
Saat Rey mendongkrak untuk melihat siapa yang menyapa
Deg......!!
betapa terkejutnya ia saat melihat orang yang berdiri di depan nya
...----------------...
"Kau,...! " ucap Rey datar dan sangat dingin ia menyembunyikan rasa terkejutnya dengan wajah datar nya
Rey mendengus dan berlalu meninggalkan orang itu, namun tangan nya langsung di cekal orang itu dengan lembut
"Rey... tunggu,, A..aku ingin bicara..!!"
ucap nya
" Lepas....!! "
ucap Rey sambil menepis kasar tangan orang itu
"Jangan menyentuh ku,, Siska...."
yap orang yang menemui Rey adalah Siska yang dulu di cintai Rey namun Siska malah lari dan pergi bersama selingkuhan nya tepat di hari pernikahan nya
" Di antara kita tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, semua telah berakhir
dan kau sendiri yang mengakhiri nya,,
jangan pernah mengganggu ku lagi,,, Permisi...,! "
ucap Rey dingin dan berlalu pergi meninggalkan Siska tanpa perduli dengan panggilan orang itu
"Tunggu Rey,, Aku hanya ingin minta maaf...!!"
ucap Siska sedikit keras karena Rey sudah berada di depan pintu keluar restoran
Rey tidak Peduli dengan perkataan Siska ia tetap melangkah pergi meninggalkan restoran itu tanpa menoleh
"Eh... nona... jangan berteriak disini,,, mengganggu orang makan saja....!!
tegur salah satu pengunjung restoran yang merasa terganggu dengan teriakkan Siska
"Maaf... maaf....pak,, bu... saya minta maaf "
ucap Siska memangku kedua tangan nya untuk meminta maaf,, karena merasa malu Siska pun meninggalkan restoran itu
Rey pergi pergi meninggalkan restoran itu menuju area parkir kemudian melajukan mobil nya dengan perasaan yang buruk
"Aaakhh.......!!! sial .... kenapa wanita sialan itu harus datang lagi,, sial .....siaaalll..... br*****......"
teriak Rey kesal dan marah didalam mobil nya sambil memukul-mukul stir mobil yang tak tau apa apa
__ADS_1
tiga puluh menit perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai Rey sampai di kediaman nya ia berjalan masuk dan langsung menuju kamar
sesampainya di kamar Rey tidak menemukan keberadaan Sofia ia kemudian memutuskan untuk membersihkan diri sebelum mencari keberadaan Sofia kembali
selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi Rey hendak turun kebawah untuk mencari Sofia namun pandangan nya tertuju pada pintu kamar yang menuju balkon sedikit terbuka
ia memutuskan untuk memeriksa nya dan benar saja ia menemukan Sofia sedang berdiri di balkon itu sambil memandang ke arah langit malam
perlahan Rey mendekat dan langsung memeluk tubuh Sofia dari belakang
"Sayang ternyata kamu disini....!! Aku mencari mu"
ucap Rey mempererat pelukannya
seketika perasaan buruk yang melanda di hati,, beberapa waktu yang lalu menghilangkan entah kemana, kini berganti dengan rasa damai setelah memeluk tubuh Sofia
Sofia sendiri kaget karena mendapat pelukan mendadak itu
"Aku merindukan mu...! Maaf aku pulang terlambat "
ucap Rey lagi lirih meletakkan dagunya di pundak Sofia kemudian mencium lembut leher jenjang miliki Sofia
"Kenapa kau berkeringat ? apa kau kepanasan ?"
