Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 50 bertemu klien Asing


__ADS_3

"Bacakan untuk ku !" Ucap Rey ia langsung berdiri dari duduknya dan menjauhi Fani


"Iya pak ,. hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Asing di kota A sekitar pukul sebelas siang nanti dan jam dua siang di kota yang sama"


Ucap Fani


"APA....! kenapa baru sekarang kau bertahu aku, bukan dari kemarin kemarin heh "


Ucap Rey marah


"Maaf pak saya kira bapak sudah mengetahuinya!"


Ucap Fani


"Bagaimana aku bisa mengetahuinya kalau kamu baru memberitahukannya sekarang,


semua itu kan tugas kamu untuk memberitahuku , memangnya apa saja yang kau kerjakan sehingga kau terlambat memberitau ku tentang pertemuan ini dasar t**** !"


Ucap Rey marah dan membentak nyaring


"I.. iya pak ini salah saya, tolong maafkan saya sekali lagi tolong maafkan saya "


Ucap Fani memohon ia merasa takut dengan sikap Rey pagi ini


"Emm ...pak laporan bulan ini saya sudah serahkan pada pak Angga, sebaiknya kita berangkat sekarang agak tidak terlambat!"


Ucap Fani lagi dengan wajah tertunduk takut kalau perkataan nya membuat Rey jadi tambah marah


"Kamu benar aku harus berangkat sekarang "


Ucap Rey lalu berjalan keluar ruangan di ikuti Fani dari belakang


"Oh...! Fani sebaiknya kamu tetap tinggal di kantor, aku akan pergi bersama Angga "


Ucap Rey yang tiba-tiba berhenti dan berbalik badan sehingga Fani yang berjalan di belakang hampir menabrak Rey


"I..i...! iya pak !" Sahut Fani gugup karena hampir menabrak Rey


"Oya..! satu lagi berpakaian lah lebih sopan, aku jijik melihat penampilan mu yang seperti ini!"


Ucap Rey datar dan berlalu pergi meninggalkan Fani, Fani yang mendengar kata terakhir dari Rey merasa sesak , ya...! niat hati ingin menggoda Rey sang pujaan hati dengan pakaian seksi dan memperlihatkan belahan gunung kembar nya namun sang pujaan hati malah memandang nya dengan jijik, sungguh harapan tak sesuai dengan keinginan.

__ADS_1


Hal itu membuat nya semakin membenci Sofia karena Fani berpikir kalau Sofia lah yang telah memhasut Rey untuk menjauhi nya


"Ini tidak bisa dibiarkan aku harus segera menyingkir kan Sofia dari sini apa pun caranya, sebaiknya aku mengatur rencana agar terlihat seperti kecelakaan "


gumam Fani sendiri


Rey berjalan menuju ruangan Angga namun ia mendapati Angga sedang asyik berbicara dengan Sofia


"Angga ayo kita pergi sekarang ! "


Ucap Rey yang mengagetkan Angga


"Eh Rey emangnya mau pergi kemana?"


Tanya Angga sedikit bingung karena ia tidak tau mau pergi kemana


"Sudah lah jangan banyak bertanya, ayo nanti terlambat akan ku jelaskan di mobil!"


Ucap Rey sambil menyerahkan kunci mobil dan profosal kepada Angga,


Angga pun mengambilnya tanpa bertanya lagi


"Sofia maaf ya aku pergi dulu, lain kali kita akan membahasnya "


Ucap Angga


"Kamu ikut juga !" Ucap Rey lalu menarik lembut tangan Sofia


"Eh..!.ehh...! tunggu...! " Ucap Sofia


namun Rey tetap menarik tangan Sofia, mau tidak mau Sofia pun mengikuti Rey dan Angga


Fani yang melihat adegan itu bertambah murka pada Sofia ia menggeregetkan gigi dan mengepalkan tangannya


