
sebelumnya
Ehem...ehem... Apa kau tau tentang perselisihan di antara mereka berdua "
tanya Angga lagi
"Ya, aku tau sedikit tentang Fani yang ingin mencelakai Sofia dengan membayar dua preman,
meski Sofia tidak pernah mengatakan apa pun tentang hal itu!"
Ucap Rey
"Apa... Fani membayar dua preman untuk mencelakai Sofia,, , Aku tidak tau tentang hal itu, kapan itu terjadi?
Ucap Angga lagi ia kaget mendengar hal itu
"lebih dari seminggu yang lalu!"
"Dari mana kau tau tentang hal itu,, kalau Sofia saja tidak memberitahu siapa pun?,,
"Dari video yang Sukma kirim ke ponsel Sofia, dan kebetulan ponsel Sofia tertinggal di dekat ku , terus ku periksa saja karena penasaran tanpa sepengetahuan Sofia sendiri "
Ucap Rey menjelaskan
"Jadi....! Sukma tau tentang kejadian itu, kalau begitu kenapa tidak mengajak Sofia saja?"
Ucap Angga
"Tidak bisa dia harus tetap di sini "
Ucap Rey
Angga menghela nafas
"Baiklah,, terserah kamu saja, aku akan pergi memberitahu wanita licik itu untuk ikut dan bersiap,, tapi aku juga ingin menemui Sofia sebentar, setelah itu baru aku akan memesan tiket pesawat "
Ucap Angga pasrah dengan keputusan Rey
"Tunggu,, kalau kamu ingin menemui Sofia jangan menanyakan tentang dua preman yang menyerangnya,"
"Iya.... iya...! aku tidak akan menanyakan hal itu, tapi tunggu seperti ada yang aneh dengan mu ,
kenapa kau tiba-tiba perduli pada nya dan tentang keselamatan nya,
apa kamu mulai menyukainya juga,
Ingat ya... Rey dengan ucapan mu , dan satu lagi aku sudah menyukainya duluan
jadi jangan coba-coba untuk mencari perhatian dengan nya "
Ucap Angga panjang kali lebar
"Angga.... Angga... kamu ini, tentu aku ingat dengan ucapan ku , aku melindungi Sofia itu karena dia tanggung jawab ku , dan kamu juga sudah tau kalau Sofia tinggal di tempat ku ,
jadi otomatis keselamatan Sofia adalah tanggung jawab ku , jadi berhenti berpikir yang aneh - aneh"
Ucap Rey
Ya Angga sudah tau kalau Sofia tinggal di apartemen Rey , itu karena Angga terus mendesak Rey untuk mengatakan tempat tinggal Sofia namun Rey tidak mengatakan tentang status mereka berdua.
"Ya kamu benar keselamatan Sofia juga tanggung jawab mu , maaf aku hanya takut kalau Sofia jatuh cinta padamu nanti bukan kepada ku ,
kalau kau mencari perhatikan dari nya
ya sudah aku pergi dulu!"
Ucap Angga lalu keluar dari ruangan Rey untuk memberitahu Fani tentang Rey yang mengajaknya ikut serta keluar kota selama dua hari dan menyuruhnya untuk segera bersiap karena sore ini akan berangkat
tentu saja Fani senang bukan kepalang menurutnya ini kesempatan untuk mendekati Rey dia juga berpikir akan menjebak nya agar Rey bisa milik nya sepenuhnya
__ADS_1
setelah dari ruangan Fani Angga menuju meja kerja Sofia untuk mengatakan ia akan pergi selama dua hari bersama Rey dan juga Fani keluar kota dan berpesan agar Sofia selalu berhati-hati serta menjaga kesehatan
Setelah mengatakan semua itu Angga kembali ke tempatnya untuk mempersiapkan semua keperluan nya dan Rey agar tidak ketinggalan apa pun
Diruang Fani
Sepeninggalan Angga Fani begitu bahagia mendengar kalau Rey mengajaknya dalam perjalanan kali ini
"Aku harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk lebih mendekati Rey dan membuat nya terkesan padaku meski hanya dua hari ini kesempatan yang sangat bagus aku akan segera bersiap "
Gumam nya pelan dengan hati gembira lalu iapun segera bersiap karena mereka akan pergi sore ini setelah semua siap Fani sengaja ingin menemui Sofia
ia berniat memanas manasi Sofia,,,ia berjalan menuju meja kerja Sofia dengan bangga nya
"Eh... Sofia kamu tau nggak pak Rey mengajak aku pergi keluar kota loh...!"
