Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 79 Kabar Buruk


__ADS_3

Setelah memeriksa keadaan, dokter menyuruh perawat itu menyiapkan alat


"Sus,, tolong siapa kan alat nya dalam hitungan ketiga ya ...satu.......dua... tiga......


blukk ...... blukk..... blukk...!! ""


dokter meletakkan alat pemicu detak jantung ke dada Sofia satu kali tidak ada respon dua kali masih tidak respon tiga kali, empat kali sampai beberapa kali alat itu diletakkan di dada Sofia namun masih tidak ada respon hingga dokter berhenti dan menyerah


"Hehhh......Sus kita sudah kehilangannya......!!"


ucap dokter menghela nafas pelan


"A.... Apa dok, ke.. kehilangan,,.....a... apa ma.... maksud dok..... dokter ?"


tanya Rey terbata bata ia tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengan


"Iya tuan Rey,, kita kehilangannya..!! maaf kami sudah berusaha namun Tuhan berkehendak lain.


Sus tolong catat jam berapa kita kehilangannya pasien..!"


"Iya dok....!!"


"Tidak..... tidak.mungkin ,, i... ini pasti salah Sofia tidak mungkin pergi,, dokter pasti bercanda kan ...


Iya kan "


ucap Rey terbata ia menarik kerah baju dokter itu dan melampiaskan kekesalannya


"Katakan dokter,, katakan itu tidak benar,, So.... Sofia gadis yang kuat tidak mungkin ia pergi,, dokter pasti salah tolong.... tolong periksa lagi !!"


Ucap Rey lagi sambil mengguncang guncang tubuh dokter itu


air mata Rey mengucur deras tanpa terasa


"Tuan harus bersabar,, Maaf kan kami !!"


"TIDAK.....!! TIDAK.....!!


"Sofia ayo bangun,, aku bilang bangun,, Sofia cepat bangunnnn....... hiks... hiks...."


Rey mengguncang guncangkan tubuh Sofia yang terbaring di ranjangnya namun tidak ada respon apapun


dengan berlinang air mata seakan kaki nya tidak berpijak di lantai dadanya sesek saat mendengar ucapan dokter tanpa sadar ia berjalan mundur hingga punggungnya menyentuh dinding ruangan kemudian terduduk dan tersandar didinginkan ruangan itu ia menutup mulutnya dengan kedua tangan


"TIDAK......."" tidak...... aaaakhh..."


So... Sofiaaaaa.......!;""


setelah berteriak mengatakan semua itu tiba tiba Rey pingsan


Melihat Rey pingsan dokter segera memberikan pertolongan kepada Rey

__ADS_1


sedangkan Suster yang menangani Sofia sedikit kaget melihat salah satu kabel yang menghubungkan detak jantung Sofia ke monitor ada yang lepas


"Dok.... dok... maaf coba lihat kesini,, ada salah satu kabel yang terlepas dari pasien padahal saya belum menyentuh dan melepaskan nya "


Ucap Suster


"Ya Sus,, ada apa? apa maksud Suster ?,, kabel yang terlepas!! ""


"Iya dok .....! lihat ini....""


Ucap Suster sambil memperlihatkan colokan yang terlepas


"Iya Suster benar,, kalau begitu coba pasang kan kembali. Apa ini sebab pasien tidak merespon??"


Ucap Dokter itu


Setelah itu Suster mencolok kan kembali kabel yang terlepas Alhasil detak jantung Sofia kembali normal meskipun lemah


setelah terpasang dokter kembali memeriksa keadaan Sofia menggunakan stetoskop nya


"Sus,, Alhamdulillah pasien ternyata baik baik saja


meskipun detak jantungnya lemah,, tapi kenapa kabel itu bisa terlepas ya ....? "


"Entahlah dok mungkin colokannya longgar sehingga tanpa sengaja terlepas dan itu penyebab monitor tidak berfungsi dengan benar,,


" Ini kabar baik,, Syukurlah kita tidak kehilangan pasien ...!!


Oya Sus sebaiknya hubungan keluarga Pasien bawah tuan Rey pingsan!!!!"


