Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 102 Aku Tau Aku Egois


__ADS_3

Perlahan Rey duduk di tepi ranjang dan menatap nek Vida yang juga duduk di sebelahnya,, kemudian mereka menatap sendu ke arah Sofia yang terbaring di ranjang di samping mereka duduk


"Sebenarnya apa yang terjadi.......??"


gumam Rey dalam hati


...-------------...


Dua hari setelah kejadian itu kesehatan Sofia mulai membaik trauma ringan akibat kecelakaan masa lalu yang tiba-tiba muncul dalam ingatan nya pun perlahan bisa di kendalikan nya


dalam dua hari ini Sofia juga selalu mengacuhkan Rey dan bersikap dingin kepada hal itu membuat Rey sedikit frustasi,,


"Hah..... aku harus bagaimana lagi agar Sofia bisa memaafkan ku !!"


gumam Rey sambil mengusap kasar wajah nya


ia sudah hampir kehabisan cara untuk meminta maaf


saat ini ia sedang duduk melamun sendiri di ruang kerjanya sambil memikirkan cara untuk mencairkan hati Sofia lagi


"Tok ...tok..... tok....!!"


bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunannya


" Tuan,, makan malam sudah siap !! nyonya besar sudah menunggu anda untuk makan bersama "


ucap seorang pelayan dari arah pintu


"Iya aku akan kesana !!"


sahut Rey yang masih berada di dalam ruangan itu


Sofia berjalan perlahan mengunakan tongkat sebagai alat bantu ia keluar dari kamar menuju meja makan


Nek Vida yang melihat Sofia berjalan mengunakan tongkat kearah nya segera menghampiri dan membantu


"Sayang.....hati - hati,, sini duduk !!"


ucap Nek Vida yang membantu Sofia untuk duduk di salah satu kursi


"Seharusnya kamu tidak usah keluar kamar,, nanti bik Minah akan mengatakan makan malam ke kamar mu jadi kamu nggak usah repot-repot turun,, nenek khawatir dengan kaki mu !!"


ucap Nek Vida lembut setelah membantu Sofia untuk duduk

__ADS_1


"Tidak apa-apa nek,, Sofia ingin makan bersama nenek,, lagian kaki Sofia juga tidak terlalu sakit lagi !! Sofia juga bosan selalu makan sendiri di kamar "


ucap Sofia tersenyum manis


bertepatan setelah mengatakan itu Rey muncul dan duduk di sebelah Sofia


Sofia mendengus kesal melihat Rey yang duduk di sebelah nya namun tidak mengatakan apapun


ketiga nya sudah mulai makan,, dan tak ada lagi pembicaraan hanya terdengar suara senduk dan garpu


Rey sudah menyelesaikan makan nya begitu pun dengan Sofia


"Nek,, Sofia sudah selesai !! sekarang Sofia mau ke kamar dulu "


ucap Sofia perlahan berdiri dan meraih tongkat nya


"Rey bantu Sofia,, antar dia ke kamar "


"Nggak papa nek,, Sofia bisa sendiri "


"Sofia.....!! nenek takut kalau kaki mu kenapa napa !! "


akhirnya dengan terpaksa Sofia menuruti perintah nenek nya itu


setelah sampai di dalam kamar Sofia langsung mendorong Rey untuk menjauh dari nya


"Minggir,, aku bisa sendiri !! "


ucap Sofia ketus dan berjalan menuju tempat tidur


"Hah.... fii tidak bisakah kau memaafkan ku !!,,


aku harus melakukan apa lagi agar kamu memaafkan ku, "


ucap Rey menghampiri Sofia yang sudah duduk di tepi ranjang ia meraih tangan Sofia dan menggenggamnya


Sofia mencoba untuk melepaskan genggaman itu namun tidak bisa karena Rey menggenggam nya erat,, tapi tidak menyakiti Sofia


"Fii.... kau boleh memarahi ku, memukul ku, atau apa pun itu yang bisa membuat mu memaafkan ku,, tapi...... tapi ,, tolong jangan abaikan aku seperti ini,, aku.... aku mohon jangan diam seperti ini !! " Aku salah aku minta maaf "


ucap Rey dan tiba tiba memeluk Sofia erat


Sofia yang di peluk tiba-tiba terkejut dan memberontak

__ADS_1


"Lepas...... lepaskan.....Rey lepas.....!!"


"Tidak..... aku tidak mau melepaskan mu sebelum kau memaafkan ku !!"


ucap Rey mempererat pelukannya


"Lepas.... kau ingin membunuh ku,, aku.....aku tidak bisa bernafas... ini... ini sesak....!!"


ucap Sofia tersengal


mendengar ucapan Sofia Rey langsung melonggarkan pelukannya namun ia tak mau melepaskan nya


Sofia sendiri merasakan kalau tubuh Rey bergetar saat memeluknya,, mungkin menahan tangisnya agar tak terdengar Sofia juga merasakan kalau punggung sedikit basah


"Maaf ...fii..aku tau aku egois,, tapi aku tidak bisa melepaskan mu biar kan seperti ini sebentar lagi,, aku mencintaimu sangat sangat mencintai mu,, aku melakukan kesalahan itu karena aku cemburu,, aku cemburu melihat kau bersama Angga, apa lagi saat melihat cincin di jari mu , ku pikir itu pemberian Angga,, aku juga cemburu saat melihat kau dipeluk laki laki katrok itu ,, padahal aku menyusul mu untuk minta maaf


tapi tapi saat aku melihat mu di peluk orang aku kembali merasa sangat cemburu,, aku mohon maafkan aku....."


ucap Rey pelan masih memeluk Sofia dan tidak ada niat untuk melepaskan pelukan itu


mendengar penjelasan, dan usaha Rey untuk minta maaf kepadanya membuat Sofia menjadi luluh perlahan Sofia membalas pelukan Rey


Rey merasa kalau Sofia membalas pelukan nya


itu membuatnya menjadi sangat nyaman dan enggan untuk melepaskan pelukan itu


perlahan tubuh Rey menjadi rileks dan berhenti bergetar nafas nya pun mulai teratur hingga ia terlelap dengan posisi memeluk Sofia


"Rey.....Rey....." panggil Sofia sambil menepuk-nepuk punggung Rey lembut


namun tidak ada jawaban


"Apa dia tertidur ?? "


gumam Sofia dalam hati


perlahan Sofia melepaskan pelukannya dan membaringkan tubuh Rey ketempat tidur dengan susah payah setelah selesai


Sofia juga ikut berbaring,, menghela nafas sambil memandangi wajah Rey yang sudah terlelap


sampai akhirnya ia pun ikut tertidur


bersambung

__ADS_1


__ADS_2