Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 99 Tidak pantas di sebut Suami


__ADS_3

Sambil sesenggukan Sofia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Rey dengan tatapan sedikit bingung


pandangan beralih ke arah nek Vida , Surti, dan Anton serta memperhatikan tempat itu dengan wajah bingung kemudian ia bertanya


"Si.... siapa kalian ??"


ucap Sofia sambil mendorong Rey untuk menjauh darinya


keempat orang yang berada di kamar itu terkejut mendengar pertanyaan Sofia terutama nek Vida dan Rey,, keempat orang itu saling pandang dan menatap Sofia dengan khawatir


Nek Vida langsung mendekat dan merangkul Sofia membawanya ke dalam pelukannya namun orang yang di peluk hanya diam dan sedikit bingung


"Sayang kau melupakan nenek mu ini ? dan semua orang yang ada di sini ?"


tanya Nek Vida setelah melepaskan pelukannya dan menatap Sofia dengan khawatir


"Ne--nek.... !!"


"Ya nenek, itu bik Surti dan Anton mereka yang mengurus fila ini dan ini Rey... Reyhan dia suamimu "


ucap Nek Vida


"Su.... Suami....!!"


ucap Sofia mengangguk sedetik kemudian menggeleng lalu memegang kepalanya


yang terasa berdenyut dan mengingat ingat kembali


beberapa saat Sofia terdiam kemudian tersenyum miring setelah mengingat kejadian Rey yang mengusirnya dan berkata kata kasar kepada hingga ia berada di dalam hutan


"Tidak apa-apa jika belum ingat,, yang penting kamu sudah sadar,, bagaimana dengan tangan dan kaki mu apa masih terasa sakit ? "


ucap nek Vida lembut sambil mengelus pucuk kepala Sofia dengan sayang


Sofia hanya mengangguk dan bersuara pelan


"Iya.... kaki ku terasa nyeri dan perih !!"


lirihnya


"Ya Sudah,, sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa keadaan mu!!


Surti tolong kamu ambilkan makan untuk Sofia, dan kamu Anton lanjutkan pekerjaan mu "


"Iya... Nya !!"


sahut Surti dan Anton bersamaan kemudian kedua orang itu pergi untuk melakukan tugas mereka masing-masing


tidak berselang lama Dokter pun datang bersamaan dengan Surti yang membawakan makanan untuk Sofia

__ADS_1


Dokter kemudian memeriksa keadaan Sofia, ia juga memeriksa luka di tangan dan kaki Sofia


setelah pemeriksaan selesai dokter itu memberikan salep,, vitamin dan juga beberapa obat lain nya


tidak lupa juga dokter itu melepas slang yang menempel di hidung Sofia karena di rasa Sofia tidak memerlukan alat bantu pernapasan lagi


setelah semua selesai Dokter pun berpamitan


"Sekarang kamu makan dulu, habis itu minum obatnya ya,, biar nenek yang suapin "


ucap nek Vida yang sudah duduk di tepi ranjang dan di pangkuan ada nampan berisi makan untuk Sofia


"Nenek biar Rey yang nyuapin Sofia,,nenek istirahat saja nenek pasti sudah lelah kan !!"


ucap Rey mengambil alih nampan itu


"Ya sudah nenek istirahat dulu,, jangan lupa obat nya di minum, nenek pergi dulu "


ucap Nek Vida kemudian meninggalkan tempat itu


sekarang hanya tinggal Sofia dan Rey di dalam kamar,, Rey mulai menyuapkan makanan untuk Sofia namun Sofia hanya diam dan menundukkan kepalanya


"Fii..... ayo makan dulu !!"


ucap Rey lembut sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan


Rey menghembus kan nafas melihat Sofia yang tidak mau berbicara padanya


"Hufff.....!! Aku tau aku salah, dan aku minta maaf, "


Rey menjeda ucapannya


"Tapi tolong jangan seperti ini, kau harus makan biar cepat sembuh "


"Siapa kau,, apa peduli mu ? "


ucap Sofia datar sambil menatap tajam kearah Rey terlihat dari tatapannya itu ada kekecewaan yang mendalam


"Tentu saja aku perduli...aku suami mu dan kau istri ku !!"


"Su.... Suami ha ha ha ...kau tidak pantas di sebut Suami, dan sejak kapan kau menganggap ku sebagai Istri "


Rey hanya terdiam mendengar perkataan Sofia yang menohok


"Cih....!! sebaiknya kau keluar dari sini jangan menggangguku "


ucap Sofia ketus


"Iya... aku akan keluar, tapi setelah kau menghabiskan makanan ini dan minum obatnya..."

__ADS_1


ucap Rey sambil menyodorkan sendok berisi makanan


"Ya, aku bisa sendiri pergilah," Ucap Sofia berusaha mengambil nampan berisi makanan itu.


"U-uh..." Sofia merintih kecil, kedua lengannya yang diperban membuat dirinya kesulitan mengambil nampan itu


Rey terkekeh kecil, "hah.. nah makan lah... biar aku menyuapi mu"


Sofia hanya diam, dia pasrah dan tentu saja menerima bantuan Rey ini.


usai Sofia makan dan minum obatnya...


"Hmm... Baik sekarang istirahat lah, aku akan keluar..."


Rey tersenyum kecil saat menatap Sofia kemudian ia berbalik dan meninggalkan Sofia, dia merasa lega karena Sofia mau memakan makanan nya dan minum obat.


malam sudah begitu larut namun Sofia tidak dapat memejamkan matanya ia sudah mencoba tapi setiap kali memejamkan mata


maka ingatan ingatan saat ia berada di dalam mobil yang terjun ke jurang dan meledak akan muncul dan membuatnya ketakutan


di tambah lagi kata kata papa dan mamanya,, yang selalu terngiang-ngiang di telinga nya


yang membuat Sofia tambah bingung adalah wajah mama dan papanya tidak jelas sama sekali


itu membuat nya berpikir keras dan berusaha mengingat wajah kedua orang yang menjadi papa dan mamanya itu


semakin ia memikirkan wajah papa dan mamanya maka kepalanya semakin sakit bahkan hidung nya mengeluarkan darah


dari arah pintu terdengar suara langkah kaki


dengan cepat Sofia membersihkan darah yang keluar dari hidungnya dan menutup matanya berpura-pura tidur


langkah itu semakin jelas dan menghampiri Sofia yang berupa - pura tidur


sebuah tangan kekar mengelus lembut pucuk kepala nya dan sebuah ciuman mendarat di keningnya


terdengar bisikan lembut di telinga


"Selamat tidur semoga mimpi indah,, semoga cepat sembuh dan maafkan aku,, aku mencintaimu....!!"


***Bersambung


hai Nayr hari ini up nya telat lagi dan cuma bisa dikit


dan untuk para readers yang Minta up lebih dari satu Chapter untuk sekarang


Nayr kayanya belum bisa mohon di mengerti


Nayr masih dalam tahap pemulihan sehabis sakit***

__ADS_1


__ADS_2