap Rey marah sesekali menyeka air matanya agar tak jauh,, namun orang yang di marahi tidak merespon sama sekali
"Tut....tut..... tut....!!" tiba-tiba bunyi monitor detak jantung berhenti merespon mendengar bunyi itu seketika tubuh Rey menegang ia panik dan khawatir segera ia menekan tombol di samping ranjang Sofia untuk memanggil dokter
tidak berapa lama dokter pun datang bersama perawat dan langsung memeriksa keadaan Sofia
setelah memeriksa keadaan dokter menyuruh perawat itu menyiapkan alat
"Sus,, tolong siapa kan alat nya dalam hitungan ketiga ya ...satu.......dua... tiga......
blukk ...... blukk..... blukk...!! ""
dokter meletakkan alat pemicu detak jantung ke dada Sofia satu kali tidak ada respon dua kali masih tidak respon tiga kali, empat kali sampai beberapa kali alat itu diletakkan di dada Sofia namu masih tidak ada respon hingga dokter berhenti dan menyerah
__ADS_1
"Hehhh......sus kita sudah kehilangannya......
bersambung