
"Mengapa Sofia bicara seperti itu, apa dia tahu aku korupsi uang perusahaan selama ini,
ahhh ... mana mungkin, mungkin ini hanya kebetulan "
pikir nya ia langsung menepis pikiran nya itu
ia sangat yakin bahwa tidak ada seorang pun yang tau tentang perbuatan nya itu
"Ahh.. sebaiknya kita duduk di sebelah sana saja Rey , aku sudah lapar~"
Ucap Fani langsung mengandeng tangan Rey mesra dan mengajaknya berjalan menuju meja kosong yang ada di sudut restoran itu
Angga pun kembali duduk dan bertanya
Sofia apa kamu tau tentang tikus ( koruptor)
yang ada di perusahaan tempat kita bekerja?"
Ucap Angga
Sofia tidak menjawab ia hanya mengangguk kan kepala sambil menikmati makanan nya
pertanyaan Angga itu masih bisa didengar Rey walau tidak begitu jelas karena ia sudah diajak Fani menjauh menuju meja yang kosong di sudut restoran itu
dalam hati Rey bertanya - tanya tentang ucapan Sofia dan pertanyaan Angga yang menyinggung tentang tikus ( koruptor) di perusahaan milik nya
ia juga sebenarnya dekat dengan Fani itu karena ingin mencari tahu tentang siapa tikus ( koruptor) ini sebenarnya, kalau tidak ia tidak akan mau di gandeng dan di sentuh Fani
Sedangkan dimeja tempat Sofia sedang menikmati makanannya
"Udahan yu....! kita kembali ke kantor saja!"
Ucap Sukma
"Iya...nih aku juga sudah nggak nafsu makan makan lagi !" sahut Nana
"Loh...! kenapa? katanya tadi lapar? habiskan dulu makanan kalian baru kita kembali,
kan sayang!"
Ucap Sofia
"Tapi....!" Ucap Sukma di potong oleh Angga
"Udah... nggak papa, Sofia benar habiskan dulu makanan kalian, kalau soal perkataan Fani tadi
kalian jangan dimasukin ke hati"
__ADS_1
Ucap Angga
"Benar kata pak Angga.!" Ucap Sofia
Nana dan Sukma menghela nafas dan kembali melanjutkan makannya, dengan malas
setelah menghabiskan makanan dan membayar nya mereka berempat pergi keluar restoran itu di luar restoran Angga menanyakan tentang ucapan Sofia dan perihal pertanyaan nya tentang siapa tikus (koruptor) itu saat berbicara dengan Sofia Angga terlihat sangat dekat dan akrab, hal itu dilihat jelas oleh Rey yang berada, di dalam restoran karena dinding bagian depan restoran terbuat dari kaca transparan yang bisa melihat keluar restoran,
Ada rasa penasaran tentang apa yang dibicarakan Angga dan Sofia beserta Nana juga Sukma ada sedikit rasa sakit di dalam hati Rey melihat Sofia dekat dengan Angga
"Ada apa dengan ku ? kenapa aku merasa sakit disini? saat melihat Sofia dekat dengan Angga"
Ucap Rey dalam hati sambil memegang sebelah kiri dadanya,
"Ada apa pak Rey,? kenapa bapak melamun? apa bapak sakit?"
tanya Fani membuyarkan lamunan Rey,
" Eh... ya.. ah.tidak apa - apa " Ucap Rey datar dan terbata
pandangan nya masih tertuju keluar restoran itu
Fani yang melihat Rey terus memandang kearah luar restoran sambil melamun ia pun menoleh kan pandangan nya keluar restoran itu juga,
ternyata Sofia dan teman - temannya masih ada di luar restoran itu
"Heehh... Sofia lagi, Sofia lagi yang di pandang Rey dengan tatapan seperti itu!,
Ucap Fani dalam hati sambil meremas rok nya karena kesal melihat Rey memandang Sofia dengan tatapan lembut sedangkan dengan nya selalu datar dan dingin saat diajak bicara meski beberapa hari ini sering jalan bersama
Diluar restoran Sofia masih mendengarkan pertanyaan Angga kepada nya ia tidak menjawab hanya sesekali mengangguk kan kepalanya dan tersenyum
sedangkan Nana dan Sukma belum mengerti dengan pertanyaan Angga kepada Sofia
"Kalian ini membicarakan tentang apa sihh ?
