
"Tentu saja boleh selagi aku bisa,, mau minta tolong apa ?"
"Sukma apa aku bisa mempercayaimu? ,, soal nya ini masalah yang sangat penting mengenai kantor tempat kita bekerja "
"Sofia.... tentu saja aku bisa dipercaya dan kau bisa mempercayaiku aku jamin tidak akan mengkhianati mu ,,, cepat katakan kau butuh bantuan apa dari ku,, soal nya Aku sudah selesai nih... dan sekarang aku mau balik kekantor lagi
balas Sukma meyakinkan Sofia melalui ponsel nya
setelah membaca pesan Sukma Sofia langsung mengetik pesan yang cukup panjang untuk menjelaskan pada Sukma,,, dan apa yang harus Sukma lakukan
"oke Sukma apa kau sudah mengerti apa yang aku jelaskan tadi??"
"Ya... aku mengerti"
"Bagus.... aku mengadakan mu,,, terimakasih atas bantuannya,, udah dulu ya soalnya kami sudah hampir sampai di lokasi dahh..."
balas Sofia mengakhiri pesan mereka,, kemudian menutup ponselnya dan menyimpan kembali ke dalam tasnya
"Chat tan sama siapa sih???, serius banget "
tanya Angga
"Ohh .. ini chat tan sama Sukma,,, oya tadi kamu bilang ada yang ingin kamu omongin,
soal apa?"
balik tanya Sofia
" Eh...Iya... hampir lupa,, tapi sebelumnya boleh aku nanya??"
kata Angga sedikit canggung
"Tentu saja boleh,, mau nanya apa ? selagi aku bisa jawab maka akan ku menjawab "
Ucap Sofia
"i .. ini.... be... begini.. aku mau tanya apa kamu sudah punya pa... pacar? "
Tanya Angga sedikit gugup
"Pacar.... memangnya kenapa? kok tiba-tiba bertanya seperti itu,, memangnya itu penting ya ..._"
"Iya.. itu sangat penting bagi ku,, tapi kamu jangan marah ya... Karen aku menanyakan hal itu"
"Aku tidak marah... kalau soal pacar aku tidak punya,, tapi...... aku sudah punya su......"
Ucapan Sofia terpotong oleh perkataan Angga yang tiba tiba bersuara
"Bagus,, kalau kamu tidak punya pacar berarti..... aku boleh dong daftar jadi pacar mu,,"
Ucap Angga malu malu dan juga senang berharap Sofia mau menerima nya
"Apa.... mau daftar jadi pacarku ,, apa aku tidak salah dengar!"
Ucap Sofia sangat kaget
"Iya... kenapa kaget begitu,, kamu tidak salah dengar kok... biar aku ulangi lagi ya....Sofia apa kamu mau jadi pacarku,,? "
Ucap Angga to the poin dan memberhentikan mobilnya karena memang sudah sampai
ekspresinya cukup serius
""Aduh.... gimana nih.. iya emang sih aku tidak punya pacar tapi aku kan sudah punya suami
meski aku tidak dianggap,,, tapi tetap saja kan berstatus punya suami,,, Angga ini dasar... aku belum selesai ngomong sudah dipotong aja jadi nya kan salah paham gini"
Ucap Sofia dalam hati ia bengong sendiri jadi nya
"Sofia.... Sofia... kok bengong sih... nggak papa kalau tidak dijawab sekaran ,,
__ADS_1
Ucap Angga menyadarkan lamunan Sofia
"Eh...i...iya Ngga ... apa... apa tadi "
Ucap Sofia terbata ia sangat bingung bagaimana mana cara menjelaskan nya
"nggak papa kalau tidak dijawab sekaran,,, kamu boleh menjawab nya nanti aku akan sabar menunggu jawaban mu,, "
ucap Angga
"Semoga jawaban mu nanti tidak mengecewakan ku "
gumam Angga dalam hati ia berharap Sofia mau jadi pacar nya dan menikah dengannya
" Kita sudah sampai ayo turun,,, soal yang tadi jangan terlalu di pikiran ya... "
Ucap Angga mengajak Sofia turun karena memang mereka sudah sampai dari tadi sejak Angga menghentikan mobilnya
Angga pun turun dari mobil lebih dulu lalu berjalan memutar dan membukakan pintu mobil untuk Sofia,,,, Sofia keluar dari mobil dengan keadaan sedikit bingung
ia masih memikirkan tentang permintaan Angga yang ingin menjadikan nya kekasih
Sofia tidak menyangka kalau Angga menyukainya
sedangkan ia hanya menganggap Angga sebagai
teman saja tidak lebih,, ya.. Angga memang sangat baik terhadap Sofia bahkan sering ngasih hadiah untuk nya
"Selamat datang Pak Angga"
Ucap satpam yang ada di depan pabrik ramah
"Iya pak,, kami mau ke gudang untuk mengecek barang yang akan dikirim"
Ucap Angga
Angga berjalan masuk,, diikuti Sofia yang berjalan di samping nya sebelum ke gudang Angga mampir dulu ke pabrik di sana Ada pak Bowo yang bertugas mengawasi pekerja pabrik
"Selamat datang Pak Angga,, mau ke gudang ya??..... eh...non Sofia ikut ke sini juga ,,"
Ucap Pak Bowo menyapa dengan ramah
"Iya mang... aku menggantikan teman ..!
