Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 94 Kecewa


__ADS_3

"Baik,, Aku Akan pergi,, sampaikan ucapan terimakasih ku kepada nenek karena telah menolong dan menyelamatkan ku ,,


Semoga kau bahagia dan tidak menyesal


aku permisi...""


ucap Sofia kemudian keluar dari kamar itu dengan perasaan hancur dan kecewa,, ia berjalan tanpa tujuan sambil menyeret kaki nya yang terasa sakit ia berjalan dan terurus berjalan tanpa perduli dengan sekitar hingga tanpa sadar ia telah jauh meninggalkan fila dan berada di sebuah hutan yang cukup lebat ia berhenti karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa nyeri dan sakit pada kakinya,, ia berhenti tepat di sebuah pohon yang cukup besar ia menangis sejadi jadinya tanpa ada yang tau, berteriak memaki Rey sambil memukul batang pohon yang ada di depan nya


" Dasar Rey b*****k ,, ba*****,, aku benci,,benciiiii,, aku membecimuuuuu......!!!"


teriak Sofia dengan marah, kesal, ia memukul-mukul batang pohon di hadapannya meluapkan amarahnya sambil berteriak-teriak.


tampa sadar kedua punggung tangan nya sudah mengeluarkan berdarah


air matanya turun begitu deras tanpa ia pun kehendaki


setelah puas meluapkan amarahnya pada pohonl yang tak bersalah itu, tubuh nya mulai merosot ke bawah dan terduduk di bawah pohon itu dengan menyenderkan punggung nya sesekali menyeka air matanya yang jatuh


saat ini perasaan nya sangat kacau sedih, marah, kecewa, benci, semua menjadi satu


saat ini ia sangat merindukan keluarga, orang tua nya namun ia belum bisa mengingat tentang orang tuanya meskipun beberapa ingatan muncul namun itu tidak membantu nya


jika ia memaksa kan diri untuk lebih jauh mengingat maka kepalanya terasa sakit seakan mau pecah dan darah segar akan keluar deras dari hidung nya, maka dari itu ia tidak mau terlalu memaksakan diri


namun saat ini ia sangat merindukan sosok orang tuanya


Sofia terus menangis, luka di punggung tangan nya juga sudah terasa perih di tambah kaki nya yang terasa ngilu dan sudah membengkak


perlahan pandangan nya menjadi kabur dan akhirnya tak sadarkan diri


Di tempat lain Sujo berjalan tergesa-gesa menyusul Nengsih, hingga ia bertemu dengan Nengsih yang juga berjalan terburu-buru di temani dua orang yang mengikuti nya


"Nengsih, bu Vida , bu Asih,, ayo cepat, kaki neng Sofia sudah bengkak "


Ucap Sujo mengajak ketiga orang itu untuk lebih cepat, di perjalanan Sujo menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Sofia dari awal hingga akhir, cerita Sujo sama persis yang sudah di ceritakan Nengsih kepada Nek Vida


saat itu Nengsih dan bu Asih berjalan tergesa-gesa dan berpas pasan di persimpangan jalan dengan Nek Vida yang juga ingin pulang ke fila karena urusan nya sudah selesai


melihat nek Vida Nengsih langsung menyapa nya


Nek Vida juga bertanya kenapa Nengsih sangat terburu buru


setelah di tanya Nengsih menceritakan kejadian yang menimpa Sofia, dan saat ini ia membawa Bu Asih, tukang urut untuk mengurut kaki Sofia yang terkilir

__ADS_1


mendengar cerita dari Nengsih tentu saja Nek Vida menjadi cemas dan khawatir kemudian mengajak Nengsih dan bu Asih untuk berjalan lebih cepat hingga bertemu dengan Sujo yang menyusul mereka


sekitar sepuluh menit berjalan mereka pun sampai ke fila


Nek Vida mempersilahkan mereka masuk,


setelah mempersilahkan masuk


Nek Vida langsung bergegas menuju kamar yang di tempat Sofia


"Tok ... tok..... tok....,, Sofia ini nenek "


ucap nek Vida membuka pintu dan masuk setelah mengetuk pintu


"Sofia,, kamu dimana ? nenek sudah membawa bu Asih untuk mengurut dan memeriksa kakimu !!