serius banget aku nggak ngerti deh "
Ucap Nana sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung
"Iya nihh..! aku nggak pernah liat ada tikus di kantor, mana mungkin ada tikus, kan kantor kita selalu di bersihkan"
Ucap Sukma menimpali ucapan Nana , Nana mengangguk kan kepala nya menyetujui ucapan Sukma
"Aku tuh menanyakan tentang tikus berkaki dua yang belum aku ketahui dan belum bisa ku tangkap, Sofia bilang ia tau tentang tikus berkaki dua ini, tapi tidak mau memberitahu ku siapa setiap kali aku bertanya dia hanya mengangguk - angguk dan tersenyum kaya orang linglung "
Ucap Angga kesal karena dari tadi Sofia tidak menjawab pertanyaan nya tentang siapa orang yang menggelapkan uang perusahaan
__ADS_1
"Ha...! memangnya ada tikus yang berkaki dua, ya setau ku tikus itu kaki nya ada empat dan tinggal nya di selokan atau tempat kotor bukan di kantor"
Ucap Nana polos sedang Sukma mulai mengerti kemana arah pembicaraan Angga dan Sofia,
"Ya memang tikus itu kaki nya ada empat hanya pak Angga saja yang bilang ada dua ,mungkin pak Angga sedang berkhayal melihat tikus.. berkaki dua....pakai kacamata item...trus
tikus nya jalan deh... keliling kota!"
Ucap Sofia sambil tertawa Nana dan Sukma pun ikut tertawa mendengar ucapan Sofia
"Yu jalan sebaiknya kita kembali ke kantor sekarang!" Ucap Sukma mengajak Sofia,Nana dan Angga
"So...fia...! aku ini bertanya serius malah di ajak bercanda"
Ucap Angga kesal sambil berjalan menyusul Sofia, Sukma dan Nana yang sudah berjalan lebih dulu~~
Di kantor tepatnya di ruangan Rey, Angga memberitahu kan bahwa Sofia mengetahui
siapa orang yang telah menggelapkan uang perusahaan selama satu tahun terakhir ia juga memberitahukan bahwa Sofia telah menemukan bukti tentang penggelapan uang itu, Sebenarnya Rey kurang percaya tentang perkataan Angga
tentang Sofia yang sudah menemukan bukti
"Mana mungkin Sofia bisa mendapat bukti secepat itu hanya dalam waktu empat bulan bekerja di sini,
kalau pun ia benar mendapatkan bukti kenapa ia tidak menyerahkan nya pada ku atau kepada mu "
Ucap Rey meragukan ucapan Angga
"Kalau soal itu Sofia bilang akan secepatnya menyerahkan bukti itu pada mu, setelah ia memastikan siapa saja yang terlibat dalam masalah ini!"
Ucap Angga menjelaskan
sedang diluar ruangan ternyata Fani mendengarkan semua percakapan Angga dan Rey , kebetulan saat itu ia ingin menemui Rey namun tidak jadi karena mendengar apa yang dibicarakan Angga ia terlihat panik dan tidak jadi menemui Rey ia bergegas kembali ke ruangan nya menutup pintu dan langsung memeriksa lemari kecil yang ada di ruangan nya itu ia mencari-cari sesuatu dengan tergesa-gesa dan juga panik ,
"Mana ya dokumen dan berkas itu perasaan ku simpan di dalam laci ini ko nggak ada ya...!"
Ucap nya dalam hati ia bertambah khawatir karena tidak dapat menemukan dokumen beserta berkas yang ia sembunyikan selama ini
semua isi lemari dan laci yang ada di dalam lemari itu sudah berantakan dan dikeluarkan namun ia tidak kunjung menemukan apa yang ia cari,
"Aku yakin kalau aku menyimpan nya disini didalam laci ini, pasti ada orang yang sudah mengambil nya, , jangan - jangan benar Sofia yang telah masuk keruangan ku dan mengambil nya, gawat ..! " pikir nya dalam hati~~
Bersambung"
**buat bestie yang udah baca karya ku terima kasih atas dukungannya
sampai jumpa di bab berikutnya
__ADS_1
salam dari Author
terimakasih**