Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 45 kebohongan Sofia


__ADS_3

" ini tentang Fani apa kamu serius dengan Fani ?


Fani bilang dalam waktu dekat ini kalian akan meresmikan hubungan kalian berdua


apa itu benar..."


Tanya Sofia


"Kenapa.. kamu cemburu!" Ucap Rey


"Tidak " Ucap Sofia singkat


"Kalau tidak cemburu kenapa ingin tau ,


kamu cemburu kan..! "


Ucap Rey lagi menyunggingkan senyum entah kenapa hatinya merasa senang saat menggoda Sofia


"Sudah kubilang aku tidak cemburu, emangnya aku terlihat seperti orang cemburu gitu, nggak kali.. aku hanya ingin memastikan"


Ucap Sofia, sebenarnya ia memang cemburu melihat Rey jalan sama Fani tapi ia gengsi untuk mengakui sebisa mungkin ia bersikap biasa saja kalau melihat Rey dan Fani sedang jalan berduaan


"Memastikan..., apa yang ingin kau pastikan!"


Ucap Rey


"Ya.., memastikan apa kau benar-benar suka sama Fani , menurut ku Fani bukan wanita yang baik untuk mu"


Ucap Sofia


"Terus siapa wanita yang baik untuk ku ?"


Ucap Rey


"Ya nggak tau cari aja sendiri, asal... jangan sama Fani !, aku nggak mau melihat kamu kecewa lagi seperti dulu waktu di tinggal Siska jika kamu memilih Fani "


Ucap Sofia


kemudian ia keluar dari dalam mobil dan langsung berjalan meninggalkan Rey,


Rey terdiam saat Sofia mengatakan hal itu


kemudian ia menyusul Sofia yang hampir masuk ke dalam rumah


"Tunggu... Sofia tunggu aku"


Ucap Rey sedikit mengencangkan suaranya dan berjalan cepat untuk menyusul Sofia, tapi Sofia terus berjalan ia tak menghiraukan panggilan Rey merasa panggilan nya di abaikan Rey pun setengah berlari menyusul Sofia


"Gadis aneh ini selalu mengabaikan panggilan ku!" gerutu Rey namun ia tak marah sedikit pun akan sikap Sofia


akhirnya Rey sampai ia langsung memegang tangan Sofia untuk menghentikan langkahnya


mang Toni yang kebetulan ada di sana sedang membersihkan mobil, tersenyum menggeleng geleng kan kepalanya melihat kelakuan majikan nya itu


"Sofia tunggu, kau ini main pergi gitu aja jawab dulu pertanyaan ku?"


Ucap Rey sambil memegangi tangan Sofia dan terus berjalan berdampingan

__ADS_1


"Em.. oh.. kemarin habis pulang dari kantor aku bersama Sukma pergi ke pinggiran laut menikmati pemandangan langit sore setelah dari sana kami jalan lagi terus makan malam,


kalau luka ini aku jatuh karena kurang hati-hati "


Ucap Sofia berbohong ia tidak menceritakan yang sebenarnya karena takut Rey tidak percaya kalau Fani menyewa preman untuk membunuh nya, Sofia juga belum ada bukti sebab Sukma belum juga mengirimkan video yang berhasil direkamnya tadi malam


"Ha.. jatuh ko bisa, kalau jatuh kenapa wajahmu yang memar dan bibir mu terluka seperti bekas pukulan " Ucap Rey seperti tidak percaya dengan penjelasan Sofia


" Saat terjatuh pipi sebelah kanan ku terbentur sebab itu memar dan bibir ku terluka "


Ucap Sofia beralasan


Rey mengangguk angguk kan kepala tanda mengerti namun dihatinya kurang percaya dengan penjelasan Sofia meski penjelasan itu masuk akal


Saat di dalam rumah mereka di sambut dua pelayan


"Selamat pagi tuan, nyonya !" Sapa pelayanan itu


dengan ramah kepada mereka berdua


"Bi, nenek ada di mana?" tanya Sofia


" Nyonya besar ada di meja makan beliau menunggu tuan dan nyonya untuk serapan bersama!"


Ucap pelayanan yang satu nya


Sofia dan Rey pun berjalan menuju meja makan untuk menyusul nek Vida,


dau pelayanan yang tadi menyapa saling pandang kemudian tersenyum dan berbisik-bisik entah apa yang dibisikkan mereka berdua


"Nenek selamat pagi apa kabar?"


