
"Ya sudah,, nenek akan tenang kalau sudah melihat keadaan Sofia,, sekarang bawa nenek ketempat Sofia di rawat!!"
ucap nek Vida bersikeras
"Iya iya Rey akan bawa nenek keruangan Sofia,, nenek tunggu dulu Rey mau ambil kursi roda dulu untuk nenek "
Ucap Rey kemudian keluar untuk mengambil kursi roda
Setelah nenek Vida duduk di kursi roda Rey mendorong nya menuju ruangan sebelah tempat Sofia dirawat
"Tuan,, nyonya saya boleh ikut menjenguk non Sofia ?"
Ucap bik Minah yang juga ingin melihat keadaan Sofia
"Tentu...Minah ,, ayo !!"
ajak nek Vida dan Rey hanya mengangguk tanda ia juga setuju
""Nenek,, Rey harap nenek jangan sedih setelah melihat keadaan Sofia"
ucap Rey sedikit bersalah terhadap nenek nya
"Rey apa maksud dari ucapan mu itu...."
"Ti.... tidak tidak ada,, Ayo kita masuk. .. !!"
Ucap Rey lalu membuka pintu ruangan dan mendorong kursi roda nenek nya masuk ke dalam ruangan
Setelah berada dalam ruangan itu nek Vida sangat terkejut melihat keadaan Sofia ia memegang dadanya yang mulai terasa sesek
"Rey,, a...apa ini kau bilang Sofia baik baik saja,, trus apa ini semua peralatan ini kenapa?
apa yang sebenarnya terjadi pada Sofia?? ke... kenapa... tubuh Sofia di penuhi peralatan ini ?"
Ucap nek Vida bergetar sambil menahan cairan bening di matanya agar tak tumpah
'Nyonya .... yang sabar non Sofia pasti akan baik baik saja nyonya jangan khawatir dan sedih ya..."
Ucap bik Minah menghibur
"Benar nek Sofia akan baik baik saja,, kata dokter kita hanya perlu menunggu Sofia sadar,
saat ini kondisi Sofia sudah membaik tapi dia masih koma ,,"
"Apa....ja... jadi Sofia ko.....koma "
ucap nek Vida lemah dan tak sanggup menahan air matanya lagi,, Nek Vida menangi sambil menggenggam tangan Sofia
__ADS_1
"Sayang.... maaf kan nenek,, ini semua salah nenek ,, nenek tidak bisa menyelamatkan mu dengan cepat saat itu...!!..hiks.... hiks....!!"
Ucap nek Vida lirih sambil menangis
"Nenek,, nenek....i... ini... bukan salah nenek,, para ba*****... itu yang sengaja membakar gudang dan menyebabkan Sofia jadi seperti ini
Nenek jangan menyalahkan diri nenek sendiri !!
Ucap Rey mencoba untuk menenangkan nenek nya
"Apa ma.. maksud mu? si... siapa yang sengaja membakar gudang??"
Ucap nek Vida tidak mengerti apa yang dikatakan Rey
karena memang nek Vida tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya ia berpikir bahwa kebakaran gudang itu murni kecelakaan semata
setelah itu Rey menceritakan semua kepada nenek nya dari awal hingga berakhir di rumah sakit
"Nenek tenang saja Rey sudah mengurus semuanya,, para b******. itu sudah mendapatkan hukuman yang setimpal ,, jadi nenek jangan sedih dan menyalahkan diri sendiri ya..."
Ucap Rey sambil memeluk neneknya yang duduk di kursi roda
"Sekarang sebaiknya nenek istirahat dulu sebelum pulang,, jangan sampai nenek sakit lagi Rey akan mengantar nenek keruangan sebelah "
"Tapi nenek mau disini,, nenek mau bersama Sofia sebentar lagi,, kamu jangan khawatir nenek sekarang sudah sehat dan baik baik saja "
"Baiklah,, tapi nenek harus pulang ke rumah sore ini dan beristirahat dengan baik dan besok nenek boleh kesini lagi untuk menemani Sofia "
"Rey tau, nenek sayang sama Rey,,, Rey juga sangat menyayangi nenek cup..!!"
