Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 39 hanya karyawan rendahan


__ADS_3

"loh.. kenapa nggak enak,? kenapa dengan Sukma ? apa hubungannya?" tanya Angga


"Ya.. nggak enak saja katanya ia juga mau di kasih hadiah sama orang yang ia suka " Ucap Sofia


"Memang nya siapa orang yang di sukai Sukma?"


tanya Angga


"Mas Angga...!" sahut Sofia enteng


"Apaaaaa....! a.. aku?" Ucap Angga kaget sambil menunjuk dirinya sendiri


Sofia mengangguk kan kepalanya tanda membenarkan ucapan Angga dan tersenyum


kebetulan pelayanan datang untuk mengantar makanan pesanan Angga pelayanan itu sempat kaget mendengar ucapan Angga yang kencang dan tiba tiba.


"Maaf ini pesanan anda!" Ucap pelayanan itu kemudian menyusun hidangan di atas meja


"Silahkan di nikmati, saya permisi"


Ucap pelayanan itu


"Iya terima kasih" Ucap Sofia


"Sofia, benar Sukma suka sama aku? kamu... sedang tidak bercanda kan,?"


tanya Angga memastikan


"Iya aku tidak bercanda, Sukma sendiri yang mengatakan bahwa ia menyukai mu sejak pertama masuk bekerja di perusahaan itu "


Ucap Sofia menjelaskan


"Tapi Sofia aku sebenarnya menyukai orang lain,


aku cuma menganggap Sukma sebagai rekanan kerja dan teman saja, jadi aku harus bagaimana mana?" Ucap Angga


"terserah apa keputusan mas Angga saja aku tidak mau ikut campur " sahut Sofia


Angga dan Sofia pun menghentikan pembicaraan mereka dan memulai menikmati makanan yang sudah di siapkan pelayanan tadi setelah menghabiskan makanan mereka kembali mengobrol, kali ini Sofia banyak bertanya pada Angga tentang Fani, Rey, tidak lupa ia menanyakan tentang perusahaan tempat nya bekerja itu


Angga menjawab semua pertanyaan serta menjelaskan semua yang ia ketahui tentang Fani, Rey dan juga perusahaan kepada Sofia


Sesekali ia melempar kan candaan - candaan pada Sofia yang membuat Sofia tertawa


Sofia juga membalas candaan Angga sehingga Angga juga ikut tertawa membuat suasana menjadi ceria dan lebih merasa dekat satu sama lain,


Setelah mengobrol banyak dan perut sudah terisi makanan mereka pun kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaan nya masing-masing


Tiga hari setelah itu Sofia dan Angga mulai dekat dan akrab, bahkan Sofia sudah menganggap Angga seperti kakak nya sendiri,


tapi sebalik dengan Fani, ia terus berusaha mendekati Rey meski mereka sudah sering makan, jalan, dan juga beberapa kali Rey mengantar Fani pulang ke rumah nya,


Namun Rey tetap bersikap dingin pada nya,


tapi itu tak membuat Fani menyerah untuk mendapatkan hati Rey, ia terus berusaha

__ADS_1


Fani juga belum menyadari bahwa dokumen dan berkas penting yang selama ini ia sembunyikan itu sudah berpindah tangan,


Ya dokumen yang berisikan bukti bukti bahwa Fani telah menggelapkan uang perusahaan itu yang diambil oleh Sofia,


Siang ini Sofia sudah menyelesaikan pekerjaan nya ia ingin pergi untuk istirahat dan makan siang


"Sukma makan yu..!" ajak Sofia


"Tunggu sebentar aku masih ada sedikit pekerjaan" Ucap Sukma


"Mau aku bantuin?" Ucap Sofia


"Tidak usah ini juga sudah mau selesai ko...!"


Sahut Sukma


Dua menit kemudian Sukma sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya


"Yapp.... sudah...! Sofia ayo pergi?"


