Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 41 lakukan dengan bersih, jangan ada kesalahan


__ADS_3

"Mana ya dokumen dan berkas itu perasaan ku simpan di dalam laci ini ko nggak ada ya...!"


Ucap nya dalam hati ia bertambah khawatir karena tidak dapat menemukan dokumen beserta berkas yang ia sembunyikan selama ini


semua isi lemari dan laci yang ada di dalam lemari itu sudah berantakan dan dikeluarkan namun ia tidak kunjung menemukan apa yang ia cari,


"Aku yakin kalau aku menyimpan nya disini didalam laci ini, pasti ada orang yang sudah mengambil nya, , jangan - jangan benar Sofia yang telah masuk keruangan ku dan mengambil nya, gawat ..! " pikir nya dalam hati~~


Kemudian ia membuka laptopnya untuk mengecek cctv yang ada di ruangan nya itu untuk memastikan bahwa dugaannya itu benar,


Saat di periksa ia tidak menemukan apa pun didalam rekaman cctv itu


Fani bertambah cemas dan khawatir Fani mondar-mandir sendiri di dalam ruangan nya itu sambil memegang kapala dengan kedua tangannya dan membuang nafas kasar


"Huuhh...! ini tidak bisa dibiarkan, kalau benar Sofia menemukan bukti itu maka aku dalam masalah besar , aku harus segera bertindak, saat ini Sofia adalah ancaman terbesar buat ku


Aku harus menyingkirkan nya sebelum ia memberikan bukti itu,"


pikir nya dalam hati kemudian Fani mengambil ponselnya dan menelpon seseorang,


"Halo temui aku di tempat biasa, ada pekerjaan buat kalian!"


Ucap Fani kemudian menutup ponselnya


kemudian Fani meninggalkan kantor


sebelum pergi Fani sempat bertanya kepada karyawan kantor


"eh . Yuda apa kamu pernah melihat ada orang yang masuk keruangan ku ? saat aku tidak ada "


Tanya Fani pada Yuda karyawan kantor itu juga


"Tidak bu Fani , saya tidak pernah melihat ada orang yang masuk keruangan bu Fani, kecuali bu Fani sendiri yang memintanya "


Ucap Yuda


"Ya sudah sana kembali bekerja "


Ucap Fani setelah menanyakan perihal itu Fani langsung pergi menuju suatu tempat yang dijanjikan melalui ponsel nya tadi


Di sebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari kantor tempat nya bekerja Fani menemui dua orang bertubuh besar dan banyak tato menghiasi pergelangan tangan mereka, Fani masuk ke dalam kafe itu dan duduk di meja sebelah dua orang yang bertubuh besar itu dengan posisi membelakangi dan memesan segelas minuman


"Bos...! pekerjaan apa yang harus kami lakukan"


Ucap salah satu pria itu yang bernama Baron


"Pekerjaan nya sangat mudah kalian harus memberi pelajaran kepada seorang wanita bernama Sofia foto nya akan ku kirim ke ponsel mu, kalau perlu singkirkan dia kerena wanita ini telah menghalangi jalan ku , Ingat lakukan dengan bersih aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun, jika terjadi sesuatu jangan pernah bawa - bawa nama ku!"


Ucap Fani menjelaskan


"Siap bos...! bos tenang saja, kapan kami harus melakukan pekerjaan ini " Ucap pria bernama Baron

__ADS_1


"Malam ini, Ingat lakukan dengan bersih,


dan ini bayaran untuk kalian sisanya nanti kalau kalian sudah menyelesaikan tugas dengan baik!"


Ucap Fani kemudian beranjak pergi meninggalkan kafe itu setelah membayar minuman yang ia pesan


Setibanya di kantor Fani berjalan cepat menuju ruangan nya, ia ingin segera sampai keruangan nya agar tidak ada yang curiga kalau ia telah meninggalkan kantor


"Fani dari mana kamu? " Ucap Angga mengagetkan Fani yang hendak membuka pintu ruangannya


"Eh.. iya .. pak Angga ada apa?" Ucap Fani gugup


karena ia sangat terkejut tiba-tiba Angga sudah ada di belakangnya


"Dari mana kamu? kata Yuda kamu tadi keluar"


