
Tatapan mata keduanya saling bertemu, hal itu membuat jantung mereka sama-sama berdegup kencang,
Nek Vida yang melihat kejadian itu langsung keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah mereka berdua
" Apa kalian baik baik saja !" Ucap nek Vida khawatir~~
Ucapan nek Vida membuat keduanya tersadar
"Iya nek kami baik baik saja !" Ucap Rey dan Sofia bersamaan, keduanya berusaha untuk bangun Sofia memegangi tangannya yang terluka semalam luka itu belum sembuh sehingga ia merasakan nyeri di tangan nya itu, Rey menyadari kalau Sofia kesakitan ia pun berusaha bangkit untuk membantu Sofia namun sebelah kaki nya terkilir sehingga ia pun harus di bantu untuk bangun dan berdiri, beruntung ada beberapa orang yang juga melihat kejadian itu dan ikut membantu bahkan ada yang mengejar pengendara motor itu namun tidak berhasil karena pengendara motor itu mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi setelah mau menabrak Sofia dan Rey,
Sofia masih bisa berdiri dan berjalan sendiri menuju mobil sedang kan Rey harus dipapah untuk bisa sampai ke mobil
" Terimakasih banyak telah membantu kedua cucuku ! " Ucap nek Vida
"Iya sama sama sudah kewajiban kita untuk saling membantu, o ya mbak, mas lain kali hati hati ya, kalau begitu saya permisi!"
Ucap orang yang membantu memapah Rey sampai ke mobil
"Iya sekali lagi terimakasih atas kebaikannya!"
Ucap nek Vida lagi
Rey dan Sofia masuk ke dalam mobil
"Nek apa sebaiknya kita bawa Rey ke rumah sakit untuk memeriksakan kakinya "
Ucap Sofia kepada nek Vida yang juga sudah berada di dalam mobil
"Tidak, tidak perlu kaki ku hanya terkilir tidak perlu ke rumah sakit segala, panggil tukang pijat saja nanti " Ucap Rey
"Kenapa Sofia benar kita harus periksakan kaki mu itu ke rumah sakit!" Ucap nek Vida yang duduk di kursi depan
"Nenek..Rey tidak apa-apa dan Rey tidak mau pergi ke rumah sakit, pokoknya tiiiiidak kita pulang saja sekarang, ini semua gara gara kamu!"
Ucap Rey menyalahkan Sofia
"Apa... gara gara aku,!!! apa tidak salah jelas jelas kamu yang menarik ku hingga aku jatuh harusnya kamu menyalahkan diri mu bukan menyalahkan orang lain "
Ucap Sofia tidak terima disalahkan
"Aku menarik mu untuk menyelamatkan mu!!kalau tidak kamu pasti sudah dilindas motor itu "
Ucap Rey lagi
"Aku tidak meminta mu untuk menyelamatkan ku,
kamu sendiri kan yang mau, jadi itu BUKAN salah ku "
Ucap Sofia menekan kata bukan
"Eeeahh... dasar gadis aneh harusnya kamu berterima kasih pada ku "
Ucap Rey sangat kesal
"Sudah, diiiaammm... bisa nggak sehari saja tidak ribut, kalian ini seperti anak kecil saja dikit-dikit ribut membuat kepala nenek pusing saja!"
Ucap nek Vida melerai perdebatan Rey dan Sofia
"Iya nek maafkan kami !"
Ucap mereka bersamaan
"Ini semua gara gara kamu awas saja nanti!"
__ADS_1
Ucap Rey pelan
" Terserah, kalau kamu berani macam-macam akan ku buat kaki mu tidak bisa berjalan lagi "
Sahut Sofia pelan
"Oh!!! berani sekali kamu mengancam ku, bukan nya berterima kasih sudah di tolong malah mengancam "
Ucap Rey masih pelan takut di dengan nek Vida
"Teerrserahhh!!!! " Sahut Sofia singkat
"Nenek kalau Rey tidak mau di bawah ke rumah sakit sebaiknya kita pulang saja!"
Ucap Sofia
"Iya kamu benar sebaiknya kita pulang, tapi tunggu sebentar nenek telpon Toni dulu supaya dia kesini, biar dia yang menyetir!"