Ucap Sukma


Mereka pun pergi untuk makan siang dari arah belakang seseorang memanggil mereka berdua


"Sofia, Sukma tunggu, apa kalian mau pergi makan siang?"


tanya Angga yang memanggil mereka ternyata Angga, kebetulan ia ingin pergi makan siang juga


"Iya nihh ..!" Ucap Sofia


"Aku boleh gabung nggak,? aku juga mau pergi makan siang " Ucap Angga


kali ini Sukma yang menjawab ia senang karena bisa makan bareng Angga walaupun tidak berdua


"Ya sudah ayo pergi" ajak Sofia


"Tunggu apa aku boleh gabung juga? kebetulan aku mau makan juga" Ucap Nana


"Ehh Nana, bagaimana apa Nana boleh gabung?" Ucap Sukma


"Tentu boleh aku nggak keberatan, lebih banyak kan lebih rame , bagaimana dengan pak Angga ? "


Ucap Sofia menimpali


"Tentu saja!" sahut Angga


"Ya sudah ayo kita berangkat " Ucap Sukma


Nana ini adalah karyawan di perusahaan Rey juga


dan termasuk teman dekat Sukma,


Mereka berempat pun pergi menuju restoran yang ada tidak jauh dari kantor itu,


di restoran mereka duduk satu meja yang sama

__ADS_1


mereka memesan makanan kesukaan mereka masing-masing, sambil menuggu pesanan mereka datang


mereka berbincang-bincang banyak hal dan bercanda gurau sesekali Sukma melirik Angga yang duduk di sebelah nya dan tersenyum pada nya, Angga pun menyadari kalau Sukma beberapa kali melirik ke arah nya


hal itu membuat Angga jadi sedikit canggung dan


merasa risih akan tingkah Sukma


Sofia dan Nana saling memandang kemudian mereka tersenyum bersama melihat tingkah Sukma, tak berselang lama makanan yang mereka pesan akhirnya datang mereka pun langsung menyantap makanan nya masing-masing, saat semua sedang menikmati makanan tak sengaja Sofia melihat dari arah pintu masuk restoran Fani bersama dengan Rey baru memasuki restoran itu juga dan berjalan mendekat kearah meja mereka,


Sofia berpura-pura tidak melihat kedatangan mereka dan terus menyantap makanan nya


"Ehh... kalian makan disini juga?" Ucap Fani menyapa saat mendekati meja mereka


"ehh... iya bu Fani !" Sahut Nana


"Kebetulan aku dan pak Rey mau makan di restoran ini juga" Ucap Fani lagi sambil mengandeng tangan Rey


"Apa bu Fani dan pak Rey ingin bergabung dengan kami?" Ucap Nana lagi menawarkan


"Ya .. nggak lah ...! mana mungkin pak Rey dan aku mau gabung sama kalian yang hanya karyawan rendahan "


Ucap Fani dan tersenyum mengejek kearah mereka


Angga sangat marah mendengar perkataan Fani yang menyebut mereka hanya karyawan rendahan


"APA...! hanya karyawan rendahan kata mu,


jaga. ucapan mu itu Fani !"


Ucap Angga marah ia berdiri dan menggebrak meja


"Iya... kenapa marah, mereka memang karyawan rendahan kan !" Ucap Fani lagi


"Sudah cukup...! aku datang kesini untuk makan, bukan untuk mendengar kalian bertengkar


apa kalian tidak malu dengan orang - orang yang ada di sini "


Ucap Rey datar ia ingin menghentikan pertengkaran itu


"Pak Rey benar kita disini mau menikmati makanan, bukan untuk bertengkar,


sudahlah mas Angga lebih baik duduk dan habis kan makan mu tak perlu mendengarkan ucapan Fani , yahh.... lebih baik menjadi karyawan rendahan seperti kita ini dari pada karyawan senior tapi koruptor "


Ucap Sofia dengan tenang dan tersenyum memandang kearah Fani dan menatap tajam kearah Rey,


Angga, Sukma, Nana ,Fani , dan juga Rey yang mendengar perkataan Sofia tentang koruptor sangat terkejut terutama Fani wajah nya berubah pucat, dalam hati ia berpikir


"Mengapa Sofia bicara seperti itu, apa dia tahu kalau aku korupsi uang perusahaan selama ini,


ahhh ... mana mungkin, mungkin ini hanya kebetulan "


pikir nya ia langsung menepis pikiran nya itu


ia sangat yakin bahwa tidak ada seorang pun yang tau tentang perbuatan nya itu

__ADS_1


"Ahh.. sebaiknya kita duduk di sebelah sana saja Rey , aku sudah lapar~~


*BERSAMBUNG*


__ADS_2