ucap Rey saat merasakan tengkuk Sofia sedikit basah saat mengenai pipi, hidung dan bibir Rey sewaktu mencium leher Sofia
Rey memutar tubuh Sofia hingga mereka saling berhadapan tatapan mereka bertemu sesaat hingga Rey melihat keringat membasahi kening Sofia,,
"Kau kepanasan...hmm..,,? padahal disini cukup berangin,, apa yang membuatmu berkeringat seperti ini ??,,"
ucap Rey lembut tangan nya masih menyeka butiran keringat di kening Sofia
Sofia memegang tangan Rey untuk menghentikan pergerakan nya
" Ti... tidak...a..aku ti... tidak kepanasan,, a.. aku berkeringat ka.. karena..... kau mengagetkan ku dengan tiba tiba memelukku dari belakang "
ucap Sofia gugup dan terbata - bata jantung berdegup kencang bahkan Rey sendiri dapat merasakan detak jantung Sofia yang tidak dapat di sembunyikan nya
Rey tersenyum saat mengetahui kalau Sofia begitu gugup,, ia menarik tubuh Sofia dan mendudukkan nya dipangkuan lalu
kembali membelai lembut wajah Sofia hingga tangannya berhenti tepat di bibir tipis milik Sofia
Rey menatap lekat bibir tipis Sofia yang sangat menggoda menurut nya,,
Sofia membelalakkan matanya kaget saat bibir nya sudah menyatu dengan bibir Rey
Sofia mencoba untuk mendorong tubuh Rey namun Rey memeluknya dengan kuat dan satu tangan nya menahan tengkuk nya
Rey melahap dengan rakusnya, seakan tak ingin melepaskan ciumannya
Sofia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa hingga ia pun mulai membalas ciuman itu
__ADS_1
cukup lama ciuman itu hingga mereka hampir kehabisan nafas barulah mereka berhenti
namun tidak sampai di situ setelah mengambil nafas Rey kembali ******* b**** itu setelah puas melahap bibir Sofia kini ciuman itu berpindah ke leher jenjang miliki Sofia
dan memberikan tanda cinta nya
ia juga mengigit lembut telinga Sofia hingga Sofia mengerang dan erangan itu membuat gairah Rey meningkat sampai ke ubun-ubun
"Sayang.... aku sudah tidak tahan..... bolehkah..... tolong jangan menolak lagi... !!"
Suara serak Rey terdengar lembut ditelinga Sofia
mendengar permintaan Rey kembali tubuh Sofia memegang Sofia tau betul apa yang di inginkan Rey pasalnya Sofia sudah beberapa kali menolak dengan alasan yang tidak menyinggung perasaan Rey sendiri
tapi kali ini ia tidak punya alasan lagi dengan sedikit terpaksa Sofia menyetujui nya
dengan sekejap mereka sudah berada di atas tempat tidur entah sejak kapan pakaian bagian atas tubuh Sofia sudah terlepas tidak jauh berbeda dengan Rey ia juga sudah melepaskan pakaian atasnya hanya menyisakan pakaian bagian bawah itu pun juga hampir terlepas
"Sayang.....Uuhh...... jangan takut aku akan melakukan nya dengan lembut,, sekarang tutup saja matamu dan rasakan sensasi nya "
bisik Rey lirih tepat di telinga Sofia setelah ia puas menjelajahi dua gunung kembar milik Sofia
perlahan Sofia menutup matanya menuruti apa yang di ucapkan Rey dan mulai menikmati setiap sentuhan yang di berikan Rey
cukup lama aksi penyatuan yang Rey lakukan hingga berakhir dengan suara lenguhan dan erangan panjang penuh kenikmatan
"Uuhh ....,Aaghhhh......!! hu-hu-hu " suara tarikan nafas memburu dan erangan panjang yang keluar dari mulut Rey setelah melakukan pelepasan untuk yang kedua kalinya
"Sayang terimakasih ini sangat nikmat dan luar biasa !!"
bisik Rey lirih kemudian menyeka butiran keringat Sofia yang keluar setelah melakukan kegiatan itu
Sofia tak bisa menjawab perkataan Rey, ia hanya bisa menatap lembut wajah bahagia bercampur lelah yang Rey tunjukkan
"Kamu pasti lelah.... tidurlah.... cup....!!"
Sebuah ciuman kembali mendarat di kening dan pipi Sofia,, Rey kemudian memeluk tubuh Sofia kembali
saat ini Sofia hanya bisa menuruti perkataan Rey ia benar benar sangat lelah dan mulai memejamkan matanya ia membalas pelukan dari Rey hingga menuju alam mimpi tidak jauh beda Rey juga langsung tertidur
Bersambung **
Haii terimakasih sudah membaca cerita Naay
mampir juga dong di cerita baru Naay
dengan judul
The Majestic Compas
__ADS_1
klik profil Naay ...