
"Rey Apa kau sudah gila,,, apa kau tidak bisa melihat api nya sangat besar kau ingin mati konyol apa heh,,,_"
ucap Angga
"Iya... iya.... aku sudah gila Ngga aku gila,,
Aaakkghh...."
teriak Rey frustasi
"Tenang kan diri mu,, dan berdoa agar diberikan keajaiban
Nenek dan Sofia pasti akan selamat "
"Tenang....heh... tenang kata mu,,,bagaimana aku bisa tenang kalau.... kalau nenek ku dalam bahaya "~~
Ucap Rey lemas tangannya mengepal kuat matanya memerah akibat menahan air matanya,,
Didalam gudang ditengah kobaran api yang semakin membesar nek Vida masih berusaha menyadarkan Sofia sesekali ia terbatuk-batuk karena terhirup asap
"Sayang bangun..... cepat bangun... uhukk...uhukk....! Sofia sadar lah......!
Ucap nek Vida sambil menggoncang tubuh Sofia serta menepuk pipi nya,, nek Vida terus berusaha hingga lenguhan kecil terdengar dari mulut Sofia
"Uuhh.....!" ucap Sofia lirih
"Sofia,,sayang akhirnya kau sadar juga...
ayo... ayo . kita harus cepat keluar dari sini.."
Ucap nek Vida
Sofia yang mulai tersadar dari pingsan nya
"Aaduhh...ke .. kepala ku...! nenek..."
Ucap Sofia lemah sambil berusaha untuk duduk dengan baik sambil memegangi kepalanya yang sakti ia belum sepenuhnya sadar
"Sayang... ayo... ayo cepat bangun kita harus keluar dari sini ,,"
ucap nek Vida sambil membantu Sofia untuk berdiri sesekali ia terbatuk-batuk
saat Sofia mulai melihat sekeliling nya ia terkejut
melihat kobaran api yang mengelilingi nya dan nenek
"Hah... Api.... Api...,, nenek ayo cepat kita cari jalan keluar dari sini,,,"
ucap Sofia sambil melihat ke sekeliling nya dengan panik ia tak perduli lagi dengan rasa sakit di kepala dan punggungnya akibat terkena pukul dari orang yang tidak dikenal hingga membuatnya pingsan
"Nenek ayo kita lewat sana,, di sana kelihatan ada air yang turun dari atas dan api nya juga tidak terlalu besar,,
"I... iya... sayang.... uhuukk... uhuukk..."
"Nenek,, cepat tutup hidung nenek dengan ini....!"
__ADS_1
ucap Sofia sambil menyerahkan jaket yang di pakai nya,, tidak jauh dari tempatnya ada selimut yang sudah lusuh,, itu selimut yang sempat nek Vida ambil tadi,,
Sofia kemudian mengambil dan menyelimuti tubuh nenek nya lalu memampah nek Vida dan mulai berjalan perlahan mencari jalan keluar
beberapa saat kemudian Sofia melihat pintu samping yang terbuka di sana juga apinya tidak terlalu besar ia mulai membawa nek Vida menuju kesana namun tiba-tiba sebuah balok kayu yang terbakar jatuh tepat mengarah ke mereka
Sofia yang melihat itu tidak sempat menghindar ia mencoba melindungi nek Vida dan ....,.
tangan sebelah kiri nya yang terkena jatuhhan balok itu
"Aagkhh.......! teriak Sofia menahan rasa sakit dan panas
saat itu juga mereka terjatuh
"Sayang,,, kenapa. apa kamu baik baik saja??"
"I.. iya.nek.. aku tidak apa-apa,, aku baik baik saja
bagaimana dengan nenek ??"
Ucap Sofia setelah bangun dan membantu nek Vida untuk bangun dan berdiri kembali
"Nenek apa nenek masih kuat berjalan? uhuukk... uhuukk... "
Ucap Sofia terbatuk-batuk
"Nenek.... ! Uhuukk...uhuukk... nenek ...!!."
