
sebelumnya ~~
Pikir Sofia kemudian ia keluar kamarnya dan menuju dapur ia ingin mengambil air hangat untuk ia minum namun sesampai di dapur ia langsung muntah
"Ueekk....! ueeekk...,!" Tapi yang keluar hanya air **** ,
kepalanya juga bertambah berat , Rey yang baru keluar dari kamar nya mendengar suara Sofia yang muntah langsung mendatangi kearah Sofia
"Fii..! apa kamu baik baik saja? apa... kau sakit ?
kenapa kau tiba-tiba muntah begini? "
Ucap Rey khawatir ia langsung meletakkan punggung tangan nya ke dahi Sofia, tapi Sofia langsung menepisnya
"Aku baik baik saja hanya masuk angin biasa!"
Ucap Sofia pelan lalu berdiri dan berjalan dengan membawa segelas air hangat di tangan nya,
melihat sikap Sofia yang dingin terhadap nya
Rey hanya bisa menghela nafas panjang ia ingin memperbaiki hubungan nya dengan Sofia karena ucapannya semalam menyinggung perasaan Sofia
tiba tiba
" Bruukk....! "
Sofia terjatuh dan tersungkur ke lantai gelas berisi air hangat ditangan nya ikut jatuh dan pecah,,, pecahannya menusuk salah satu jari tangan Sofia
" Awwuu....! Ah....! "
Ucap Sofia bersuara pelan, ia terjatuh saat kaki nya tersandung kursi, karena kepala nya pusing dan menahan rasa mual diperut ia berjalan sedikit linglung hingga tersandung kursi , Rey sangat kaget melihat Sofia jatuh dan tangannya berdarah
" Fii... apa kau baik-baik saja!"
Ucap Rey kaget dan langsung membantu Sofia untuk bangun ia berjongkok untuk menahan tubuh Sofia kemudian menyandarkan tubuh Sofia di pangkuannya
Sofia tidak menjawab ia masih muntah, pusing, juga menahan rasa perih ditangannya akibat pecahan gelas yang masih menancap di salah satu jari nya
__ADS_1
"Uweek...! Uweekk...! "
sebelah tangannya lagi memegang perutnya yang sakti akibat muntah terus ia juga terbatuk-batuk
"Uhuukk...! Uhuukk...!"
setelah terbatuk-batuk beberapa saat ia muntah lagi tapi kali ini ia muntah mengeluarkan darah di mulut nya, melihat Sofia memuntahkan darah tentu Rey sangat cemas, khawatir dan panik melihat keadaan Sofia saat ini , ia pun segera mengangkat tubuh Sofia, membawanya ke kamar dan membaringkan nya di tempat tidur, namun Sofia menolak untuk berbaring ia meminta Rey untuk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, menurut nya kalau berbaring maka seisi kamar akan berputar-putar. Rey menuruti keinginan Sofia, ia menyandarkan punggung Sofia ke kepala ranjang tidak lupa ia menyusun bantal sebagai sandaran untuk punggung Sofia.
Kemudian ia mencabut beling yang menancap di tangan Sofia
"Auww!"
Teriak Sofia pelan ia sangat lemas sekarang, Rey langsung mengambil kotak P3K untuk pertolongan pertama,tidak lupa ia membersihkan sudut bibir Sofia yang berdarah akibat memuntahkan darah, kemudian dia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter, namun Sofia berkata dengan lemah.
"tolong jangan panggil dokter aku akan baik-baik saja..." ucap nya lemah
"apa yang baik? lihat tangan mu terluka dan kau muntah darah, apa itu baik-baik saja?!" ucap Rey cemas dan khawatir
"kau tidak perlu memanggil dokter, sebentar lagi aku akan baik-baik saja ini sudah sering terjadi pada ku, kamu jangan berlebihan"
"Apa sering terjadi? apa kau sering muntah darah seperti ini?!" Ucap Rey sangat kaget karena dia baru mengetahui nya hari ini, hatinya bagai di tusuk duri beracun saat mengetahui hal ini.
ucap Sofia sambil memejamkan mata dan menahan rasa sakit di bagian perut hingga dada nya.
"A-aku...aku- Ahh! bukan maksudku menuduh mu seperti itu.." Ucap Rey menyesal dan sangat bersalah dengan Sofia.
"Ah sudahlah, lebih baik kau pergi temui nenek, nenek pasti sudah menunggu mu untuk sarapan" ucap Sofia mengalihkan pembicaraan.
"Tidak aku tidak akan pergi, aku akan tetap disini, aku bisa hubungi nenek untuk tidak menunggu kita sarapan" ucap Rey tegas
"sudah ku bilang aku akan baik-baik saja, pergilah temui nenek nanti dia khawatir kalau kau tidak menemui nya, aku tidak akan mati secepat ini sebelum aku membalas budi kepada nenek" ucap Sofia lemah, ia masih memejamkan mata nya.
"kenapa kau berpikiran seperti itu terhadap ku, aku tidak ingin kau mati aku ingin kau selalu menemani ku!"
Ucap Rey namun kata kata itu tidak bisa keluar dari mulutnya ia terus memandang wajah Sofia yang pucat
"Ueekk.... Ueekk...!".
__ADS_1
Sofia muntah lagi, lagi lagi ia memuntahkan darah Rey tambah panik dan cemas
"Fii...Fii..! Sofia....! jawab dong."
Ucap Rey memanggil manggil namun tidak ada jawaban lagi, ia khawatir lalu dengan cepat menggendong tubuh Sofia menuju mobil dan membawanya ke rumah sakit
Sesampai di rumah sakit Sofia langsung mendapatkan perawatan medis, Rey juga telah menghubungi nenek nya kalau ia tidak bisa datang untuk sarapan serta memberitahu kan kalau Sofia sakit dan sekarang mereka ada di rumah sakit,
Diluar ruangan tempat Sofia mendapatkan perawatan Rey mondar-mandir sendiri ia sangat gelisah dan tak sabar ingin mengetahui bagaimana kondisi Sofia
"Rey ada apa, apa yang terjadi pada Sofia?"
Tanya nek Vida yang baru saja datang
"Entahlah nek aku juga belum tau, tim dokter masih memeriksa nya!"
Ucap Rey khawatir
"Kemarin Sofia baik baik saja, apa terjadi sesuatu sampai kau secemas itu !"
Ucap nek Vida
"Bagaimana aku tidak cemas nek tadi pagi Sofia beberapa kali muntah darah!"
Ucap Rey lagi kemudian ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dari awal sampai ia membawa Sofia ke rumah sakit tanpa ada yang ditutup tutupi
"APA.... Sofia. muntah darah?"
Ucap nek Vida kaget sekaligus khawatir dengan kondisi Sofia, ia langsung terduduk di kursi samping pintu ruang perawatan itu dan tek bersuara apa apa lagi
Hampir 30 menit Rey dan nek Vida menunggu di depan pintu ruang perawatan itu, seorang dokter dan dua orang perawat pun keluar
"Dok... ! bagaimana mana keadaan cucuku?"
Tanya nek Vida langsung berdiri dari duduknya saat melihat dokter dan dua perawat keluar dari ruangan
"Iya dok...! bagaimana keadaannya?"
__ADS_1
Ucap Rey juga bertanya
bersambung "