
Sebelumnya
Wajah Sofia tiba tiba berubah yang tadinya terlihat gembira sekarang terlihat gugup dan takut
"Aduh.. kenapa di memanggil ku aku belum siap untuk bertemu dengan nya, aku masih sangat malu dengan kejadian tadi pagi di mobil ,,
duhh.... gemana ya..? "
gumam nya dalam hati
"Sofia... wooy.... kenapa kamu bengong aja di situ, cepat pergi pak Rey memanggil mu kan,
kenapa kamu tiba tiba terlihat khawatir saat di panggil bos
apa sudah terjadi sesuatu di antara kalian yang tidak aku ketahui,, "
Ucap Sukma menggoda sekaligus menyadarkan Sofia yang dari tadi bengong sendiri
"Ah... kau ini, mengagetkan ku saja,, ya.... sudah lah lebih baik aku kesana sekarang,"
Ucap Sofia lalu meninggalkan Sukma
" Mudah mudahan dia tidak mengungkit masalah tadi pagi di mobil "
gumam nya pelan sambil berjalan menuju ruangan Rey
"Tok ... tok.... tok..."
pintu diketuk dan di buka Sofia
"Permisi pak,, bapak memanggil saya ? "
Ucap Sofia, Sofia selalu memanggil Rey seperti karyawan lain dengan embel-embel pak karena itu perintah dari Rey sendiri kalau mereka berada di kantor
Rey yang mendengar pintu diketuk dan dibuka Sofia
"Kau sudah datang, ayo masuk !"
Ucap Rey datar
Sofia pun masuk dan menghampiri meja kerja Rey ia masih berdiri dan berkata
"Ada apa, memanggil ku ?"
Ucap Sofia sedikit gugup
Rey tidak menjawab ia hanya menatap Sofia dengan lembut,,
Sofia yang di tatap seperti itu bertambah gugup dan jantung nya berpacu dengan cepat
"A...ada... a... apa kau memanggilku?"
Ucap Sofia lagi dengan gugup,
Rey tetap diam lalu berdiri dari duduknya dan mendekati Sofia lalu tiba tiba langsung memeluknya dengan erat
Sofia yang tiba-tiba mendapatkan pelukan dari Rey ia terdiam kaku tak bergerak ia sangat terkejut dengan tindakan Rey
__ADS_1
Rey masih memeluk Sofia dan berbisik di telinga nya
"fia... kamu sudah tau kan dari Angga kalau kami akan pergi selama dua hari keluar kota,,
sebenarnya itu yang ingin ku katakan tadi pagi di mobil, Jaga diri mu dengan baik ,
dan kamu akan di jemput pak Toni nanti sore
kamu juga harus tinggal bersama nenek selama aku pergi, itu permintaan nenek agar kau tidak kesepian di rumah sendiri "
Ucap Rey berbisik tanpa melepaskan pelukannya
sedang Sofia tetap diam mematung tanpa membalas pelukan Rey
pikiran nya berkelana entah kemana
sebelum melepaskan pelukannya Rey mengecup singkat bibir Sofia , hal itu menambah kagetan Sofia. dengan tindakan yang Rey lakukan pada nya
setelah mengecup bibir Sofia dan melepaskan pelukannya Rey kembali duduk di kursi nya
tiba tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar
mendengar suara pintu diketuk Sofia pun tersadar dari keterkejutannya ia seperti orang linglung
"Masuk... " Ucap Rey
Sedang kan Sofia masih berdiri dengan keadaan bingung dan linglung
mendengar kata masuk Angga langsung masuk,
ternyata yang mengetuk pintu adalah Angga
Ucap Angga sambil meletakkan tiga tiket pesawat di atas meja Rey
"Eh... Sofia.. kau ada disini?,, ada apa kenapa kau terlihat bingung?"
tanya Angga pada Sofia
Sofia yang masih berdiri dalam keadaan bingung dan sedikit linglung ia baru tersadar saat Angga menyapanya
"Eh...i... iya....pak .. Angga, ada apa?"
ucap Sofia tergagap
"Apa yang kalian bicarakan tadi sampai Rey mengunci pintu segala?"
Tanya Angga mencurigai
"Ti... tidak...ka.. kami "
Ucap Sofia terpotong oleh Rey yang mengatakan
"Kami hanya membicarakan tentang pekerjaan "
Ucap Rey datar, Sofia merasa terselamatkan dengan ucapan Rey
"I...i.. iya ... kami membahas masalah pekerjaan "
__ADS_1
timpal Sofia terbata
mendengar ucapan Sofia yang terlihat gugup Angga mengerutkan keningnya
"Pekerjaan yang mana?"
tanya Angga lagi sedikit bingung melihat tingkah kedua
"Ah sudahlah lah... Sofia kamu boleh kembali ke tempat mu "
Ucap Rey
"Iya.. pak .. kalau begitu saya permisi,"
Ucap Sofia lalu berjalan menuju pintu keluar dengan keadaan masih sedikit linglung,
melihat kepergian Sofia yang terlihat bingung Angga menjadi sedikit curiga dengan sikap Rey dan Sofia seperti ada yang mereka sembunyikan
"Ada dengan mereka berdua, seperti nya mereka menyembunyikan sesuatu dari ku , ta...pi... sudah lah tak mungkin Rey melakukan hah yang seperti aku pikirkan, "
gumam nya dalam hati
Sore harinya pak Toni sudah datang untuk menjemput Sofia dan langsung membawa Sofia pulang ke rumah nek Vida sesuai perintah Rey ,
Sebenarnya Sukma juga menawarkan diri untuk mengantar Sofia pulang, namun pak Toni sudah menunggu nya jadi dengan terpaksa Sofia menolak pulang di antar Sukma
Sedangkan Rey, Angga dan juga Fani telah berangkat ke bandara setengah jam yang lalu
tentu saja setelah Rey berpamitan dengan nenek nya ( nek Vida)
setelah melakukan penerbangan selama kurang-lebih tiga jam mereka pun sampai di kota C pada waktu malam hari mereka kemudian menuju Hotel untuk menginap
dan segera beristirahat untuk mempersiapkan diri esok hari
semenjak tiba di kota C Fani terus mencari perhatian dari Rey sudah banyak cara ia lakukan untuk bisa merebut hati Rey namun Rey tetap tidak perduli ia hanya acuh dengan sikap yang di tunjukkan Fani yang seperti dibuat buat
ia selalu bersikap manja dan genit , memakai pakaian terbuka dan seksi kelakuan Fani itu membuat Rey dan Angga merasa jijik
walau seperti itu Fani tetap melakukan tugas sebagai sekertaris dengan sangat baik saat bertemu klien
tak terasa sudah dua hari mereka di kota C namun Fani belum berhasil mendapatkan perhatian dari Rey hal itu membuat nya kesal
kini ia memikirkan hal yang sangat licik untuk mendapatkan Rey
"Baiklah ini cara terakhir, kau yang membuatku melakukan ini ,"
gumam nya dalam hati
setelah menemui klien terakhir mereka akan berencana pulang hari ini juga mereka mengambil penerbangan malam hari.
Karena hari sudah sore dan urusan dengan rekan rekan bisnis nya sudah selesai mereka memilih untuk makan malam lebih awal setelah itu beristirahat sebelum kembali
Rey memilih yang dekat dengan hotel mereka menginap untuk makan malam,
ini adalah kesempatan terakhir bagi Fani ia tak mungkin menyiyanyiya kan
"Kali ini aku harus berhasil meskipun dangan cara curang "
__ADS_1
pikiran nya
bersambung