Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 52 bertemu klien Asing III


__ADS_3

sebelumnya**


Iya...! iya...! aku tau hanya saja inikan tempat umum apa kamu tidak malu di liatin semua orang disini "


Ucap Rey beralasan padahal hatinya sangat kesal pada Angga kerena ingin mengambil Sofia dari nya tapi... ! semua itu memang salah nya ia tidak jujur tentang hubungannya dengan Sofia


"Kenapa aku harus malu aku kan hanya berusaha mengejar cinta ku "


Ucap Angga sambil menengok ke kanan dan kiri mereka berbicara sambil berjalan mengikuti Sofia dari belakang ~~


Sofia pun sangat jelas mendengar pembicaraan mereka berdua, mereka bertiga pun sampai di restoran lantai bawah hotel itu Sofia segera memesan makanan untuk nya ia sudah sangat lapar karena pagi tadi ia hanya minum segelas susu dan makanan satu buah apel saja sebagai sarapannya


Makanan yang Sofia pesan sudah datang begitu pun pesanan Angga dan Rey, Sofia langsung memakan nya tanpa menghiraukan dua orang yang bersama nya, sambil makan Sofia terus memperhatikan sekeliling restoran itu ia merasa familiar dengan restoran itu namun tak bisa mengingatnya, Sofia makan sangat lahap hingga Angga bertanya


"Sofia apa kamu sangat lapar? "


Tanya Angga yang terus memandangi Sofia yang tengah makan dengan lahap, Sofia tidak menjawab ia hanya mengangguk, Rey melihat Sofia yang mengangguk jadi merasa bersalah karena tadi pagi ia tidak menunggu nya sarapan dulu


"Kalau kamu masih lapar kamu boleh ambil punyaku, atau kamu mau aku pesankan lagi makannya?"


Ucap Angga lembut dengan senyuman yang tak luntur diwajahnya kalau memandang Sofia


"Sofia kamu tidak perlu mengambil makanan punya Angga, lebih baik punyaku saja,, punyaku lebih enak ini "


Ucap Rey sambil menyerahkan makanan nya kehadapan Sofia ia tak mau kalah dengan Angga Sofia memandang kearah mereka berdua secara bergantian lalu tersenyum kepada mereka berdua tanpa bersuara ia terus makan makanan nya


"Sofia senyum mu itu sangat maniss... membuat hatiku melelah !"


Ucap Angga tersenyum dan terus memandang Sofia


"Heh Angga apaan sih kamu Ngga, jauhkan pandanganmu itu darinya, Meleleh, meleleh apanya memang senyum nya panas bisa melelehkan, dan kamu Sofia jangan tersenyum seperti itu pada nya "


Ucap Rey dengan nada tidak suka dan kesal dibuatnya


"Iya..! senyum nya panas, panas api cinta yang sanggup melelehkan hati ku "


Ucap Angga tanpa memandang lawannya bicara karena pandangan nya terus tertuju pada Sofia


"Dasar ba**ol " Ucap Rey menjitak kepada Angga


"Awwuu.... Sakit..! kenapa kau menjitak kepalaku sakit tau enak aja main jitak - jitak "


Ucap Angga sambil memegang kepalanya yang sakit kerena jitakan Rey yang cukup kuat, Rey juga menjitak nya tidak main-main


"Bagus kalau kamu sudah sadar "


Ucap Rey dengan tatapan tajam kearah Angga melihat tatapan Rey Angga jadi bergidik takut kalau Rey benar benar marah pada nya, kali ini Rey benar benar marah dan kesal dengan Angga karena menggoda Sofia di depan nya


"Kalian berdua bisa diam tidak, CEPAT MAKAN makanan kalian,!


Ucap Sofia dengan wajah kesal melihat kelakuan dau pria di depannya

__ADS_1


"Iya...! iya ... ! maaf.. ! Ucap Angga dan Rey bersamaan akhirnya mereka pun diam dan mulai makan Angga yang melihat makanan Sofia sudah habis pun kembali menawarkan makanannya


"Sofia apa kamu masih lapar? kalau masih lapar kamu pesan aja lagi, atau mau punyaku biar aku suapin ya !"


