Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 32 makan siang bareng


__ADS_3

Nenek hanya ingin kamu memperlakukan Sofia dengan baik, meski kau tidak bisa menerima nya sebagai istri mu saat ini"


"Iya nek Rey akan melakukan apa yang nenek minta, Rey pamit dulu"


Ucap Rey berlalu pergi meninggalkan kediaman nenek nya iya kembali ke kantor nya


di kantor Sofia masih asyik membaca dan mempelajari beberapa berkas yang di berikan pada nya, saat sedang asyik membaca dan mempelajari berkas berkas yang diberikan kepada nya , tiba tiba seseorang menepuk pundak nya*


Sontak Sofia terkejut dan menoleh


"Oh... maaf aku mengagetkan mu ya?" kata orang itu


"eh.. iya tidak apa-apa!" ucap Sofia


"kamu pegawai baru disini ya ? aku baru pertama kali melihat mu " ucap orang itu lagi


"Iya aku baru masuk hari ini " ucap Sofia lagi


"O ya kenalkan aku Sukma " ucap orang itu yang ternyata bernama Sukma


"aku Sofia ". ucap Sofia lagi


"O ya kita makan siang bareng yu.. sudah waktunya makan siang " ucap Sukma mengajak Sofia


"baik lah ayo !" ucap Sofia sambil merapikan berkas berkas yang ia baca tadi kemudian berdiri dan berjalan mengikuti Sukma


"kita mau makan di mana?" tanya Sofia


"dekat sini ada warung makan yang makanannya enak, kau ikuti saja aku" ucap Sukma


"oke...!"


Ucap Sofia yang terus mengikuti Sukma,


mereka pun sampai di sebuah warung makan yang bersih letaknya di pinggiran jalan yang tak jauh dari kantor nya


"Nah... kita sudah sampai ayo duduk, kamu mau pesan apa? biar aku yang pesankan kamu duduk saja di sini" ucap Sukma


"Apa yang menurut mu enak di sini?"


tanya Sofia pada Sukma


"emm... menurut ku.. makanan di sini semua enak " jawab Sukma lagi


"ya udah aku pesan apa yang kamu pesan saja "


ucap Sofia lagi

__ADS_1


"ya sudah tunggu sebentar aku akan pesankan dulu " ucap Sukma kemudian ia berjalan ketempat pemilik warung untuk memesan makanan


tidak berselang lama Sukma pun datang dangan membawa dua piring nasi beserta lauk


" Nah.. ini menu andalan warung ini, semoga kamu suka"


Ucap Sukma sambil menyerahkan sepiring nasi beserta lauk nya ke pada Sofia. Sofia menerima dan mulai memakannya


"Bagaimana kamu suka?" tanya Sukma


"Iya ini enak, aku menyukainya. terimakasih ya Sukma" ucap Sofia


"syukur lah... kamu menyukai nya," Ucap Sukma lagi ia pun juga mulai memakan makanan milik nya setelah menghabiskan makanan mereka pun membayar dan kembali ke kantor


***


Sukma berumur 25 tahun ia sudah lama bekerja di kantor nya Rey sebagai sekretaris Angga


orang nya. ramah, baik , dan pandai bergaul,


Sesampai di kantor Sukma mengajak Sofia langsung menuju ruang rapat karena mereka sebentar lagi akan mengadakan rapat


"Sofia kita langsung ke ruang saja, sebentar lagi jam 2 ". Ucap Sukma


"Iya. " sahut Sofia


"tok...! tok...! " pintu diketuk dan dibuka oleh Sukma, kemudian Sukma masuk di susul oleh Sofia, setelah itu Sukma duduk di kursi yang


sudah di sediakan begitu juga dengan Sofia yang ikut duduk di sebelah Sukma


"Sofia bagaimana? apa kamu sudah mempelajari berkas yang aku berikan tadi" Ucap Angga


"Sudah pak " sahut Sofia


"Bagus... apa ada yang ingin kau tanya kan ?"


Ucap Angga lagi


"untuk saat ini tidak ada pak..!" sahut Sofia


semua sudah berkumpul di ruang rapat, mereka hanya menunggu Rey selaku pimpinan rapat juga CEO perusahaan itu,


5 menit kemudian Rey pun masuk ke ruangan itu,


semua anggota rapat berdiri memberi hormat


"selamat datang bos silahkan"

__ADS_1


ucap fani kepada Rey, Rey pun duduk di kursi nya dan memulai rapat itu


setelah rapat selesai semua membubarkan diri


Sofia berdiri dari tempat duduknya dan tiba tiba bayangan, ingatan Sofia melintas di kepala nya itu membuatnya terduduk kembali ia memegangi


kepala nya yang terasa pusing saat lintasan ingatan itu berputar kepala nya, wajah nya berubah menjadi sedikit pucat dan hidung nya mengeluarkan cairan merah hal itu dilihat oleh Rey ia menjadi khawatir, ia pun bergegas hendak mendekati Sofia namun keduluan Angga


"Sofia kamu tidak apa-apa? apa kamu sakit wajah mu sangat pucat?, hidung mu juga berdarah ". Ucap Angga dengan khawatir


"Sukma tolong ambilkan tisu untuk Sofia " ucap Angga menyuruh Sukma yang kebetulan masih ada di ruangan itu ia juga dekat dengan tempat menaruh tisu


"Ah.. iya ini tisu nya !" Ucap Sukma sambil menyerahkan tisu kepada Sofia dan Angga


Sofia mengambil tisu itu kemudian meletakkan di hidung nya ia pun mendongakkan kepalanya agar darah berhenti keluar dari hidung nya


"kalian berdua keluar dulu aku ingin bicara pada Sofia" Ucap Rey datar kepada Sukma dan Angga


"iya pak "sahut Sukma yang kemudian keluar dari ruangan itu


"Angga kamu keluar juga, apa kamu tidak dengar"


Ucap Rey lagi


"ta..! tapi bagaimana dengan "


Angga belum menyelesaikan perkataannya namun Rey menarik dan menyuruh nya cepat keluar dari ruangan itu


Angga pun terpaksa keluar meninggalkan Sofia


sekarang hanya ada Sofia dan Rey di ruangan itu


"Ada apa ini baru pertama masuk kerja kamu sudah begini, sebaiknya kamu pulang dan beristirahat tidak perlu bekerja"


Ucap Rey dengan datar


"Tidak, aku tidak ingin pulang sekarang dan aku akan tetap bekerja di kantor mu ini,


lagian aku tidak melanggar perjanjian kita kan"


Ucap Sofia dengan tegas


"dasar gadis aneh yang keras kepala"


Ucap Rey lagi dengan kesal


"Bodo..!" Ucap Sofia beranjak berdiri dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Rey yang masih kesal***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2