Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 81 Seperti Anak Kecil


__ADS_3

Sedangkan Fani sendiri mendapatkan hukuman seumur hidup, karena melakukan tindak pidana berlapis,, dengan tuduhan melakukan pembunuhan berencana, menghancurkan properti milik orang lain, dan melakukan korupsi


sedang untuk ketiga orang suruhan Fani mendapatkan hukuman masing masing 25 tahun penjara.


Satu bulan setelah kepulangan Sofia dari rumah sakit kini ia sudah sembuh total luka bakar yang ada di tangan dan kakinya pun sudah sembuh bahkan tidak meninggal bekas samasekali


Sofia juga sudah bekerja di kantor Rey seperti biasa,, hanya saja sikap Rey sedikit berubah kepada Sofia. Rey lebih perhatian dan bersikap lembut kepala nya perubahan sikap nya itu malah membuat Sofia menjadi risih di tambah lagi dengan Angga yang juga selalu ikut ikutan ingin menempel dan dengan nya


menurut Sofia sikap mereka sedikit berlebihan


seperti hari ini di kantor saat menjelang jam makan siang tiba tiba Angga datang membawakan makanan untuk Sofia


"Tok.... tok...tok...." setelah mengetuk pintu Angga langsung masuk dan menyapa Sofia


"Hai ....fii...aku bawakan makan siang untuk mu kamu pasti belum makan siang kan ?? nih....!"


Ucap Angga sambil menyodorkan sebuah bungkusan yang berisi makanan


"Aku belikan makanan kesukaan mu loh...! pasti kamu menyukai nya,, di makan ya nanti kamu sakit kalau terlambat makan...!"


Ucap Angga lagi sambil menggoda Sofia


"Apa apaan,, Sofia jangan makan makanan itu,, ini makan yang ini saja ini lebih sehat dan enak..!"


Ucap Rey yang tak mau kalah sambil menyerahkan kotak makan siang


"Ini khusus buat kita dari nenek,, nenek yang mengirimnya,, ayo makan bersama...!"


Ucap Rey lagi lalu meraih tangan Sofia dan membawanya ke sofa yang tidak jauh dari meja kerja Sofia, Angga juga tidak mau kalah ia meraih tangan Sofia yang sebelahnya


"Fii .....fii....! tunggu,, kau makan punya ku saja ya...ya ...aku kan yang duluan ngasih makan ya...plis....!"


Ucap Angga seraya memohon


"Nggak bisa,, kamu nggak boleh makan itu, makan ini saja ini is-- ti--me---wa dari nenek ayo "


ucap Rey menarik tangan Sofia dan membawanya duduk di sofa,,Angga pun ikut duduk di sebelah kiri Sofia sedang Rey duduk di sebelah kanannya


Mereka berdua seperti anak kecil yang sedang berebut mainan membuat Sofia jengah melihat kelakuan mereka


"Fii...,, punya ku juga istimewa dan ini kesukaan mu terima ya ..!"


ucap Angga memohon


"Enggak bisa , nggak boleh ..!!"


"DIAM.....!!" terik Sofia


"Ada apa dengan kalian berdua ?? kalian seperti anak kecil saja!!,,


ini... makan punya Angga,,biar Angga yang makan,, dan makanan ini kamu yang makan !! biar adil "

__ADS_1


Ucap Sofia sambil menyerahkan bungkus dan kotak yang berisi makanan kepada meraka berdua


"Nah sekarang kalian berdua makan lah,, kalian pasti juga belum makan kan !!,, selamat makan....


aku permisi dulu "


Ucap Sofia lalu melenggang pergi meninggalkan Angga dan Rey yang duduk bengong sambil memegang makanan mereka masing masing


"Tu... tunggu,,fii...."


"Brakkk....!!" suara pintu di tutup kasar oleh Sofia


"Ini gara gara kamu Sofia jadi marah tuh dasar ganggu aja...!!"


ucap Rey


"Heh yang ada tu kamu yang buat Sofia ngambek


ngapain kamu bawain makanan juga "


Ucap Angga


"Kamu...!!"


