Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 23 tak perlu khawatir


__ADS_3

Rey yang dipandang itu pun menjadi salah tingkah kemudian ia berdehem " eehhm!"


dan berkata


"mana sarapan ku tadi?" ucap nya


Sofia masih diam memandanginya dengan tatapan bingung sambil menyudurkan nampan yang berisi bubur ayam Rey pun mengambil nya dan langsung memakannya, satu sendok bubur ayam telah masuk ke dalam mulutnya kemudian ia terdiam dan menatap Sofia***


Sofia yang di tatap balik, menjadi gelagapan


Rey pun kembali memasukan bubur ke dalam mulutnya setelah itu ia berkata


" kenapa hanya menatap ku,? aku tau aku ini tampan !" ucap Rey narsis


"Cih..! tampan dari mana nya!" ucap Sofia kesel


Rey tak menjawab ia menikmati bubur nya itu dengan lahap menurut nya bubur ayam buatan Sofia sanga enak tak kalah dengan bubur buatan restoran setelah menghabiskan satu mangkok bubur ia belum merasa kenyang dan kembali mengambil seporsi nasi goreng cumi yang tersaji di meja dan memakannya kembali sampai habis kemudian ia bertanya


"kenapa belum menghabiskan sarapan mu?


apa kamu sudah kenyang hanya dengan menatap ku " ucap Rey menggoda dengan menampilkan wajah dingin nya


Sofia tak menjawab ia hanya diam dan meminum segelas susu, ia memang tak merasa lapar tapi... bukan kerena memandang Rey


ia merasa perutnya mual dan kurang enak badan mungkin itu disebabkan sakit kepala hebat tadi malam, melihat Sofia hanya diam dan tak merespon ucapan nya, namun ia masih memperhatikan Rey yang menghabiskan satu mangkok bubur dan seporsi nasi goreng, melihat Rey yang begitu banyak menghabiskan sarapan pagi Sofia menggeleng geleng kan kepalanya sambil bergumam


"ni... orang kelaparan! atau sedang kerasukan setan ya !"

__ADS_1


gumam nya pelan namun masih bisa di didengar oleh Rey


"kalau mau nambah lagi, kamu boleh ambil punya ku!" ucap Sofia sambil tersenyum manis kearah Rey meski wajah nya sangat pucat


Rey hanya diam dan menggeleng kan kepalanya ia sangat terpesona dengan senyuman tulus Sofia, jantung nya kembali berdetak kencang dan senyuman itu menyejukkan hati menurut Rey meski wajah Sofia pucat


"kenapa kamu tidak sarapan? jangan jangan benar kamu sudah kenyang kerena memandang wajah tampan ku ini!"


ucap Rey dengan tatapan menyelidik


"hey...! jangan narsis deh mana ada orang kenyang hanya dengan memandang saja"


Ucap Sofia dengan ketus


"trus kenapa nggak makan?" ucap Rey datar


"Apa kamu sakit?" tanya Rey lagi


"tidak..! kamu tidak perlu khawatir aku baik baik saja setelah minum obat nanti " ucap Sofia sambil membersihkan meja makan serta mencuci mangkok dan piring kotor


"jangan ke pedean kamu! aku tidak mengkhawatirkan mu aku hanya bertanya?" ucap Rey datar


Sofia hanya diam mendengar jawaban Rey ia masih sibuk merapikan piring dan mangkok yang sudah selesai di cuci, dan tiba tiba perut Sofia bertambah mual


"ueekk..! ueekk...! ueekk...! uhkk..! uhkk..!"


ia memuntahkan air susu yang di minum nya tadi dan ter batuk batuk

__ADS_1


Rey yang masih duduk di kursi kaget melihat Sofia muntah dan ter batuk batuk dan wajah nya bertambah pucat, ia menghampiri Sofia dan langsung meletakkan punggung tangan nya ke dahi Sofia,


"uuhh..! panas kau demam!" ucap Rey dengan wajah khawatir


Sofia masih diam berdiri di dekat kursi sambil membersihkan mulut nya sehabis muntah dengan tisu, tiba-tiba penglihatan mata nya berputar putar semua benda di sekitar tempat nya berdiri ikut berputar ia memegang kursi dengan erat agar tidak jatuh sekuat tenaga ia mempertahankan kesadaran diri nya, ia juga takut memejamkan mata kalau ia memejamkan mata takut akan hilang ke sandaran nya.


Sedangkan Rey khawatir dan takut melihat Sofia mematung berdiri di dekat kursi sambil memegangi kursi itu dengan pandangan kosong


"hey..! hey..! Sofia..! Sofia...! wooy...! gadis aneh kenapa diam?"


tanya Rey sambil mengibaskan tangan nya didepan wajah Sofia, namun tak ada respon membuat nya bingung harus berbuat apa,


kemudian ia mengangkat sebelah tangan Sofia menaruhnya di pundak nya bermaksud ingin memapah Sofia ke kamar nya Sofia Merasa Rey ingin membantu nya untuk berjalan, ia sekuat tenaga menggerakkan kaki nya mengikuti Rey yang memapah nya dengan perlahan


"dasar keras kepala! sudah tau sakit masih memaksakan diri!" gerutu Rey pada Sofia.


Akhirnya mereka pun sampai di kamar Sofia


setelah membaringkan tubuh Sofia di tempat tidur, Rey kembali ke dapur mengambil air hangat untuk mengompres Sofia yang demam sebagai pertolongan pertama,


sedangkan Sofia perlahan menutup mata nya berharap agar tidak merasa berputar putar lagi namun saat menutup mata ia malah merasa tubuhnya ikut berputar putar seperti naik roller coaster


ia mencengkram erat seprai tepat tidurnya perut nya bertambah mual namun tak ada yang bisa di muntah kan nya lagi kerena ia tak sarapan selain minum segelas susu, Rey pun sudah kembali ke kamar Sofia dan membawa baskom berisi air hangat serta handuk kecil untuk mengompres


Saat berada di dalam kamar Sofia ia melihat Sofia sudah memejamkan mata**


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2