Ucap Fani bangga dengan melipat kedua tangannya di dada
"Iya aku tau kalau pak Rey mengajak mu pergi, terus apa hubungannya dengan ku!"
sahut Sofia acuh
"Oya,,,pak Rey mengajak ku menginap dua hari di di sana ,, kamu tau aku sangat senang sekali apa kamu tidak cemburu atau marah gitu....?
karena pak Rey mengajak ku bukannya kamu "
Ucap Fani lagi ia masih ingin memanas manasi Sofia
Sofia lalu tersenyum kepada Fani dan berkata
"Untuk apa aku cemburu dan marah, itu kan hak nya pak Rey untuk mengajak siapa pun yang dia inginkan dan lagi ya
ini perjalanan bisnis, bukan honey moon,, jadi kamu jangan terlalu bangga kalau beliau mengajak mu ,, itu kan memang tugas mu sebagai sekertaris nya "
Ucap Sofia santai
" Iya sekarang aku memang sekertaris nya tapi sebentar lagi aku akan jadi istrinya,, dan perjalanan bisnis ini nanti akan berubah menjadi perjalanan honey moon kami !"
"Fani.... Fani.. kalau mimpi toh jangan ketinggian entar kalo jatuh sakit tau..."
Ucap Sofia sambil tersenyum mengejek
"Eh... dengan ya Sofia aku toh bukan hanya bermimpi,, tapi itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan kamu liat saja nanti,,
satu lagi kamu tuh hanya tinggal satu rumah saja dengan pak Rey bukan satu kamar dan satu tempat tidur dengannya,,
kalau aku tidak bisa mendapatkan hati nya maka akan kudapat kan tubuhnya,, setelah itu terjadi
aku akan menendang mu dari sini,,,, KAU MENGERTI "
Ucap Fani lagi
"Memangnya kamu bisa menendang ku dari sini,,
yang ada... kamu yang akan keluar dari perusahaan ini untuk selamanya,
kau lupa aku punya bukti tentang kebusukkan mu di perusahaan ini
kau itu hanya seorang koruptor!"
Ucap Sofia santai
"Jadi dugaan ku selama ini benar kau lah yang mengambil berkas dan dokumen itu?"
Ucap Fani kesal namun suaranya tetap pelan agar tidak menimbulkan kecurigaan karyawan lain,,
Sofia hanya tersenyum dan sedikit mengangguk
"Sebaiknya kamu cepat berkemas ,, sekalian kemasi barang barang mu di kantor ini juga!"
__ADS_1
Ucap Sofia
"Kau.....kau berani ingin mengusir dan mengancam ku "
Ucap Fani geram sambil menunjuk wajah Sofia dengan jari telunjuknya serta suara nya masih pelan tapi menekan setiap perkataan nya
"Hmm....!" Sofia lalu berdiri dari duduknya dan menepis tangan Fani yang menunjuk nya
"Jauhkan tangan kotor mu dari wajah ku ,,,
kau yang mengatakan itu,, bukan aku!"
Ucap Sofia dengan senyum mengejek
"Kau.... ! kau tidak bisa mengancam ku dengan itu,, yang ada kamu yang akan pergi dari sini dan dunia ini bersama dengan dokumen itu,,
camkan itu "
Ucap Fani, setelah mengatakan semua itu ia langsung pergi meninggalkan Sofia
Sofia kembali duduk dengan tenang dan kembali mengerjakan tugas nya
"Eh.. Sofia apa yang kalian bicarakan?
kenapa seperti berbisik-bisik,, memangnya kalian membicarakan soal apa? "
tanya Sukma melalui tempat kerjanya
"Tidak ada hanya membicarakan tidak penting, kamu tak perlu kepo "
Sahut Sofia
"Eeh... Sofia aku kan pengen tau juga, biar nanti ada bahan gosip baru !"
Ucap Sukma cemberut
"Dasar... tukang gosip "
Ucap Sofia tersenyum
"Biarin.....wlee...!"
Ucap Sukma sambil menjulurkan sedikit lidah nya
melihat itu Sofia tidak bisa tidak tertawa
"Hahaha...! Sukma Sukma "
Ucap Sofia di tengah tawa nya
"Sofia kamu di minta keruangan pak Rey sekarang,,! "
Ucap seorang karyawan yang datang memberitahu
"Apa.... aku... disuruh keruangan pak Rey "
Ucap Sofia sedikit kaget karena Rey meminta dirinya,
untuk keruangan nya sekarang
"Iya... !" sahut nya kemudian pergi meninggalkan tempat Sofia
wajah Sofia tiba tiba berubah yang tadinya terlihat gembira sekarang terlihat gugup dan takut
"Aduh.. kenapa di memanggil ku aku belum siap untuk bertemu dengan nya, aku masih sangat malu dengan kejadian tadi pagi di mobil ,,
duhh.... gemana ya..? "
gumam nya dalam hati
__ADS_1
"Sofia... wooy.... kenapa kamu bengong aja di situ, cepat pergi pak Rey memanggil mu kan
bersambung