Ucap Suster itu lalu menghubungi Nek Vida


sedangkan Rey yang pingsan sudah dirawat dan ditangani dokter


tidak berselang lama Nek Vida pun datang ke rumah saki di temani Toni dan juga bik Minah,, Minah memaksa ingin ikut menjenguk, dan ingin melihat keadaan tuan muda nya yang dikabarkan pingsan dan Sofia sempat di nyatakan meninggal


setelah mengetuk pintu ruangan dokter


Nek Vida langsung masuk ke ruangan menemui dokter dan bertanya apa yang terjadi sehingga cucu nya bisa pingsan dan kenapa cucu perempuan sekaligus menantunya itu sempat di nyatakan meninggal


"Permisi dok,, a...apa yang terjadi pada kedua cucuku? ke.. kenapa bisa pingsan dan ke... kenapa sempat di.... dinyatakan meninggal...!


apa yang terjadi pada mereka berdua??,,"


Tanya nek Vida khawatir dan cemas saat mendapat kabar dari pihak rumah sakit bahwa cucunya pingsan Nek Vida sempat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit di perjalanan air matanya tak henti hentinya mengalir membasahi pipi keriput nya


Minah yang melihat nyonya seperti itu menjadi ikut sedih dan memaksa ingin ikut ke rumah sakit menemani sang majikan


"Nyonya,, tentang lah dulu,,... duduklah biar saya jelaskan...!!"


nek Vida pun duduk menuruti kata dokter itu

__ADS_1


"Keadaan tuan Rey baik baik saja kami sudah memberikan perawatan yang terbaik,, begitu juga dengan nona Sofia dia juga baik baik saja anda tidak perlu khawatir dan cemas,,"


ucap dokter berusaha menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya


"Ba .. bagaimana .. saya tidak cemas dan khawatir saat mendengar kabar buruk ini!""


"Begini nyonya tuan Rey hanya shock dan kelelahan,, dikarenakan kurang tidur dan pola makan yang tidak baik beberapa hari ini, ditambah lagi melihat dan mendengar keadaan nona Sofia yang sempat.."........"


setelah kami teliti ternyata salah satu kabel yang menghubungkan detak jantung pasien ke monitor terlepas saat itu kami mengira sudah tidak bisa berbuat apa-apa,, tapi ternyata setelah kami sambungan lagi detak jantungnya kembali,,


kami mohon maaf atas kelalaian kami ini ,,


dan kondisi nona Sofia sebenarnya juga baik baik saja walaupun detak jantung lemah,, kami pastikan kondisinya saat ini baik baik saja


dan sekali lagi kami mohon maaf atas kelalaian kami,,


Ucap Dokter menjelaskan panjang lebar


"Syukurlah... kalau mereka baik baik saja,, saya sempat putus asa mendengar kabar buruk ini


sekarang saya ingin menemui cucu saya Rey dulu,, permisi dokter...!"


"Iya silahkan nyonya,, tuan Rey dirawat di sebelah ruang nona Sofia,,


Setelah itu nek Vida dan Minah keluar dari ruangan dokter mereka menuju tempat Sofia dirawat dan juga Rey keren ruangan mereka bersebelahan nek Vida lebih dulu melihat keadaan Sofia,, setelah dari ruangan Sofia nek Vida baru menemui Rey yang belum sadar dari pingsan nya


Nek Vida duduk di kursi samping tempat Rey terbaring ia menatap wajah damai Rey memegang lembut tangan Rey lalu mencium punggung tangan cucunya itu,,


"Sayang..... sadar lah ini nenek ..!"


ucap nek Vida pelan


Rey samar samar mendengar ucapan nenek nya dan merasakan tangan di sentuh


seketika ia sadar dan terbangun, melihat nenek nya ada di samping Rey langsung memeluk tubuh nenek sangat erat


"Nenek..... nenek...So ..Sofia nek ..... hiks....hiks...hikss... So... Sofia telah pergi....!"


Ucap Rey terbata ia memeluk tubuh nenek sangat erat tubuh nya bergetar sambil menangis,, nek Vida bisa merasakan ketakutan dan kesediaan di hati cucunya itu, kesedihan ini sama persis saat kepergian kedua orang tuanya dua tahun yang lalu


nek Vida membalas pelukan Rey dan mengusap lembut punggung Rey


"Sayang....tenang lah ada nenek disini,, jangan sedih berhenti menangis ""


"Nenek Sofia..... Sofia... gadis aneh itu pergi meninggalkan ki kita... "


ucap Rey dengan suara parau sambil sesegukkan ia menangis diperlukan nenek menumpahkan seluruh kesedihannya


", Siapa..... siapa yang meninggalkan kita.....,, hee ... siapa yang bilang Sofia meninggalkan kita dia tidak meninggalkan kita,, dia baik baik saja sudah kamu jangan cengeng seperti anak kecil saja... ,, lihat tuh wajah kamu sangat jelek saat menangis,, malu di lihat orang !! apa lagi kalau Sofia yang melihat dia pasti menertawakan mu......!!"


ucap nek Vida yang sudah melepaskan pelukannya dan menunjuk wajah Rey yang basah karena air mata

__ADS_1


"APA...... apa maksud nenek......


bersambung


__ADS_2