
sebelumnya
Di tempat lain di sebuah kafe ada tiga orang laki laki dan satu wanita sedang membahas sesuatu yang sangat serius,
"Ingat buat ini seperti sebuah kecelakaan jangan sampai meninggal kan jejak,,, aku tidak mau tau kalian harus berhasil !"
****
Ucap wanita itu dengan api dendam di matanya,,
siapa lagi wanita itu kalau bukan Fani yang sangat membenci Sofia ia membayar tiga orang preman untuk membunuh Sofia, kali ini ia yakin akan berhasil karena sudah mempersiapkan nya dengan sangat hati-hati dan membayar orang yang sudah berpengalaman dalam melakukan pekerjaan seperti itu
"Iya bos...! kami pasti akan berhasil menyingkirkan wanita itu,, rencana bos ini sangat brilian kalau rencana nya seperti itu kami pasti tidak akan meninggalkan jejak sedikit pun,
Oya bos kapan kita memulai eksekusi nya?"
Ucap ketua preman itu
"Secepatnya, aku akan menghubungi kalian bila waktu nya tiba!"
Ucap Fani kemudian melangkah hendak pergi,, di langkah nya yang ketiga ia berhenti dan berbalik kemudian melemparkan amplop keatas meja tepat di depan tiga preman itu,, ketiga preman itu langsung menyambar amplop itu dan bergantian lalu melihat isi amplop itu
"Itu uang muka untuk kalian,, sisanya akan ku transfer jika pekerjaan ini selesai !
Satu lagi kalian harus stand by dua puluh empat jam, jika aku membutuhkan tenaga kalian, kalian faham...!"
Ucap Fani lagi
"Paham,,,Siap bos...! kami akan akan selalu siap , menjalankan tugas !,,"
Ucap ketiga preman itu bersamaan
" Oya, semua makanan yang kalian pesan sudah ku bayar "
Ucap nya lagi kemudian pergi meninggalkan tiga orang yang sedang menikmati makanan gratis di depan mereka
"Wah ..! bos,, bos sangat baik dan royal pada kami,, terimakasih bos!"
Ucap salah satu anak buah preman itu dengan mulut yang penuh makanan
meskipun Fani sudah menjauh dari mereka namun ucapan pujian dan terimakasih itu masih bisa ia dengar
Fani pun dengan mantap melangkah keluar meninggalkan kafe itu
Di dalam sebuah kamar seseorang baru saja terbangun ia terbangun karena merasakan cacing di perut nya sudah berdemo meminta jatah makan
"Kruuyykkk....! kruuyykkk...!"
"Duh .. lapar banget,, sampai sampai perutku bunyi "
gumam nya sambil mengelus-elus perut nya yang lapar kemudian ia bangun dan berdiri serta menoleh ke arah jam dinding yang tergantung di sudut kamar
__ADS_1
"Huhh.. baru jam delapan,,, rupanya aku ketiduran"
gumamnya lagi sambil menghela nafas lalu keluar dari kamar nya menuju dapur sebelum sampai ke dapur ia sempat melirik ke arah kamar Rey kemudian
bergumam lagi sendiri
"Apa si muka tembok itu sudah pulang ya...?
ah.... nggak usah mikirin dia pulang nggak pulang kan bukan urusan ku lebih baik aku cepat masak sesuatu biar cacing cacing di perut ku berhenti berdemo "
lalu ia mempercepat langkahnya menuju dapur sesampai nya di dapur ia membuka kulkas dan mencari bahan bahan untuk di masak
sekitar 25 menit Sofia sudah menyelesaikan masakan nya,, Sofia masak tumis kangkung Udang pedas dan ayam goreng tepung
masakan yang dibuat nya sangat sederhana namun aroma tumis kangkung Udang pedas sangat harum membuat perut Sofia tambah lapar saja
Rey yang juga baru pulang mencium aroma harum masakan, ia menjadi lapar lagi padahal sebelum pulang ia sempat makan di restoran setelah menaruh barang barang nya di kamar ia bergegas menuju dapur karena aroma harum masakan tercium dari sana
ia duduk di kursi, depan meja makan tanpa menimbulkan suara sedikitpun,
saat Sofia berbalik badan ia kaget bukan main melihat Rey yang sudah duduk manis di meja makan
"ASTAGA....!