Ucap Angga sambil menyodorkan sesendok makanan kehadapan mulut Sofia


"Mas... Angga sayang aku sudah kenyang, perut ku ini bukan gentong ( wadah yang besar)


yang mampu menampung semua makanan, lebih baik mas Angga diam dan cepat habiskan makanan nya, ATAU...! kusumpal mulutmu dengan ini !"


Ucap Sofia penuh penekanan dan menunjukkan kepalan tangannya siapa untuk menyumpal mulut Angga yang tak bisa diam terus bertanya dan bicara, Sofia berdiri dari tempat duduknya


hendak berjalan meninggalkan Angga dan Rey


" Mau kemana? " Tanya Rey datar


"Mau ke toilet bentar !" Ucap Sofia


"Kamu tau toiletnya di mana?" Ucap Rey lagi


"Tau,,, itu di sana !" Ucap Sofia sambil menunjuk ke arah penunjuk jalan yang menuju toilet


kemudian ia berjalan menuju toilet


"Wah.. ucapan Sofia pedes juga ya,, tapi aku rela kalau mulutku disumpal dengan tangan nya yang halus dan lembut itu "


Ucap Angga tersenyum memandang kepergian Sofia


Ucap Rey kesal


Didalam toilet Sofia merasakan kepalanya sakit bayangan - bayangan tak jelas dan tak bisa iya ingin kapan dan siapa yang ada di ingatan nya itu yang jelas ia merasa familiar dengan hotel dan restoran itu saat ia menatap cermin yang ada di toilet ia melihat hidung nya mengeluarkan cairan merah dan kepala nya bertambah sakit


"Ahh berdarah lagi " gumamnya


Sofia memegang kepala bagian belakang nya dengan satu tangan dan tangan satunya meraih tisu untuk membersihkan darah yang keluar dari hidung nya tiba-tiba ada seseorang yang menyapa


"Mbak apa mbak baik baik saja? apa mbak butuh bantuan?" Ucap orang itu


"Oh,,ya.. ! tidak...! tidak perlu aku baik baik saja"


Ucap Sofia


"Ya,, udah saya masuk dulu!" Ucap orang itu lagi lalu masuk ke dalam toilet


"Iya terima kasih atas tawaran nya!"


Ucap Sofia


Di meja makan Angga terlihat gelisah ia juga sudah menyelesaikan makan nya


"Rey kenapa Sofia lama? apa ia tersesat, aku akan menyusulnya"

__ADS_1


Ucap Angga


"Tidak perlu, sudah duduk saja, tuh dia !"


Ucap Rey sedikit mengangkat kepala memberi isyarat pada Angga kalau Sofia sudah menuju tempat mereka


"Fi.. kenapa lama ? aku jadi khawatir," Ucap Angga


"Ya ..., biasalah, tak perlu khawatir aku bukan anak kecil lagi , apa kalian sudah selesai?"


Ucap Sofia tanpa ekspresi


"Iya,, sudah !" Sahut Angga


"Ayo pergi!" Ucap Sofia


"Iya,,, ayo , Angga kamu yang bayar sana !"


Ucap Rey pada Angga sambil menyerahkan kartu untuk pembayaran


"Oke...!" Sahut Angga sambil menerima kartu yang diberikan oleh Rey


setelah menyelesaikan pembayaran mereka bertiga pun meninggalkan Restoran itu,


kini mereka bertiga sudah ada di dalam mobil Sofia duduk di kursi belakang dengan menyandarkan punggungnya dan memejamkan mata wajah nya terlihat pucat


"Sofia apa kamu sakit?, kok wajah mu pucat?!"


Ucap Rey khawatir ia duduk di kursi depan bersama Angga


"Tidak aku baik baik saja, hanya sedikit pusing!"


Sahut Sofia


"kalau begitu kamu istirahat saja dulu, ini kan baru jam satu masih ada waktu sebelum kita menemui klien dari Francis itu"


Ucap Angga


"Iya benar kata Angga" Ucap Rey membenarkan kata Angga


"Iya,, lebih baik kita langsung meluncur kesana sekarang, aku akan istirahat di mobil saja"


Ucap Sofia


Sesuai permintaan Sofia mereka langsung meluncur ke tempat yang di janjikan


mereka pun sampai di parkiran sebuah kafe tempat pertemuan berikutnya


...Bersambung~...


makasih yah, jangan lupa beri author dukungan like, komen dan vote biar author tambah semangat (⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧

__ADS_1


...TERIMAKASIH ...


__ADS_2