Ucap Angga mengulangi pertanyaannya


"Sa..saya.. tadi habis buang sampah di luar,


ada apa bapak mencari saya "


Ucap Fani terbata karena masih gugup takut ketahuan


"Oh.. berkas yang kemarin mana?". Ucap Angga lagi


"Ada pak di dalam mari silahkan masuk, saya ambil kan dulu"


Setelah Angga mendapatkan berkas yang ia cari ia pun pergi dari ruangan Fani


Fani merasa lega karena Angga tidak sedikit pun menaruh curiga pada nya


Malam hari pun tiba kesempatan yang di tunggu-tunggu Baron dan temannya itu pun datang mereka mengikuti Sofia sejak Sofia meninggalkan kantor bersama Sukma menggunakan motor,


hari ini Sofia pulang diantar Sukma namun sebelum pulang mereka sempat jalan jalan menikmati keindahan kota di sore hari hingga malam tiba, kemudian mereka mencari tempat makan. Sebelum Sukma mengantar Sofia pulang


sebenarnya Sofia terpaksa pulang di antar Sukma, karena Rey lebih memilih mengantar Fani pulang dari pada pulang bersama nya


Sukma melajukan motornya dengan kecepatan sedang hingga mereka melewati jalanan sepi lampu penerangan jalan umum pun ada yang tidak menyala, tiba-tiba mereka dicegat dua orang pria bertubuh besar yang tidak lain adalah Baron dan temannya bernama Jack


"Berhenti..! cepat turun..!" Ucap Baron pria bertubuh besar itu


Sukma kaget karena tiba-tiba ada dua pria yang tidak dikenal mencegat dan menyuruh berhenti


ia pun segera menghentikan laju motor nya


"Ada apa ini, siapa kalian?"


Ucap Sofia yang sudah turun lebih dulu dari motor


"Aah... jangan jangan banyak omong rasakan ini..!"

__ADS_1


Ucap pria yang bernama Baron langsung melepaskan tinjunya kepada Sofia


Sofia yang belum siap dengan serangan itu langsung jatuh tersungkur ketanah


"Aaakkh... !"


ringis Sofia kesaksian sudut bibirnya mengeluarkan darah


"SOFIA....!"


teriak Sukma ia langsung berlari ke arah Sofia dan membantu nya untuk berdiri


"Apa - apaan kalian? siapa kalian kenapa kalian menyerang kami ?"


Ucap Sukma marah


"Ahh... minggir kamu jangan ikut campur!,


Jack pegang wanita ini jangan sampai lepas!"


Ucap Baron


Pria yang di panggil Jack itu pun dengan cepat menangkap Sukma dan memeganginya


Sukma berontak dan berteriak minta tolong


"TOLONG.....! TOLO....!"


pria yang bernama Jack itu langsung membungkam mulut Sukma dengan kuat sehingga suara Sukma teredam dan hampir tak kedengaran walau ia berteriak sekuat tenaga


"Lepaskan teman ku,! jangan ganggu dia ! "


Ucap Sofia sambil menahan sakit di wajah nya akibat terkena tinju dari Baron yang tiba-tiba


tapi pria yang bernama Baron itu terus menyerang Sofia dengan brutal sehingga Sofia beberapa kali terkena tinju dan pukulan di bagian perut dan terjatuh kembali ketanah


Sukma yang melihat kejadian itu di depan matanya tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa menangis dan terus memberontak agar terlepas dari pria yang bernama Jack itu.


Baron kembali hendak menyerang Sofia dengan sebilah pisau di tangan nya saat Baron mengayunkan tangannya untuk menikam Sofia dengan pisau milik nya,


Tiba-tiba Sofia melempar kan debu yang ada di genggaman tangan nya tepat ke wajah Baron


alhasil Baron tidak bisa menyerang Sofia lagi karena mata nya kemasukan debu hingga berteriak kesaksian dan mengumpat


"Dasar wanita ja**** sia**n awas kau...!"


Ucap Baron kesakitan memegang kedua matanya, kesempatan itu dimanfaatkan Sofia untuk menyerang Baron ,


Dengan sekuat tenaga ia menendang bagian bawah milik Baron, Baron langsung terjatuh ketanah dan kesakitan berguling-guling sambil memegangi perkutut kesayangan nya ~~


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2