ucap nek Vida terpotong oleh ucapan Sofia
"Sudah,, nenek sekarang naik ke punggung Sofia saja Sofia masih kuat kok .... "
"Ayo nek,, cepat naik... Sofia masih kuat... kita akan baik-baik saja dan segera keluar dari sini "
ucap Sofia menyakinkan nek Vida setelah nek Vida naik ke punggung nya Sofia langsung membawa menuju keluar meski ia merasa berat namun ia tetap bertahan,, berjalan perlahan menghindari bara api tapi tetap salah satu kaki Sofia terkena panas bara api itu namun ia tetap bertahan dan berjalan
hingga sampai di depan pintu keluar ia melihat beberapa orang tim pemadam kebakaran yang terus berusaha memadamkan api dan yang berjalan ke arah mereka
"To .. tolong.....! to.... tolong.... "
Teriak Sofia pelan sambil terbatuk-batuk
kebetulan ada dua orang tim penyelamat yang hendak masuk untuk mencari korban yang di laporkan oleh Bowo dan Angga
melihat Sofia yang berjalan tertatihtatih sambil menggendong seseorang di belakang punggungnya mereka langsung menolong membantu Sofia untuk segera keluar dari sana
setelah keluar dari sana tim penyelamat yang lain langsung datang membawakan tandu
"Pak..! to... tolong... ne....nenek say..... !"
Ucapan Sofia belum selesai ia sudah pingsan
tim penyelamat langsung membawa mereka masuk ke ambulance dan memberikan pertolongan pertama dengan
Ambulance langsung menuju rumah sakit
__ADS_1
didalam ambulance Rey sangat khawatir melihat keadaan neneknya dan Sofia yang pingsan juga mengalami luka bakar
Sebelum Rey pergi ia sempat memerintahkan Bowo untuk menyelidiki kasus kebakaran gudang
yang menyebabkan Sofia dan neneknya terjebak
Ambulance sudah tiba di rumah sakit para perawat langsung membawa mereka menuju ruang UGD beberapa perawat dan dokter masuk untuk memeriksa keadaan masing-masing pasien
Rey menunggu di ruang tunggu dalam keadaan frustasi dan cemas melihat keadaan neneknya dan Sofia Angga yang ikut kerumunan sakit
mencoba untuk memenangkan Rey yang mondar mandir seperti setrikaan di depan ruang UGD
"Rey tentang lah,, nenek dan Sofia pasti akan baik baik saja !!"
Ucap Angga
"Tenang katamu,, kamu tidak tau bagaimana mana perasaan ku, dia nenek ku satu satunya keluarga yang aku miliki saat ini dan Sofia dia...dia adalah ist.....!! ah... sudahlah kamu tidak akan mengerti karena kamu tidak mengalami nya
lebih baik kamu kembali ke kantor masih ada banyak pekerjaan di sana "
ucap Rey
"Tapi Rey aku juga ingin disini untuk...."
ucapan Angga langsung dipotong Rey
"Kamu tidak di perlukan disini,, cepat kembali kekantor"
Rey mengusir Angga dari sana dengan terpaksa Angga meninggalkan rumah sakit
Disebuah kafe,, terlihat empat orang sedang merayakan keberhasilan mereka
"Bagus,, aku suka dengan hasil kerja kalian,, memeng kalian bisa di andalkan aku sangat menyukainya ,, ini bonus yang aku janji kan
setelah ini kalian pergilah dari kota ini untuk beberapa saat jika keadaan sudah aman kalian bisa kembali ,,!"
Ucap Fani sambil menyodorkan sebuah amplop kepada tiga orang bersama nya
dia adalah Fani dan tiga orang suruhan nya yang berhasil membakar gudang dan menjebak Sofia di dalam nya
"Baik bos...! kami akan pergi sore ini juga terimakasih bonusnya,, senang bisa bekerja sama dengan anda,, kalau anda membutuhkan tenaga kami lagi kami akan selalu siap,, tinggal hubungan kami saja !!"
Ucap sang ketua
"Tentu...,, aku pergi dulu nikmat makan kalian setelah ini cepat pergi dari kota ini ,,
Ucap Fani kemudian ia pergi meninggalkan kafe itu
di rumah sakit setelah menunggu hampir 30 menit dokter keluar dari ruang UGD
" Dokter,, bagaimana mana keadaan nenek dan istri saya ??"
Ucap Rey tanpa sadar ia menyebut Sofia istrinya
baru kali ini ia menyebutkan kata istri untuk Sofia
__ADS_1
"Syukur lah,, keadaan nenek anda baik baik saja sekarang,, para perawat sudah memindahkan nenek anda keruan rawat,, tapi..... untuk keadaan nyonya Sofia masih.....~~
bersambung