
Tidak, aku tidak ingin pulang sekarang dan aku akan tetap bekerja di kantor mu ini,
lagian aku tidak melanggar perjanjian kita kan"
Ucap Sofia dengan tegas
"dasar gadis aneh yang keras kepala"
Ucap Rey lagi dengan kesal
"Bodo..!" Ucap Sofia beranjak berdiri dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Rey yang masih kesal***
Sofia keluar dan menuju meja tempat kerja nya ia masih memegangi tisu yang ada di hidung nya,
Angga dan Sukma yang melihat Sofia keluar dari ruang rapat dan berjalan menuju meja kerja nya mereka berdua menghampiri dan bertanya
"Sofia kamu sakit ya ...?" tanya Sukma
"kalau kamu sakit jangan dipaksain untuk bekerja" timpal Angga Sukma pun mengangguk setuju dengan perkataan Angga
"O..ya apa yang katakan bos pada mu ?" tanya Angga lagi
"Tidak ada, kalian tak perlu khawatir aku tidak sakit ini memang sering terjadi pada ku ,
tapi terimakasih atas perhatian kalian"
Ucap Sofia tersenyum saat melihat Sofia tersenyum jantung Angga berdegup kencang
"Ada apa ini, hanya melihat senyuman nya saja jantung ku sudah mau lepas kaya gini " pikir Angga dalam hati dan tangan nya memegangi dadanya
"beneran tidak apa-apa?" tanya Sukma lagi
"Iya...!, sebaiknya kalian ketempat kerja kalian, kalau bos besar lihat kalian berkumpul di sini nanti bos marah ".
Ucap Sofia sambil tersenyum lagi kepada mereka berdua
"Ya ..! baiklah tapi kalau ada apa - apa kamu bisa beritahu aku, jangan sungkan " Ucap Angga berlalu pergi meninggalkan Sofia, Sukma juga kembali kemeja kerja nya yang cuma berjarak sekitar satu setengah meter dari meja Sofia
tak terasa hari sudah sore satu persatu karyawan meninggalkan kantor karena sudah waktunya pulang Sukma juga sudah mau pulang ia menghampiri Sofia,
__ADS_1
"Sof pulang bareng yu.,! " ajak Sukma
"em.. maaf aku akan pulang bareng pak Rey , soal nya aku belum hapal jalan jalan di kota ini " Ucap Sofia dengan rasa bersalah
"Baik lah kalau begitu aku pulang duluan ya "
Ucap Sukma
"Iya maaf ya mungkin lain kali, sekalian nanti kamu ajak aku jalan jalan di kota ini ya " pinta Sofia
"oke...! aku setuju dah.....!" Ucap Sukma sambil meninggalkan Sofia
kemudian Sofia merapikan meja nya ia juga ingin pulang saat ia berjalan keluar kantor ia bertemu Shyfani
"Sofia mau pulang ya....!" tanya fani
" Iya mbak fani !" sahut Sofia
"ya.. udah bareng yu.." ucap fani lagi
"iya mbak " sahut Sofia
"kamu naik motor atau mobil?" tanya fani
"aku tadi naik mobil sama pak Rey, nah itu pak Rey aku duluan ya" Ucap Sofia kemudian berjalan meninggalkan Fani, menuju mobil Rey
kebetulan Rey juga sudah ada di sana menunggu Sofia,
Sofia pun masuk ke dalam mobil di susul Rey yang juga masuk ke dalam mobil, mobil itu pun melajukan meninggalkan area perkantoran itu
Fani yang melihat Sofia masuk ke dalam mobil Rey merasa geram dan marah ia bingung kenapa Sofia bisa pulang bersama Rey
"siapa sih.. Sofia itu kenapa ia bisa dekat sama pak Rey, harus nya aku yang pulang bersama pak Rey, aku kan sudah lama suka sama pak Rey aku juga sudah lama bekerja bersama nya"
pikir nya dalam hati sambil mengepalkan tangan dan menghentakkan sebelah kakinya ketanah
kemudian ia pergi menuju mobil dan pulang ke rumah nya,
di dalam mobil Fani masih kesal dan marah karena melihat Sofia pulang bersama Rey, hingga
__ADS_1
ia berpikir untuk menyingkirkan Sofia dari kantor itu juga akan menjauhkan Sofia dari Rey
"lihat saja nanti, Sofia kau akan ku buat tidak betah bekerja di kantor nya Rey "
pikir nya dalam hati sambil tersenyum misterius
Shyfani gadis cantik berumur 24 tahun berkulit putih, rambut pendek sebahu penuh Ambisi
juga manja karena ia adalah anak semata wayang
kedua orang tua nya
ia sudah lama menyukai Rey
bahkan ia menyukai Rey sebelum Rey bertemu dengan Siska.
ia sangat berambisi untuk menjadi nyonya Reyhan Dinata atau Rey
di tempat lain juga di dalam sebuah mobil perjalanan pulang Sofia dan Rey tidak ada yang berbicara satu sama lain, hingga akhirnya Rey mulai bersuara
"Apa apaan tadi saat rapat, kamu mau cari perhatian sama Angga"
Ucap Rey datar
"cari perhatian, apa... maksudmu ! oh.... jangan jangan kamu cemburu ya ....! sama Angga "
Sahut Sofia
"Cemburu...!. heh untuk apa aku cemburu jangan ke pedean kamu " ucap Rey lagi
"elleh... kalau cemburu bilang saja tak perlu gengsi, " ucap Sofia lagi
"Sudah ku bilang aku tidak cemburu lagian untuk apa aku cemburu dasar gadis aneh yang terlalu percaya diri"
"em.. bagus lah kalau kamu tidak cemburu.
Tapi untuk apa bertanya seperti itu " ucap Sofia lagi
Tapi tadi saat rapat aku merasa itu tidak asing seperti aku pernah mengalami nya di masa lalu dan juga bayangan bayangan ingatan itu sama persis seperti rapat apa jangan jangan dulu aku juga .....
__ADS_1