"Kamu....,,!!


ingat ya Rey dengan kata kata mu dulu,,


apa kamu sudah lupa dengan ucapan mu sendiri heh !!


trus kenapa sekarang kamu jadi seperti ini


apa kamu juga jatuh cinta pada nya ??"


Ucap Angga


"A... apa...apa kata mu !!,, sudah lah lebih kamu keluar dari sini dan bawa makanan mu kembali "


ucap Rey menarik tangan Angga lalu mengeluarkan nya dari ruangan itu


"Rey...!! Rey kamu tega ya menyuruh ke ...."


ucapan Angga terpotong karena Rey langsung menutup pintu dengan kasar


"Brakk...!!"


"Dasar....!! pengganggu "


gumam Rey


sementara itu Sofia berjalan keluar dengan perasaan kesal

__ADS_1


"Eh .Sofia mau keluar makan siang ya...??


kebetulan aku juga mau makan siang nih bareng yuk....!!"


Ucap Sukma yang juga baru keluar dari ruangan nya


"Loh kenapa dengan wajah mu,, kelihatan nya kamu lagi kesal ! kesal sama siapa ??"


Ucap Sukma lagi saat ini mereka sudah berada di sebuah kafe yang tidak jauh dari kantor


"Iya nih... gue lagi kesal sama dua cecunguk pengganggu itu "


Ucap Sofia yang sudah duduk,, Sukma juga ikut duduk kemudian memesan makanan tidak berapa lama pesanan mereka pun datang


"Sukma apa kau masih menyukai pak Angga??"


tanya Sofia


"Uhuukk..... uhuukk....!!"


Sukma langsung terbatuk-batuk karena pertanyaan Sofia yang tiba-tiba


"Ah....a... apa,, emm gimana ya kalau boleh jujur. sih....,,, sebenarnya aku masih suka tapi..... kelihatan nya pak Angga menyukaimu deh "


ucap Sukma tak bersemangat


"Kalau kamu suka sebaiknya kamu tembak aja duluan,, aku sangat senang kalau kamu jadian sama dia "


ucap Sofia


"Apa maksudmu,, aku nembak duluan !! emangnya kamu tidak tertarik sama pak Angga secara dia terang terangan ngedeketin lo ,, terus kalau gue tembak dia ,, dia menolak bagaimana,,


mau di ditaruh di mana muka gue nanti "


"Aku nggak tertarik sama sekali sama pak Angga aku hanya menganggap nya sebagai teman dan rekan kerja itu saja,, maka nya aku sangat risih dengan kelakuan nya yang selalu cari cari kesempatan untuk mendekatiku ,,


makanya aku tu nyuruh lo nembak duluan kalau lo beneran suka sama pak Angga biar dia berhenti mendekati gue "


ucap Sofia panjang lebar


"Tapi kan geu perempuan ,, masa gue sih yang nembak duluan "


"Iya.... nggak papa ..!""


"Trus kalau ditolak gimana,,. ah.... sudah lah lebih baik kita cepat habiskan makanan ini treu balik ke kantor,, kenapa malah membahas soal ini sih "


"Oh.. jadi lo nggak mau ngungkapin perasaan lo,, trus mau sampai kapan perasaan lo,, lo pendam sendiri,, setidaknya lo tau apa jawaban dari perasaan lo, kalau lo katakan duluan "


"Iya sih kata kata lo ada benarnya juga,, tapi gue cukup bahagia kalau lihat dia bahagia walaupun kebahagiaan nya bukan sama gue kan kata orang cinta tidak harus saling memiliki "


"Heedeh Sukma Sukma setidaknya lo harus mengatakan perasaan lo pada nya,,

__ADS_1


***Bersambung


Maaf hari ini Author terlambat up nya***


__ADS_2