
Merasa diabaikan Fani dengan kesal masuk ke dalam mobil yang di tunjukkan Angga ke pada nya
"Ayo pak, jalan !"
Ucap Fani
"Iya, mbak" sahut supir itu kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan bandara
sedangkan mobil yang di tumpangi Rey dan Angga sudah melaju terlebih dahulu meninggalkan Fani
mobil yang tumpangi Fani melaju dengan kecepatan sedang, tepat di perempatan jalan yang agak sepi dan minim penerangan lampu jalan tiba - tiba mobil berhenti,,,Fani mengerutkan keningnya dan bertanya
"Loh ... kok ... berhenti pak, ada apa ??"
Ucap Fani sedikit khawatir
"Maaf, mbak tunggu sebentar!"
Ucap sang sopir,, sopir itupun turun dari mobil
nya , dan masuk lagi,, tapi sopir itu bukannya masuk ke kursi depan untuk mengemudi melainkan masuk ke kursi belakang penumpang tepatnya di kursi yang sedang Fani duduki
sopir itu masuk dan langsung memeluk Fani tanpa aba aba,, sontak fani terkejut dan berteriak
"Aaaaakhh......apa apaan ini lepaskan dasar sopir s****n sopir d****p sopir b******n,, leeepaas...... Awas kau.... dasar sopir jelek...."
teriak fani sambil memberontak dan mengumpat
semakin fani memberontak sopir itu semakin memeluk tubuh nya dengan erat
saat ini fani terpojok dan tidak bisa berbuat apa-apa
tangan fani berusaha mendorong sopir itu
"Lepaskan....! dasar sop....." Ucapan fani terpotong karena mulut nya dibungkam dengan ciuman bibir sopir itu
sopir itu melakukan aksinya dengan penuh gairah
setelah berhasil mencium bibir fani ciuman itu pun berlanjut ke leher hingga berhenti di gunung kembar milik Fani lidah nya bermain di sana tangan nya tidak tinggal diam, ia menyingkap rok fani dan menyentuh bagian sensitif milik Fani
"Aaaakhh..... tolong lepaskan..... aaaakhh...ja... jan...gan....!"
ucap Fani ia tak tahan dengan sentuhan itu tubuhnya memberontak tapi hati kecil nya menginginkan sentuhan yang lebih dari itu
"Sudah diam.... nikmati saja ini tidak akan sakit,, hanya sebentar "
Ucap sopir itu lalu melanjutkan aksi nya kembali
Fani mendesah dan mulai menikmati kembali,,
mungkin karena masih ada efek obat perangsang yang di minum nya
percuma saja ia memberontak tenaga nya juga tidak cukup untuk melawan sopir itu
melihat Fani tidak memberontak lagi,, malah mulai menikmati sentuhannya itu
sopir itu tersenyum bahagia, ia segera meluncurkan rudal milik nya yang sudah siap tempur itu kedalam lorong ajaib milik fani
__ADS_1
saat rudal itu masuk ke dalam lorong, fani mendesah pelan dan meremas rambut bagian belakang sopir itu mungkin... karena rudal itu di paksa masuk oleh sopir itu
setelah rudal masuk kedalam dengan sempurna sopir itu mulai menggoyang kan pinggang nya dari perlahan hingga lebih cepat,, bahkan body mobil pun ikut bergoyang
cukup lama aksi itu dilakukan oleh sang sopir hingga ia puas dan rudal milik nya menembakkan beberapa peluru kedalam lorong ajaib milik fani,,
Fani sendiri merasakan tembakan peluru dari rudal milik sopir itu, ia sendiri juga sampai mengeluarkan ****** hingga tiga kali
setelah sang sopir puas melakukan itu ia kembali menjalankan mobilnya untuk mengantar Fani
sesampai di depan rumah fani,, ia turun perlahan dari mobil,, berjalan dengan langkah gontai memasuki rumahnya
sampai di dalam kamar ia berteriak dan menghancurkan banyak barang di dalam kamar itu
"Aaaaakhh...... sialan....br*****k kenapa....
kenapa jadi begini!"
teriak nya sambil menangis
"Bu... bukan... seperti ini yang akan ingin kan ... hiskk....hiskk...