Ucap Sofia menyapa sambil mencium tangan nek Vida dan memeluknya


"Nenek, baik ayo duduk kita sarapan dulu "


Ucap nek Vida


setelah melepaskan pelukannya, sedang Rey sudah duduk terlebih dulu Sofia pun duduk di sebelah Rey dan mengambil sarapan untuknya


Sofia memilih sandwich sebagai menu sarapan pagi ini saat Sofia menggigit dan hendak mengunyah sandwich itu ia meringis


"Aaaww..... aduh....!" Ringis Sofia


"Kenapa sayang..? apa yang sakit?"


Ucap nek Vida khawatir


"Sedikit perih nek, Sofia lagi sariawan nggak papa nenek tidak perlu khawatir"


Ucap Sofia menghentikan sarapan nya


"Apa sudah di obati?" tanya nek Vida


"Sudah nek " sahut Sofia


dari arah dapur nampak bi Minah sedang membawa sebuah nampan berjalan menghampiri meja makan

__ADS_1


"Permisi tuan muda ini bubur pesanan tuan sudah siap"


Ucap bi Minah


"Berikan pada nya!" Ucap Rey sambil memberi isyarat untuk menyerahkan bubur itu kepada Sofia, bi Minah mengangguk dan meletakkan nampan berisi semangkuk bubur yang masih panas kehadapan Sofia


"Wahhh ... terimakasih bi " Ucap Sofia berbinar bahagia


ia senang bukan karena bubur dari bi Minah tapi karena Rey yang meminta bi Minah membuatkan bubur untuk nya, ternyata sebelum berangkat ke rumah nenek nya Rey menelpon bi Minah meminta dibuatkan bubur untuk sarapan pagi ini


setelah mengucapkan terima kasih Sofia langsung menikmati bubur itu


Sedang Rey terus memandang kearah Sofia yang berada di sampingnya itu hal itu tidak luput dari pandangan nek Vida, nek Vida tersenyum melihat Rey yang terus memandangi Sofia sambil menikmati sarapan nya


"Ya.. tuhan semoga cucuku Rey mendapatkan kebahagiaan dari gadis ini "


doa nek Vida dalam hati


Sedang Sofia merasa dirinya di pandangi pun balik menatap


"Kenapa kau melihat ku seperti itu?, apa kau juga mau bubur ini ?"


Ucap Sofia menawarkan bubur yang sedang di makan nya


"Ti... tidak kau habiskan saja" Ucap Rey gugup karena ketahuan sedang memperhatikan Sofia dari tadi


"Ya sudah kalau tidak mau ini enak lo, yakin tidak mau !"


Ucap Sofia lagi


Setelah serapan selesai Nek Vida pergi keruang kerja nya sedang Rey memilih duduk di ruang tengah dan Sofia pergi ke kamar, karena hari itu hari libur jadi Rey dan Sofia tidak pergi ke kantor dan menghabiskan waktu di rumah nenek nya itu


Rey merasa bosan duduk sendirian di ruang tengah walau tangan nya asyik memainkan ponselnya


entah kenapa ia memikirkan Sofia


"Ah .. kenapa aku jadi memikirkan gadis aneh itu,


kenapa aku merasa bahagia kalau berada di dekatnya"


Pikir Rey dalam hati


kemudian ia melangkah menuju kamar dimana Sofia berada saat masuk kedalam kamar Rey tidak melihat Sofia, ia pun berjalan menuju tempat tidur dan duduk di tepi ranjang, terdengar percikan air dari dalam kamar mandi


"Oh gadis itu ternyata di kamar mandi rupanya!" gumam Rey pelan


tanpa sengaja Rey melihat ponsel Sofia menyala dan bergetar tidak jauh dari tempat ia duduk,


Rey mengambil dan memeriksanya ternyata ada pesan masuk, kerena penasaran pesan itu dari siapa Rey pun membukanya ternyata pesan itu dari Sukma, ponsel Sofia tidak menggunakan sandi sehingga dengan mudah Rey membuka dan membaca isi pesan itu serta melihat video yang Sukma kirim


Ia sangat terkejut saat membaca pesan, serta


melihat video yang dikirimkan oleh Sukma,


Rey mengepalkan tangannya kerena marah saat melihat video yang Sukma kirim~~


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2