Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 65 Senjata makan tuan


__ADS_3

sebelumnya


doa Angga dalam hati ia terlihat bingung sesekali menggaruk kepalanya yang tak gatal dan menatap pintu masuk restoran,, sesekali ia juga menatap jalan yang menuju toilet berharap Rey jangan datang dulu sebelum ia berhasil menukar minuman itu


dalam keadaan bingung bagaimana cara menukar minuman itu


tiba tiba seseorang datang menyapa


"Hey.... Fani , kamu Fani kan"


Ucap orang itu


"Eh.. iya aku Fani, anda siapa ya ..!"


Ucap Fani sedikit bingung dengan orang yang menyapa nya


"Kamu lupa ya..., sama aku,. aku Bagas teman kuliah mu dulu "


"Oh...,, Bagas... iya,,, iya aku ingat sekarang,


wah...tambah genteng dan gagah saja kamu "


Puji Fani


"Ah,, kamu bisa aja, kamu juga tambah cantik aku jadi pangling tadi "


Ucap Bagas


"Kamu kesini sama siapa?"


Ucap Fani


"Aku cuma sendiri, kebetulan aku mau cari makan di restoran ini"


Ucap Bagas lagi


Saat keduanya asyik mengobrol itu menjadi kesempatan Angga, ia segera menukar gelas Rey


dengan gelas punya Fani sendiri


tentu Angga melakukan itu saat Fani lengah dan kebetulan juga minuman yang di pesannya sama,


setelah berhasil menular gelas itu Angga bersorak gembira dalam hati


"O..ya apa dia pacar mu "!


tanya Bagas sambil melirik kearah Angga yang asyik sendiri menikmati makanan nya tanpa merasa terganggu sama sekali


"Bukan,, bukan, dia salah satu bos aku, o ya kenakan ini pak Erlangga, dan yang baru datang ini nama pak Reyhan,, mereka bos aku "


Ucap Fani buru buru menjelaskan


kebetulan pada saat itu Rey datang dan langsung duduk di kursi nya


"O.ya.. pak Rayhan,,,pak Angga kenakan ini teman ku, namanya Bagas"


Ucap Fani memperkenalkan


"Iya... apa kabar Bagas aku Angga, dan dia Reyhan, atasan kami "


sahut Angga


"Iya salam kenal juga, Aku Bagas "


ucap nya sambil mengulurkan tangannya,, Angga dan Rey menyambut uluran tangan Bagas


dengan ramah


setelah berkenalan Bagas berkata kepada Fani


"Oya Fani,,Rey,, Angga Aku mau kesana dulu ya!"


ucap Bagas


"Kamu mau kemana? lebih baik kamu gabung sama kita aja disini, lagian kamu sendirian kan"


Ucap Angga

__ADS_1


"Memangnya boleh bos....! "


ucap Fani kaget


"Apa benar aku boleh gabung disini,?"


tanya Bagas meyakinkan


"Tentu saja boleh,, iya kan Rey , kamu kan teman nya Fani kalian juga pasti baru bertemu kan ?


Ucap Angga


sedangkan Rey hanya mengangguk kepada tanda ia setuju


"Baiklah,, terimakasih semoga aku tidak mengganggu kalian"


Ucap Bagas kemudian ia duduk dan bergabung


"kamu tidak mengganggu kami "


Ucap Angga lagi


Bagas pun memesan makanan untuk nya


melihat Bagas sudah duduk dan memesan makanan


Angga tersenyum ia sudah memikirkan sesuatu di otak nya


ia melirik ke arah Bagas dan Fani, kemudian kearah Rey dan tersenyum lagi entah apa arti dari senyuman Angga itu


tak menunggu lama pesanan Bagas pun datang akhirnya mereka berempat makan dengan tenang


Angga yang pertama menyelesaikan makan nya ia kemudian berkata


"Rey,, cepat selesaikan makan mu ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan,, ini sangat penting"


Ucap Angga pelan namun masih bisa di dengar Fani dan Bagas


"Soal apa,, apa yang ingin kau tunjukkan pada ku ?"


