Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 104 Undangan


__ADS_3

Sedangkan Toni yang tadi mengantar Nek Vida dan Sofia sudah Rey suruh pulang lebih dulu


Rey melajukan mobil nya meninggalkan area parkir


...----------------...


Saat ini Rey dan Sofia berada di sebuah taman di depannya terdapat sebuah danau yang indah berhiaskan tanaman air yang bunganya bermekaran membuat hati orang yang melihatnya akan merasakan kedamai


Rey mengajak Sofia duduk di sebuah bangku yang berada tepat di bawah pohon rindang tidak jauh dari danau itu,, dari tempat mereka duduk terlihat jelas danau yang indah dan menenangkan hati


"Kenapa kau mengajakku ke sini?"


"Tidak ada,, aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu!!,, bagaimana menurutmu tempat ini? apa kau menyukainya?"


Ucap Rey tersenyum menatap Sofia


"Emm... Aku menyukainya!! Tempat ini sangat indah dan menenangkan perasaan,, selama aku disini aku tidak pernah tau kalau ada tempat seindah ini "


Ucap Sofia dengan pandangan berbinar menatap keindahan danau di depan nya


"Aku senang kalau kau juga menyukai tempat ini,, Aku sering datang kesini disaat aku sedang dalam perasaan yang buruk,, di tempat ini Aku bisa berpikir jernih, kau orang pertama yang ku ajak ketempat ini "


"Oh...,, benarkah...!! aku orang pertama yang kau ajak kesini,"


Ucap Sofia menatap Rey seakan tak percaya


apa yang diucapkan Rey kepadanya


Sofia mencari jejak kebohongan di mata Rey namun ia tidak menemukan apa - apa, kecuali tatapan penuh cinta dan kelembutan yang terpancar jelas di matanya


" Itu Benar...,, kamu orang yang pertama ku ajak kesini!!"


Ucap Rey lalu meraih tangan Sofia dengan lembut menggenggam dan mencium nya


Sofia terkejut dengan perlakuan Rey itu


"Fii,, terimakasih telah memaafkan ku dan memberiku kesempatan lagi, aku janji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi di masa depan, "


Ucap Rey lembut dan mempererat genggaman tangannya ia kembali mencium punggung


tangan Sofia kemudian meletakkan di pipinya


Sofia merasa tersentuh dengan kata kata dan perlakuan Rey selama tiga hari terakhir ini kepadanya, sebagai bentuk permohonan maaf serta penyesalan nya karena berlaku buruk terhadap Sofia


Perlakuan itu juga yang membuat Sofia luluh dan memilih untuk memaafkan serta memberikan kesempatan untuk Rey


"Kamu janji....!!"


Ucap Sofia mengangkat jari kelingking nya


"Iya... aku berjanji !!"


Ucap Rey menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Sofia


"Emmm...,, bagaimana kalau di masa depan kejadian seperti ini terulang lagi apa.....kam- !!"


"Ssttt .... tidak,, jangan katakan apa apa,,!!"


ucap Rey meletakkan jari telunjuk ke bibir Sofia lembut


"Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama jika itupun terjadi aku akan mendengarkan penjelasan mu dulu baru aku memutuskan,,


dan bila kau benar benar melakukan hal itu maka aku akan merebut mu kembali,, dan aku akan membunuh orang yang mencoba merebutmu dari ku ,"


Ucap Rey tegas namun lembut

__ADS_1


Sofia sedikit terkejut mendengar ucapan serta ancaman dari Rey


disatu sisi Sofia senang mendengar Rey akan mempertahankan nya, di satu sisi nya lagi Sofia merasa takut dengan ancaman Rey yang ingin membunuh orang yang berani mendekatinya


bulu kuduk nya meremang setelah mendengar kata BUNUH......


Bagaimana Sofia tidak merinding saat Rey mengatakan ancaman itu, terlihat raut wajah nya sangat serius dan penuh keyakinan kalau ucapan nya itu bukan sekedar ancaman bekaka


Seketika raut wajah Sofia berubah menjadi pucat setelah mendengar kata bunuh diri mulut Rey


"Fii.... Kamu kenapa? Kamu sakit? dimana yang sakit? hem ... katakan dimana yang sakit!!"


Ucap Rey panik ketika melihat wajah Sofia yang terlihat pucat ia meletakkan punggung tangan nya kedahi Sofia untuk mengecek kondisi nya


"T... tidak... Aku tidak sakit, aku tidak kenapa-kenapa, kamu tidak perlu khawatir seperti itu "


Sahut Sofia


"Beneran, kamu tidak apa-apa,, tapi kenapa? wajahmu pucat sekali !!"


Ucap Rey lagi serius


"I.. itu... mungkin...,,ah sebaiknya kita pulang saja hari juga sudah mulai gelap...."