Rey.... kapan kamu datang ? dan di mana Sofia ? kenapa di panggil panggil nggak nyahut "


ucap nek Vida sedikit terkejut melihat Rey yang ada di kamar itu


"Wanita murahan itu sudah aku usir dari sini !! dia tidak pantas berada di sini "


ucap Rey sangat datar


ucap nek Vida marah


"Kau... apa hak mu mengusir cucuku heh,, berani sekali kalau mengusir nya dan mengatakan ia wanita murahan ""


"Apa lagi sebutan yang pantas untuk orang seperti itu,, aku datang dan mencarinya sampai kemari hanya untuk meminta maaf,, tapi saat aku sampai wanita itu....... nenek tau apa yang dilakukan nya di bukit ? aku melihatnya sedang berpelukan dengan laki laki lain begitu mesra nya,,,"


ucap Rey sambil menahan amarahnya ketika mengingat kejadian yang ia lihat di bukit tadi


" Kenapa nenek marah kepada ku ? Seharusnya nenek membela ku, bukan malah membela wanita itu,, aku cucumu bukan wanita itu !! dia pantas untuk di usir !!:


ucap Rey datar tanpa meninggikan suara nya


"Plak.... " sebuah tamparan mendarat di pipi Rey


"Cukup,, dia juga cucuku, kau memang tidak berperasaan, kau tau saat ini kaki sakit nya dan sudah membengkak saat jatuh di bukit dan tubuhnya demam akibat ketakutan berlebihan !!


yang kau lihat itu tidak benar,, apa kamu sudah mendengar penjelasan nya sebelum memutuskan untuk mengusir nya "


ucap nek Vida sambil menangis

__ADS_1


"Sekarang ikut nenek,, kamu harus tahu kebenaran nya!! "


ucap nek Vida lalu menarik Rey keluar dari kamar menuju ruang tamu dimana Sujo, Nengsih dan bu Asih di suruh menunggu


"Emm..... sebelumnya saya minta maaf kepada bu Asih,, karena yang ingin di urut tidak ada ......


dan....Sujo serta Nengsih tolong ceritakan kejadian di bukit tadi, apa yang terjadi sebenarnya ? kepada dia tanpa ada yang kalian tutup tutupi juga sejelas jelasnya agar laki laki b******k ini paham dan mengerti ,, apa yang di lihatnya hanya kesalahpahaman dan ketidak kesengajaan


"Tidak apa-apa, bu Vida saya mengerti !!"


ucap bu Asih


"Baik bu .,...!!"


ucap Sujo dan Nengsih


Setelah mendapat perintah dari nek Vida Sujo langsung menceritakan semua kejadian nya dari awal hingga berakhir Sofia yang berada di atas tubuh nya,,


"Begitu ceritanya, saya minta maaf itu asli tidak di sengaja,, neng Sofia tersandung akar saat berlari ketakutan,,dan jatuh menimpa tubuh saya


saya tau pemandangan seperti itu pasti akan membuat orang yang melihatnya akan berpikiran tidak senonoh, tapi itulah kejadian yang sebenarnya,,"


ucap Sujo menunduk saat menceritakan


"Benar,, den Rey saya saja sempat marah dan cemburu melihat calon Suaminya saya memeluk wanita lain,, padahal saya baru sepuluh menit meninggalkan mereka berdua di bukit untuk mengambil air minum yang kebetulan habis,,


tapi setelah mendengar penjelasan Abang Sujo dan melihat keadaan neng Sofia yang pingsan saat itu dan keadaan nya sangat kacau Neng jadi percaya kalau yang saya lihat itu tidak benar,,


ucap Nengsih membenarkan ucapan Sujo


Setelah mendengar penjelasan dari Sujo dan dibenarkan oleh Nengsih yang menjadi sangat bersalah


Bersambung


Sebelum Author mau ucapin terima kasih atas dukungan dan komentar nya!!


Author juga minta maaf πŸ™πŸ™ mungkin cerita nya lambat dan ngebosenin


maklumlah Author masih pemula masih amatiran


πŸ€—πŸ€— masih perlu banyak belajar


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2