Ucap Rey datar


Ucap Angga lagi


"Baiklah"


sahut Rey kemudian ia segera menyelesaikan makan dan menghabiskan minuman nya


Fani tersenyum senang melihat Rey telah meminum,, minumannya


"Bagus habis kan minuman itu, dan... sebentar lagi aku akan datang pada mu setelah itu kau akan jadi milikku,,, tunggu aku sayang,,,"


Ucap Fani dalam hati


setelah bergumam dalam hati Fani menenggak minuman nya yang sudah ditukar Angga


melihat itu Angga tersenyum ada kepuasan dalam hati nya karena ia sudah berhasil menukar minuman itu tanpa sepengetahuan siapa pun


"Rasain lo wanita licik,, minum sampai habis perangkap lo sendiri,, ha ha ha ... ini yang di bilang orang senjata makan tuan,,,habis lo.."


ucap Angga dalam hati ia sangat bahagia karena bisa menyelamatkan Rey dari minuman laknat yang berikan Fani


Angga tau pasti yang di masukan Fani kedalam minuman itu obat penambah gairah untuk menjebak Rey ,


setelah itu Angga berkata dengan tenang


"Oya,,Fani sebaiknya kamu temani, temanmu ini dulu ,, aku dan Rey ada urusan penting yang harus kami lakukan sebelum kita pulang ke kota A "


Ucap Angga


"Oya.. Bagas maafkan kami, kami harus pergi dulu maaf ya....sampai jumpa lagi ,,


dan kamu Fani pesawat kita akan berangkat pukul sembilan lewat dua puluh lima menit jangan sampai terlambat


kalau kamu terlambat akan kami tinggal "


Ucap Angga

__ADS_1


"Iya pak Angga saya mengerti ""


Ucap Fani


"Kalau begitu kami pergi dulu,, sampai nanti"


Ucap Angga lagi sambil mengajak Rey dari tempat itu


Bagas menatap kepergian dua orang itu yang terburu-buru


"Fani, kelihatan nya bos mu sangat sibuk ya?"


Ucap Bagas


"Mungkin,,,,! sudahlah bagaimana kabar mu sekarang?


tanya Fani


"Aku baik" Sahut Bagas


"Oya,,, cepat selesai kan makan mu Aku mau istirahat sebentar sebelum berangkat"


Ucap Fani sebenarnya ia ingin menyusul Rey


"pasti obat nya sudah mulai bekerja aku harus cepat cepat menemui Rey ah... aku sudah tidak sabar merasakan sentuhannya "


pikir nya dalam hati setelah beberapa saat


ia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya


ia merasa tubuhnya gerah dan panas pada hal restoran itu AC nya nyala


"Ada apa dengan mu Fan ,, kamu sakit?"


tanya Bagas yang melihat Fani gelisah wajah nya sedikit memerah


"Aku tidak apa-apa,, !"


Ucap Fani ia menatap Bagas penuh nafsu


tangan nya mulai nyentuh paha Bagas, sontak


Bagas terkejut dengan sikap Fani yang berani


"Ada apa....heh,, kau merindukan ku ...!"


Ucap Bagas menggoda sambil terkekeh


Fani sedikit mengangguk malu


ia heran dengan diri nya kenapa tiba-tiba seperti ini, ia sadar namun ia tak bisa mengendalikannya


ia juga masih menginginkan Rey, tapi pesona pria depan nya ini membuat nya gila'


" Duhh .. ada apa dengan ku , kenapa tubuh ku tidak bisa ku kendalikan "


pikir nya dalam hati


"Bagas tolong antara kan aku ke hotel tempat ku menginap tidak jauh ko dari sini "


Ucap nya penuh manja tangannya tak bisa diam ia terus menyentuh tubuh Bagas


"Fani,, jangan seperti ini malu dilihat orang, sebenernya apa yang terjadi pada sih.


baiklah aku akan mengantarmu tapi jangan seperti ini aku malu,,"


Ucap Bagas ia kemudian membawa Fani keluar restoran itu dan menuju hotel tempat Fani menginap bersama bos nya


dalam perjalanan menuju hotel Fani bergelayut manja tangannya tak bisa diam ia terus meraba tubuh Bagas


sesampai di dalam kamar hotel tempat Fani menginap Fani langsung mencium bibir Bagas dan ****** nya dengan rakus tentu saja Bagas kaget melihat ke keagresifan Fani terhadap nya,


ia pria normal tentu jiwa laki laki meronta meronta tak menyia-nyiakan kesempatan itu


Bagas langsung membalas ciuman Fani


dengan rakus juga ia merasa tertantang dengan keagresifan Fani

__ADS_1


bersambung


__ADS_2