Ucap nek Vida
"Tidak usah nek biar Sofia aja yang menyetir "
Ucap Sofia lalu iapun pindah ke kursi depan untuk menyetir
"Kamu bisa nyetir mobil?"
Ucap nek Vida sedikit terkejut
"Iya nek sedikit " Sahut Sofia
Sofia pun menyalakan mesin mobil, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman,
Setelah sampai nek Vida keluar dari mobil lebih dulu dan memanggil Toni untuk membantu memapah Rey menuju kamar nya
tanya Toni
"Hanya kecelakaan kecil, cepat bantu!"
Ucap nek Vida
"Iya nyonya!" sahut Toni
Sekarang mereka sudah berada di dalam kamar
"Mang tolong panggil kan bik Wati suruh dia kesini, sekalian bawakan air dan kain bersih untuk membersihkan luka !"
Ucap Sofia
"Iya sebentar,. saya permisi "
Ucap Toni kemudian pergi untuk menyampaikan permintaan Sofia pada bik Wati
"Boleh aku memeriksa kaki mu?"
Tanya Sofia pada Rey
"Tidak perlu!" Ucap Rey datar ia kembali ke mode
datarnya
"Ayolah aku hanya ingin memeriksanya, separah apa kaki mu sehingga harus di papah untuk berjalan "
Ucap Sofia ia langsung berjongkok dan melepaskan sepatu Rey untuk memeriksa kaki nya meski tanpa persetujuan dari Rey
__ADS_1
"Eh...ehh mau ngapain sudah ku bilang aku nggak mau lepaskan kaki ku "
Ucap Rey sambil menepis tangan Sofia yang sudah memegang kakinya tapi
Sofia tidak mendengarkan ocehan Rey
"Aaaggkkh!!!!.. kau apakan kaki ku, apa kau mau mematahkan nya? ini sakit sekali!"
Ucap Rey mengepalkan tangan nya menahan sakit dan juga kesal dengan kelakuan Sofia
"Sofia apa yang kau lakukan? sehingga Rey begitu kesakitan "
Tanya nek Vida yang merasa khawatir melihat Rey kesakitan
"Tidak nek Sofia hanya membantu, mematahkan kaki Rey " Ucap Sofia tersenyum santai
"APA....! kau...! kau benar benar mematahkan kaki ku, nenek coba lihat kelakuan cucu kesayangan nenek ini, dia....! dia....! bener bener
aahhk .... !"
Ucap Rey sangat kesal
"So....fia....! apa.....! apa yang kau lakukan?"
Ucap nek Vida lagi ia juga tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Sofia
"Nenek tenang saja, sekarang coba gerakan kaki mu " ucap Sofia
"Nggak mau, " Ucap Rey singkat
"Ohh... ! apa kamu mau ku patahkan beneran ya.sudah..! Gerakan kaki nya sekarang ATAU....!."
Ucapan Sofia terpotong oleh Rey
"Atau apa heh kamu mau membunuh ku juga "
Ucap Rey tambah kesal
"Berhenti berdebat, Rey gerakan kaki mu sekarang, ini perintah nenek cepat!!!"
Ucap nek Vida mengencangkan suaranya nya
"I... iya nek.!" Ucap Rey tanpa membantah lagi Rey menggerak gerakan kaki nya
"Waah nek, kaki Rey sudah sembuh, ini... ini tidak sakit lagi dan Rey juga bisa berdiri sekarang"
Ucap Rey senang karena kakinya sudah tidak terasa sakit lagi
"Apa benar tidak sakit lagi, nenek pikir Sofia benar benar mematahkan kaki mu "
Ucap nek Vida merasa lega melihat Rey yang sudah sembuh
" Nenek mana mungkin aku mematahkan kaki suamiku yang tersayang dan baik ini !"
Ucap Sofia menggoda sambil tersenyum kepada nek Vida kemudian meletakkan baskom berisi air dan kain bersih yang di berikan bik Wati kepada nya, sesuai permintaan Sofia
"Nah sekarang kaki mu sudah tidak sakit lagi kan, sudah bisa berdiri, kalau begitu lepaskan celana mu sekarang!"
Ucap Sofia
" A..a apa le...le.. lepaskan ce...ce..celana ku!"
Ucap Rey terbata bata
__ADS_1
BERSAMBUNG~~