Rey mencium pipi keriput neneknya dengan sayang
hari semakin Sore sesuai janjinya Rey ingin mengantar nenek pulang ke rumah utama tapi ia meminta bik Minah untuk berjaga di rumah sakit sementara ia pulang mengantar nenek nya
pada saat membuka pintu hendak keluar dari ruangan Sofia Rey dan nek Vida berpapasan dengan Sukma dan beberapa temannya
"Eh.... pak bos,, nyonya bos ...!! selamat sore "
Sapa mereka hampir bersamaan
"Iya sore,, kalian teman teman Sofia??
'Iya nyonya bos... kami datang mau menjenguk Sofia,, sekalian mau menjenguk nyonya bos juga,,
Ucap Sukma mewakili teman temannya
"Jangan terlalu pormal,, panggil saja nenek !! terimakasih karena mau menjenguk nenek dan Sofia,, kalian masuklah jangan lupa doa' kan Sofia agar cepat sadar,, !!"
__ADS_1
Ucap nek Vida dengan mata yang mulai berkaca-kaca ia kembali merasa sedih mengingat keadaan Sofia
"Tentu nek,, kami semua mendoakan yang terbaik untuk teman kami Sofia dan juga Nenek,, kalau begitu kami masuk dulu ya nek ,,
semoga nenek selalu sehat "
"Amin....."
ucap Sukma dan di Amin kan oleh semua teman teman nya
setelah itu mereka masuk keruangan tempat Sofia di rawat,, sedangkan Rey serta nek Vida juga pergi dari sana
saat malam hari Rey baru kembali ke rumah sakit,, setelah makan malam dan menemani nenek beristirahat sebentar
di rumah sakit Rey duduk di kursi dekat ranjang Sofia ia memandangi wajah Sofia penuh perhatian ada rasa sakit di hatinya saat melihat kondisi Sofia saat ini ia duduk seorang diri,, sedangkan bik Minah sudah disuruh pulang kembali ke rumah sesaat setelah Rey kembali
ia duduk dan terus mengusap lembut kepala Sofia ada rasa bersalah dihatinya saat ia selalu mengabaikan Sofia
"Sofia maaf kan aku,, selama ini aku selalu mengabaikan mu,, maaf kan aku yang belum bisa menerima mu sepenuhnya,, aku janji mulai sekarang aku akan belajar untuk menerima mu dan aku tidak akan mengabaikan mu lagi,,!
Aku akan belajar menerima mu dalam kehidupan ku,,... kuharap kau bisa mendengar ucapan ku, kalau kau mendengar nya aku mohon cepatlah sadar dan bangun "
bisik Rey pelan ditelinga Sofia tangan terus mengusap lembut pucuk kepala nya
hingga ia lelah dan tertidur di samping Sofia dengan posisi duduk di kursi
Sementara di tempat lain
Seorang wanita paruh baya gelisah ia tidak dapat tidur lagi setelah bermimpi buruk tentang putri kesayangannya hingga membangun sang suami yang tidur di samping nya
"Mama kenapa? kok gelisah seperti itu,, mama mimpi buruk lagi,,?"
Tanya sang suami
"Iya pah.... beberapa malam ini mama selalu mimpi buruk tentang putri kita Sofia,, mama juga nggak tau kenapa mama selalu bermimpi tentang Sofia beberapa malam ini,, perasaan mama juga jadi tidak enak,, tiba tiba mama merindukan nya!!"
Ucap Juita sang istri,, ya mereka adalah Juita dan Kusuma Admaja orang tua kandung dari Sofia
""Jangan terlalu dipikirkan itu hanya mimpi,, bagaimana kalau besok kita ziarah ke makam nya,, papa juga kangen sama Sofia..!!
jadi sekarang sebaiknya mama tidur lagi ""
"Iya pah.. mama mau besok kita ke makam Sofia,,
tapi pah mimpi mama kali ini sangat buruk mama melihat Sofia dipukuli,, terus tempat itu di bakar oleh orang yang memukuli Sofia sehingga tubuh Sofia di kelilingi kobaran api ~~~~
***BERSAMBUNG
__ADS_1
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN DAN SARAN NYA* ****YA** .......*
SALAM AUTHOR **