aku hanya ingin bersama Rey,, hiskk..,. hiskk...,,,"
gumam nya lemah sambil terduduk di tempat tidur nya serta mengingat ingat bagaimana bisa ia bertindak agresif kepada Bagas dan menikmati sentuhan sopir b******n itu
" Tapi kenapa aku yang merasakan efek obat itu....,, padahal jelas-jelas aku memasukkan obat itu ka minuman nya Rey,,, tapi kenapa aku yang terangsang ya... apa ada yang menukar minuman itu,,,,, tapi siapa yang menukar nya dan kapan ,, bahkan aku tidak bergerak dari tempat duduk ku
Apa Angga yang menukar nya tapi.... itu sangat tidak mungkin saat aku memasukkan obat itu aku sudah memperhatikan sekitar tidak ada seorangpun yang menyadarinya
Aaaaakhh..... sialan,, apa yang sebenarnya terjadi padaku Aaaaakhh...... "
"Baiklah jika aku tidak bisa mendapatkan Rey maka tidak akan ku biarkan satu orang pun yang bisa mendapatkan Rey juga termasuk Sofia itu
kalau begitu aku harus secepatnya menjalankan rencana ku untuk menyingkirkan Sofia, jika Sofia mati maka bukti tentang penggelapan dana yang aku lakukan, itu tidak akan pernah sampai kepada Rey atau pun Angga "
gumam nya pelan lalu terlelap dalam tidurnya mungkin karena kelelahan sudah melakukan dua kali pertempuran dengan dua orang yang berbeda
satu hari setelah kejadian itu fani kembali masuk kantor seperti biasa begitu juga dengan Sofia Angga dan Rey serta karyawan lain nya
pagi ini mereka melakukan meeting bersama
setelah meeting Sofia berencana untuk menyerahkan bukti tentang fani yang melakukan korupsi uang perusahaan dalam satu tahun
terakhir ini
namun Fani lebih dulu menjalankan rencana nya ia tau hari ini salah satu di antara mereka harus pergi ke gudang penyimpanan barang yang akan dikirim
fani sengaja menyuruh Sukma pergi ke luar kantor
"Eh,, Sukma tolong kamu fotokopi berkas berkas ini ke warung depan,, soalnya mesin fotokopi kantor sedang rusak "
Ucap nya sambil menyerahkan berkas berkas yang harus di fotokopi kepada Sukma
"Baiklah aku akan pergi ,,"
Ucap Sukma ia mengambil berkas itu dari tangan fani lalu pergi meninggalkan kantor tanpa curiga
__ADS_1
seperti dugaan fani Angga datang dan menanyakan di mana Sukma karena setiap Angga pergi ke gudang penyimpanan barang Sukma lah yang melakukan tugas itu
"Eh... Sofia di mana Sukma,,?? "
tanya Angga
"Aku lihat tadi ia pergi ke luar kantor,,! ada apa kau mencarinya, "
tanya balik Sofia
"Ahh.. . gimana ini kalau tidak berangkat sekarang takut nanti kesiangan ,, "
gumam Angga pelan
"Oya fii kamu nggak sibukkan tolong kamu gantikan Sukma ya,,, sekalian ada yang ingin ku bicarakan dengan mu,, ayo ikut aku sekarang "
Ucap Angga sambil menarik tangan Sofia pelan
"Eh... .eh... tunggu.... memangnya kita mau kemana ?"
Ucap Sofia bingung sambil mengikuti Angga yang menarik tangan nya
"Kita akan pergi ke gudang penyimpanan barang dan kamu mengganti kan Sukma untuk hari ini, sekalian ada yang ingin ku bicarakn dengan mu "
Ucap Angga sambil berjalan keluar kantor
Fani yang dari tadi memperhatikan itu semua menyunggingkan senyuman karena rencana nya berjalan dengan baik
ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"Halo,, target sudah berangkat tunggu mereka datang kesana ,, INGAT... buat seolah olah itu kecelakaan,, jangan sampai meninggal jejak kali ini kalian harus berhasil
aku tidak ingin mendengar kata GAGAL.. ingat itu harus bersih. "
Ucap nya melalui ponsel nya
"Baik bos...kali ini kami pasti berhasil,, bos tenang saja "
sahut seseorang melalui ponsel juga
setelah mengatakan semua itu Fani langsung menutup ponselnya dan kembali ke ruangannya
kini Angga dan Sofia sudah berada di dalam mobil dan melakukan perjalanan menuju gudang,,
entah kenapa perasaan Sofia jadi tidak enak ia teringat dengan berkas yang ingin diberikan nya kepada Rey
ia mengambil ponselnya dan mengetik pesan
"Sukma kamu dimana sekarang "
"Aku masih di luar kantor nih,, ada apa?"
"Aku boleh minta tolong nggak"
"tentu saja boleh selagi aku bisa,, mau minta tolong apa ?"
"Sukma apa aku bisa mempercayaimu? ,, soal nya ini masalah yang sangat penting mengenai kantor tempat kita bekerja "
__ADS_1
"Sofia.... tentu saja aku bisa dipercaya dan kau bisa mempercayaiku aku jamin tidak akan mengkhianati mu ,,, cepat katakan kau butuh bantuan apa dari ku,, soal nya Aku sudah selesai nih... dan sekarang aku mau balik kekantor lagi"
bersambung