apa nenek ada di ruangan nya ??"
tanya Sofia
"Iya nyonya besar di ruangan nya,, beliau pasti senang non kesini "
Sahut pak Bowo
"Ya.. sudah... mang Bowo,, pak Angga aku mau menyapa nenek dulu sebentar, apa bapak mau ikut ? "
tanya Sofia
"Boleh,, aku juga sudah lama tidak bertemu beliau,. kalau begitu Pak Bowo aku dan Sofia pergi dulu,, permisi "
Ucap Angga kemudian pergi bersama Sofia menuju ruang kantor di pabrik itu tempat nek Vida berada
setelah menyapa Nek Vida dan sedikit mengobrol dengan nya Angga dan Sofia pamit mau ke gudang penyimpanan barang yang terletak di sudut bagian kanan sebelah bangun pabrik itu
setelah sampai di dalam gudang itu Angga mengarah kan Sofia ketempat barang yang ingin di data,, cukup lama mereka melakukan pemeriksaan dan pendataan barang barang tersebut
banyak karyawan yang berlaku lalang di dalam gudang itu namun mereka tau pihak perusahaan sedang mendata jumlah barang yang akan dikirim jadi mereka hanya saling melempar senyum jika berpapasan
namun ada tiga orang yang terus memperhatikan Sofia sejak ia masuk ke gudang
gerak gerik nya sama sekali tidak mencurigakan salah satu nya hanya memperhatikan Sofia dari kejauhan
__ADS_1
mereka juga sama seperti karyawan lain memakai seragam hanya saja selalu memperhatikan Sofia semula Angga merasa aneh melihat mereka yang seperti memperhatikan Sofia
namun perasaan aneh itu di tepis nya
"mungkin mereka baru melihat Sofia,, biasa nya kan Sukma yang melakukan pendataan barang
mungkin karena itu mereka memperhatikan Sofia"
gumam Angga dalam hati menghilangkan pikiran aneh nya
tiga orang yang terus memperhatikan Sofia itu sebenarnya adalah orang suruhan Fani yang menyamar sebagai karyawan di gudang itu atas perintah Fani,,
Fani juga yang mengatur agar mereka dapat masuk ke sana dan melakukan rencana pelenyapan Sofia,,, yang telah lama di susun nya dengan rapi tanpa ada kecurigaan dari siapapun
"Sofia aku mau ke toilet sebentar ya ...!
kebelet nih.. kamu nggak papa kan kalau ku tinggal "
Ucap Angga sambil buru buru hendak keluar gudang
"Iya ... pergi lah,,, lagian disini kan banyak orang"
ucap Sofia acuh sambil mencatat beberapa barang
Sofia mencatat dan menghitung barang sambil berjalan hingga sampai ke sudut ruang gudang itu
tengah asyik mendata tiba tiba ponselnya berdering Sofia mengambil nya dan mengangkat nya
"Ya ... halo Sukma ada apa?"
ucap Sofia melalui ponsel nya ternyata yang menelpon adalah Sukma
"Sofia aku sudah mencari ditempat yang kau maksud tapi belum ketemu "
"Coba kamu perhatikan dengan teliti di kursi itu dan perhatikan lagi baik-baik "
"Iya... iya. tapi ponselnya jangan di matiin dulu ya,, aku masih belum menemukan nya "
"Cari dengan pikiran tentang jangan terburu buru
perhatikan setiap sudut kursi itu "
"Emmm....ya... ada,,, ada,,, dapat apa map yang berwarna merah dan hijau ini ?, terselip di bawah kursi dengan rapi tanpa ketahuan ,,, aku saja tadi hampir menyerah
pandai sekali kau menyembunyikan sesuatu "
puji Sukma kepada Sofia melalui ponselnya
"Iya,, tentu saja aku hebat,, "
ucap Sofia narsis melalui ponsel nya
"E ..dehh... baru diuji dikit sudah mau terbang aja,, hahaha,,,,,"
tawa Sukma diseberang ponselnya
"Ya sudah ku tutup dulu temponya aku mau keruangan nya pak Rey dulu sesuai perintah mu "
"Iya sekali lagi terimakasih,, aku mengandalkan "
Ucap Sofia kemudian menutup ponselnya
"Bruukk.... "
tiba-tiba seseorang memukul tengkuk belakang Sofia cukup keras
"Aaaaakhh..... " suara kesakitan Sofia sebelum ia jatuh dan pingsan
bersambung
__ADS_1