"Aawwass ...! kau...! Sofia aku harus benar-benar secepatnya menyingkirkan anak baru itu "


pikir nya dalam hati


"Harusnya aku yang pergi bersama Rey , apa hebatnya siih dia bahkan aku lebih cantik dan seksi dari dia tapi kenapa Rey malah mengacuhkan ku yang lebih segalanya "


gumam Fani lagi lalu pergi dari tempat itu

__ADS_1


Didalam mobil Rey menjelaskan pada Angga kemana mereka akan pergi dan bertemu dengan siapa sedang Sofia yang duduk di kursi belakang juga ikut mendengarkan penjelasan dari Rey


"Sofia kamu pelajari dulu profosal ini "


Ucap Angga sambil menyerahkan profosal yang di berikan Rey tadi, Sofia mengambil nya dan mulai mempelajari nya tepat pukul sebelas siang mereka pun sampai di sebuah hotel mewah di kota A di hotel itu lah mereka mengadakan pertemuan, mereka bertiga langsung masuk dan bertanya kepada resepsionis hotel setelah menanyakan dimana ruangan tempat diadakannya pertemuan mereka bergegas menuju tempat yang diberitahukan resepsionis tadi


"Tok..! tok...! " pintu diketuk Angga,


pintu pun di buka oleh seseorang yang bertubuh kekar dan berdiri di depan pintu menggunakan jas hitam


"Mr. Reyhan Dinata, you have been waiting for your entry "


(" Tuan Reyhan Dinata, anda sudah di tunggu silahmasuk !" )


Ucap pria itu tegas


"yes..!" sahut Rey singkat dan masuk ke dalam ruangan itu di ikuti Sofia dan Angga


"Oh, Mr. Reyhan, finally you came too, you know we have been waiting here for a long time, you came 10 minutes late. You know our company doesn't accept people who are not punctual,You must also know that even a second of our time is very valuable."


("Oh tuan Reyhan akhirnya anda datang juga, anda tau kami sudah lama menunggu disini anda datang terlambat sepuluh menit anda tau perusahaan kami tidak menerima orang-orang yang tidak bisa tepat waktu anda juga pasti tau sedetik saja waktu kami sangat berharga")


Ucap salah seorang yang menunggu tadi sambil mengetuk getuk jam yang ada di tangan nya dengan jari telunjuk


"yes sir please forgive us for our delay, just give us a moment"


("Iya tuan, tolong maafkan atas keterlambatan kami beri kami waktu sebentar saja")


ucap Rey namun kedua orang itu tetap tidak mau memberi kesempatan bahkan Angga juga ikut memohon dan meminta maaf.


"Forgive us, Lord God we cannot work with your company, you have wasted so much of our time here, excuse me"


("Maafkan kami tuan Reyhan kami tidak bisa bekerjasama dengan perusahaan anda, anda telah banyak membuang waktu kami di sini, permisi ") Ucap orang itu lagi beranjak berdiri hendak meninggalkan tempat itu.


"Ähm... entschuldigen Sie, Sir, bevor wir uns für unsere Verspätung entschuldigen, wir haben versucht, pünktlich hierher zu kommen, aber wir haben ein kleines Problem auf dem Weg. Bitte, meine Herren, geben Sie uns etwas Zeit, um unsere Zusammenarbeit vorzustellen. Der Rest liegt bei Ihnen, ob Sie mit unserem Unternehmen zusammenarbeiten möchten oder nicht. Wir verstehen, dass Ihre Zeit sehr wertvoll ist."


("Um...permisi tuan , sebelumnya kami mohon maaf atas keterlambatan kami, kami mencoba untuk tiba tepat waktu tapi ada sedikit masalah di perjalanan. Mohon tuan-tuan beri kami waktu untuk mempresentasikan kerjasama ini. Selebihnya terserah kepada anda apakah anda ingin bekerja sam dengan perusahaan kami atau tidak. Kami memahami bahwa waktu Anda sangat berharga.")


Ucap Sofia dengan mengunakan bahan jerman,


perusahaan yang ingin bekerja sama dengan mereka

__ADS_1


BERSAMBUNG*


Oya mohon maaf jika Author salah menggunakan bahasa dari jerman, ya...Author juga dibantu Google untuk menerjemahkan nya


__ADS_2