
nah sejak kepergian kedua orang sikap Rey mulai berubah yang dulu nya terbuka menjadi lebih tertutup, dingin, datar, irit bicara dan emosi cepat berubah ubah, ditambah lagi dengan penghianatan Siska calon istri nya dulu,
tapi tidak dengan nenek nya dan juga paman Willy ia akan bersikap lembut pada mereka berdua)
nah itu sedikit penjelasan tentang paman Willy dan Rey**
Setelah paman Willy tak terlihat lagi Rey pun menutup pintu apartemen nya ia kembali ke kamar nya untuk mengambil laptop nya dan duduk kembali di ruang tamu ia memutuskan hari ini tidak pergi ke kantor dan mengerjakan tugas kantor di rumah iya juga sudah menghubungi
orang di kantor kalau ia hari ini tidak bisa kekantor, detik berganti menit menit pun sudah berganti jam tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 . 30. siang jam makan siang pun tiba makanan yang dipesan Rey pun sudah datang
Ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang, setelah selesai menghabiskan makan siang milik nya ia pun pergi ke kamar Sofia untuk mengecek keadaan nya sekaligus membawakan makan siang untuk Sofia sesampai nya di dalam kamar Sofia ia melihat Sofia masih betah memejamkan mata nya
Rey menghampiri ranjang tempat Sofia terbaring,
meletakkan nampan yang berisi makan siang untuk Sofia ,setelah meletakkan nampan yang berisi makanan Rey pun duduk di tepi ranjang tempat Sofia terbaring lalu meletakkan punggung tangan nya ke kening Sofia untuk mengecek suhu tubuh nya
"Syukur lah... demam nya sudah turun!"
gumam Rey.
Sofia yang merasa keningnya ada yang menyentuh perlahan lahan ia mulai membuka mata nya, " Uuhhh...!"gumam Sofia pelan sambil berusaha untuk duduk, Rey dengan sigap membantu menyusun bantal di kepala ranjang untuk menyadarkan punggung Sofia setelah merasa pas ia kemudian membantu menyadarkan punggung Sofia setelah selesai ia mengambil nampan yang berisi makanan lalu meletakkan nya di samping Sofia
"Sebaiknya kamu makan dulu dan setelah itu minum obat ini!"
Ucap Rey sambil meletakkan beberapa butir obat di pinggir kosong dan menyodorkan sesendok nasi serta lauk nya ke depan mulut Sofia,
Sofia yang baru ter sadar dari pingsan nya setelah merasa kepalanya berputar putar menjadi bingung terdiam kaku sesaat melihat perhatian yang diberikan oleh Rey kepada nya,
"ayo cepat buka mulut mu dan makan ini, sejak pagi kamu belum makan kan?"
Ucap Rey dengan datar
perlahan Sofia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Rey
"Terimakasih..! biar aku sendiri saja!"
Ucap Sofia sambil mengambil sendok yang ada di tangan Rey
"ya sudah ini...!" ucap Rey lagi masih menampilkan wajah dingin nya sambil menyerah kan sendok kepada Sofia
setelah menghabis kan makan nya Sofia kemudian meminum obat yang diberikan Rey pada nya,
__ADS_1
"A.. aku boleh minta tolong!" ucap Sofia sedikit terbata
"eehhm..!" Rey hanya berdehem singkat
"Bisa ambil kan aku air hangat!" ucap Sofia lagi
sambil menyodorkan gelas yang sudah kosong
Rey mengambil gelas itu dan beranjak pergi ke dapur untuk mengambil air hangat yang Sofia minta
Sofia melihat Rey yang sudah keluar kamar nya untuk mengambil kan nya air bergumam sendiri
"ternyata dia perhatian juga meski sangat dingin dan datar!". gumam nya dalam hati sambil menyunggingkan senyum manis nya,
beberapa detik kemudian Rey sudah kembali ke kamar Sofia dengan membawa segelas air hangat lalu menyerahkan
"ini..! minum lah setelah itu beristirahat lah kembali agar cepat sembuh!" ucap Rey masih sangat datar
Sofia menerima segelas air itu dan meminum nya dengan senang hati,
kemudian ia kembali beristirahat saat hendak beristirahat terdengar suara ponsel Rey berdering didalam saku celana nya Rey mengambil lalu membuka nya iya kaget melihat siapa yang menghubungi nya
"Siapa...?" tanya Sofia
Rey tak menjawab nya ia hanya diam dan melangkah menjauh dari kamar Sofia
saat sudah berada di luar kamar Sofia
ia bergumam
"tumben nenek menelepon ada apa ya? jangan jangan.... paman Willy ngadu sama nenek waduuuh.... gimana ini aku harus jawab apa nanti kalau nenek bertanya!" gumam Rey dalam hati
Ya Rey kaget saat nenek yang menghubungi nya
kemudian ia memberanikan diri untuk mengangkat nya
"Halo nek iya ada apa!" ucap Rey dengan lembut pada nenek nya
"Rey kamu kemana saja? kenapa lama sekali baru mengangkat nya?"
"Iya nek maaf tadi Rey buang air kecil di kamar mandi!" ucap Rey berbohong
__ADS_1
"Apa sekarang kamu di kantor?"
tanya nek Vida
"Tidak nek, Rey hari ini tidak pergi ke kantor kerena kurang enak badan, memangnya ada apa?"
"Berarti kamu sekarang ada di rumah "
"I.. iya Rey memang di rumah, apa terjadi sesuatu di kantor atau sama nenek?" tanya Rey sedikit khawatir pada nenek nya
"Tidak terjadi apa-apa nenek baik baik saja, bagus lah kalau kamu di rumah, apa Sofia juga ada di rumah?" tanya nek Vida
"Ada nek..!"
"lalu kenapa Sofia tidak menjawab panggilan nenek, nenek sudah beberapa kali menghubungi ponsel nya apa yang terjadi di sana?" tanya nek Vida
"Tidak terjadi apa-apa di sini kami baik baik saja!"
"trus dimana Sofia nenek ingin bicara sama dia!"
"Iya nek... tunggu sebentar " ucap Rey sambil berjalan menuju kamar Sofia kembali dan mengarahkan ponsel nya kepada Sofia
"siapa?" tanya Sofia pelan sambil menerima ponsel dari Rey dan meletakan nya di telinga
"nenek !" sahut Rey singkat
"Halo nek ini Sofia ada apa?"
"kamu tidak apa-apa kan? kenapa tidak menjawab panggilan nenek!" tanya nek Vida
"Iya Sofia baik baik saja , maaf tidak menjawab panggilan nenek Sofia ketiduran dan baru bangun, Sofia minta maaf karena membuat nenek khawatir" ucap Sofia dengan rasa bersalah
"Syukur lah...! nenek pikir kamu kenapa napa
ya sudah berikan ponsel pada Rey nenek ingin bicara pada nya " ucap nek Vida
"Iya nek!"
***
*BERSAMBUNG*
__ADS_1