Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab27 nenek jadi marah


__ADS_3

Terimakasih bi kalau begitu Sofia ke halaman belakang dulu Sofia sangat kangen sama nenek "


Ucap Sofia dengan sopan pada bi Minah ia pun berlalu pergi menuju halaman belakang untuk menemui nek Vida yang sudah dua Minggu ini tidak bertemu padahal mereka sering berkomunikasi satu sama lain bahkan juga sering video call an namun tetap saja seperti orang yang sudah lama tak bertemu sesampai nya di halaman belakang Sofia melihat seorang wanita tua sedang duduk di taman sambil menikmati secangkir teh dan camilan sore


"Nenek....!"


Panggil Sofia sambil berjalan cepat menuju nek Vida yang tengah duduk santai, ia memeluk erat nek Vida sambil berkata


"Nenek kenapa tidak memberi kabar pada ku kalau nenek pulang hari ini"


Ucap Sofia dengan manja sambil melepaskan pelukannya ia bergelayut manja di pergelangan tangan wanita tua yang disebut nenek itu


"Nenek mau kasih kamu kejutkan.! mana Rey kamu kesini sama Rey kan?" tanya nek Vida


"Nggak tau tadi ku tinggal masuk mungkin sebentar lagi ia menyusul ke sini !" Ucap Sofia ia masih memeluk pergelangan tangan nenek nya dan menyandarkan kepalanya ke pundak nek Vida dari kejauhan terlihat seorang laki-laki tampan datang menghampiri mereka


"Nenek apa kabar?" Ucap nya sambil menyalami dan mencium punggung tangan nenek nya itu serta memeluk, mencium pipi nya yang mulai keriput dengan lembut


"Nenek baik, kamu bagaimana sehat kan?" balas nek Vida


"Seperti yang nenek lihat aku baik baik saja" Ucap Rey sambil melepaskan pelukannya dan duduk di kursi sebelah nenek nya itu sedang kan Sofia masih bergelayut manja di sebelah pergelangan tangan nek Vida,


Rey yang melihat kelakuanku Sofia jadi sedikit merasa jijik


"heh lepas kan pelukan mu dari pergelangan tangan nenek ku!"Ucap Rey datar


"kenapa kau ini! datang datang mengganggu saja, " Ucap Sofia


"Cepat.. lepas kan pelukan mu itu atau..."


"Atau apa heh memang nya apa yang akan kau lakukan padaku?"

__ADS_1


"Cepat lepas...!" Ucap Rey lagi sangat datar ia


tambah kesel pada Sofia yang seperti anak kecil saja


"NGGAK MAU ...!, nenek memangnya aku nggak boleh peluk nenek aku kan masih kangen sama nenek "


Ucap Sofia dengan mata yang berkaca-kaca dan ekspresi wajah cemberut


"tentu boleh sayang siapa yang bilang nggak boleh " Ucap nek Vida dengan lembut


"Tuh kan... nenek bilang boleh, dasar.... Wook..!"


Ucap Sofia cemberut, sambil menunjukkan lidah nya kepada Rey


"Tapi kan nek, nenek baru saja pulang pasti sangat lelah dan butuh istirahat!"


Sahut Rey lembut kepada nenek nya


"Tuh kan nenek jadi marah dan pergi gara gara kamu sih...!" Ucap Sofia


"Bukan gara gara aku tapi kamu yang kaya anak kecil!" Ucap Rey datar


"Kamu..!"


"Bukan tapi kamu..!"


"dasar tembok pengganggu "


Ucap Sofia lagi dengan kesal dan berlalu pergi meninggalkan Rey di taman belakang itu


mereka berdua tak sadar bahwa ada dua pasang mata sedang memperhatikan mereka berdua yang sedang beradu mulut

__ADS_1


"Sungguh pasangan yang sangat aneh"


Ucap nya sambil menggeleng geleng kan kepalanya dan tersenyum


"Iya pak baru kali ini aku melihat pasangan yang seperti itu " sahut wanita yang ada di sebelah nya sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal bingung melihat tingkah tuan dan nona muda nya


"Sudah bu, mari kita masuk hari sudah hampir magrib " Ucap sang suami,


Ya mereka adalah Bowo dan Surti yang kebetulan melewati taman belakang itu dan tak sengaja melihat perdebatan pasangan baru itu


Sofia sebenarnya ingin menyusul nek Vida untuk minta maaf, namun nek Vida sudah keburu masuk ke kamar nya, Sofia tak berani untuk menyusul nek Vida ke kamar nya jadi ia memilih pergi menuju kamar nya, maksud nya kamar Rey yang sudah menjadi kamarnya juga


"Setelahnya shalat magrib nanti aku akan menemui nenek ke kamarnya untuk meminta maaf " pikir Sofia dalam hati


Sedangkan Rey yang ditinggalkannya di taman belakang memilih pergi menuju ruang kerja nya di kediaman itu karena ia tau kalau saat ini Sofia ada di kamar nya, kalau ia masuk ke kamar itu mungkin akan berdebat lagi dengan Sofia ia tak mau membuat nenek nya tambah marah,


Setelah mengerjakan shalat magrib Sofia mondar-mandir sendiri di kamar nya ia sedikit takut karena ini pertama kali nya ia membuat nek Vida marah saat asyik mondar-mandir sendiri di kamar Sofia di kaget kan dengan suara ketukan pintu " Tok...! tok..! "


"ya tunggu sebentar!" ucap Sofia sambil berjalan membukakan pintu


"Cek clik..!" suara pintu dibuka Sofia


"Ada apa bi " Ucap Sofia


"Anda sudah di tunggu di meja makan untuk makan malam" Ucap pelayan yang mengetuk pintu tadi dengan sopan,


"Oh ya.. aku akan segera turun ke bawah, terimakasih bi " Ucap Sofia dengan ramah kepada pelayan itu kemudian ia berjalan menuruni anak tangga sesampai nya di bawah tepat di meja makan ternyata Rey dan nek Vida sudah menunggu dan memulai acara makan malam nya, Sofia datang dan duduk kemudian ikut makan karena dimeja sudah tersedia makanan untuk Sofia,


saat makan tidak ada yang...........


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2