"Prannggg....!"
bunyi piring kosong yang di pegang Sofia jatuh kelantai
membuat jantung ku hampiri lepas dari tubuh ku"
Ucap Sofia tergagap karena saking terkejutnya
"Dari tadi aku sudah di sini, kamu saja yang tidak melihat ku "
Ucap Rey datar namun ada sedikit rasa bersalah karena membuat Sofia terkejut bahkan tubuh Sofia terlihat gemetar saking terkejutnya
"Kau seperti hantu saja, tiba tiba sudah ada disitu tanpa bersuara"
Ucap Sofia sambil membersihkan pecahan piring di lantai, setelah itu ia mengambil piring baru kemudian duduk sambil dan meletakkan piring di depannya
"Aku lapar juga !" Ucap Rey singkat
"Oh..! tunggu sebentar aku ambil kan "
Ucap Sofia
kemudian menyerahkan piring yang sudah berisi nasi kepada Rey
"Ini....! lauknya kau ambil saja sendiri "
Ucap nya lagi
__ADS_1
kemudian ia mengambil makanan untuk nya sendiri lalu memakannya karena dari tadi ia sudah sangat lapar
Saat makan tidak ada yang bersuara Sofia sangat menikmati makanan nya,
Saat makan Rey selalu mencuri pandang kearah Sofia yang ada di depan nya,
Sofia tau kalau Rey memandang kearah nya namun ia tak menghiraukan,, ia terus saja makan.
Rey telah menyelesaikan makan nya ia masih memandang kearah Sofia kemudian tersenyum
"Kenapa kau memandang ku, dan tersenyum seperti itu kepada ku ? apa ada yang aneh dengan wajah ku ? "
Tanya Sofia yang sudah menyelesaikan makan nya
Rey tak menjawab ia hanya tersenyum lembut kemudian mengulurkan tangan untuk membersihkan sudut bibir Sofia yang ada bekas sisa makanan menggunakan ibu jari nya,
perlakuan Rey ini sontak membuat Sofia tertegun jantung nya berdebar kencang saat Rey menyentuh bibir nya
"Apa ini ? perasaan apa ini?, dan kenapa dia bersikap aneh tidak seperti biasanya "
gumam Sofia dalam hati
setelah Rey membersihkan sudut bibir Sofia ia berdiri dan mengacak-acak pucuk kepala Sofia sambil berkata
"Masakan buatan mu sangat enak!"
Ucap Rey kemudian pergi meninggalkan Sofia yang masih melongo di meja makan sendiri
Sesaat kemudian ia tersadar
"Aneh kenapa tiba-tiba memuji masakan ku,
wah ini pasti ada yang tidak beres dengan pendengaran ku, nggak mungkin kan dia memuji
masakan ku "
gumam nya pelan sambil mengucek ngucek lubang telinga dengan jari kelingking nya dan menggeleng geleng kan kepala supaya tersadar dan kembali mencerna perlakuan Rey barusan padanya
"Oh... Sofia kamu jangan terlalu banyak berharap pada muka tembok itu, kamu tidak boleh terbawah perasaan hanya dengan perlakuan yang sedikit manis pada mu , fia.. sadar dong ah,,,"
gumam nya sendiri kemudian ia membersihkan meja makan, setelah itu ia menuju ruang tengah dengan membawa sepiring buah buahan yang sudah di potong nya, kemudian duduk di sofa dan menyalakan tv karena ia belum mengantuk,
Sofia duduk bersila di atas sofa, di pangkuannya sepiring buah buahan tadi ia menonton tv sendiri dengan hikmad sambil memasukkan potongan buah kedalam mulutnya,
menit demi menit berlalu Sofia masih asyik menonton tv kebetulan film yang di tayangkan adalah filem kesukaan nya yaitu film aksi laga
ia bahkan hampir lupa untuk berkedip disaat saat menegangkan film itu,,..
Rey keluar dari kamar nya untuk mengambil air minum yang kebetulan habis namun di ruang tengah ia melihat Sofia sedang menonton tv,, Rey melirik jam tangan nya dan menghampiri Sofia lalu bertanya
"Apa yang kau lihat?" Ucap nya kemudian duduk di sebelah Sofia,
__ADS_1
bersambung***