Ucap Sofia gelagapan serta mengalihkan pembicaraan, ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada Rey


"Emmm.... ,, sebelum pulang bagaimana kalau kita cari makan malam dulu soalnya aku sudah lapar "


Ajak Sofia


"Iya... kita makan dulu, tapi kamu benar tidak apa-apa?"


"Ya.. aku baik baik saja, ayo…..!!"


Ucap Sofia beranjak berdiri dan berjalan pelan


Alhasil Rey pasrah ia tidak mau kalau Sofia marah dan tidak mau bicara lagi dengan nya


Mereka akhirnya tiba di sebuah restoran mereka masuk dan memesan makanan setelah selesai makan malam, mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang karena hari semakin larut,,


Akhirnya mobil pun sampai kekediaman mereka


"Fii,, kita sudah sam......,, yah ketiduran,,"


Ucapan Rey terpotong saat melihat Sofia sudah terlelap


" Pasti kamu kelelahan " gumam Rey pelan


sambil mengelus lembut pipi Sofia dan tersenyum


karena tidak tega membangunkan nya Rey pun mengendong Sofia yang tertidur lelap dari mobil sampai ke kamar


setelah sampai di dalam kamar Rey membaringkan tubuh Sofia pelan di atas tempat tidur dan menyelimutinya, tidak lupa ia juga sempat membersihkan kaki serta mengules kan salep luka di kaki Sofia, setelah semua dirasa selesai Rey pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


kemudian ia ikut tidur di sebelah Sofia dan memeluknya sampai ke alam mimpi


******skip******


satu Minggu telah berlalu semenjak kepergian Nek Vida ke luar negeri, hubungan Rey dan Sofia semakin membaik, Sofia juga telah sembuh total dan sudah bisa berjalan normal kembali


Angga dan Sukma juga beberapa kali telah mengunjungi Sofia, setelah mengetahui bahwa Sofia sakit dan tidak bisa masuk kerja


hari ini kembali Angga dan Sukma datang, selain ingin menjenguk mereka juga memberikan sebuah undangan pernikahan


"Hai ..fii.... apa kabar mu hari ini ?"

__ADS_1


Ucap Angga dan Sukma menyapa saat melihat Sofia duduk di meja makan


"Eh.. kalian sudah datang,, kabar ku baik !!


ayo duduk temani aku makan siang !"


ucap Sofia senang melihat kedatangan Angga dan Sukma


Angga dan Sukma pun ikut duduk di meja makan


"Bik,, tolong siapkan makanan untuk mereka juga ya ..."


"Baik non...!"


ucap bik Minah kemudian menyiapkan piring beserta makanan nya juga


"Terimakasih bik !! maaf sudah merepotkan "


Ucap Sukma


"Tidak apa-apa non Sukma !!,, bibi kebelakang dulu silahkan dimakan !!"


ucap bik Minah dan berlalu pergi kebelakang setelah menyiapkan semuanya


Akhirnya mereka bertiga pun makan bersama setelah menyelesaikan makan Angga lalu memberikan sebuah undangan kepada Sofia


"Wah.. undangan apa nih ...? "


ucap Sofia mengambil undangan itu


"Itu undangan pernikahan kami Minggu depan,, kamu harus datang dan jangan lupa dengan janji mu !!"


ucap Angga


"Hah... janji.,, janji apa ya....?:


"Eleeh... jangan pura pura lupa deh,, janji mu untuk memperkenalkan ku dengan Suami mu "


ucap Angga geregetan


"Kamu bilang kamu sudah menikah kan,, terus dimana Suami mu itu,, setiap kali aku berkunjung kesini aku tidak melihat ada orang lain selain kau,,"


ucap Angga lagi ia tambah geregetan melihat Sofia dengan tatapan polos nya


"Iya sebenarnya aku juga ingin berkenalan dengan Suami mu itu, tapi benar kata mas Angga setiap kali kesini kami tidak melihat ada orang lain selain kau dan para pelayan di rumah ini,,


bahkan saat kau sakit dia tidak ada,,


apa jangan -- jangan kamu.....!!"


"Bohong maksud mu...."


ucap Sofia memotong perkataan Sukma


Sukma mengangguk mengiyakan ucap Sofia sendiri


Sofia menggaruk pipinya yang tak gatal melihat ekspresi Sukma dan Angga saat menatap nya dengan penuh selidik


"Dengar ya kalian berdua,, untuk apa aku berbohong kepada kalian, ku rasa...... kalian pasti mengenal Suami ku....!"


ucap Sofia polos tanpa dosa


membuat dua orang lawan bicaranya menggeret kan gigi nya kesal,, karena menurut mereka Sofia sedang mempermainkan mereka berdua


"SOFIA.......!!!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2