Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
baba 100 Kemana dia pergi !!


__ADS_3

"Selamat tidur semoga mimpi indah,, semoga cepat sembuh dan maafkan aku,, aku mencintaimu....!!"


bisik Rey pelan kemudian kembali mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala Sofia .


setelah membisikkan kata-kata tersebut Rey bangkit dan berjalan menuju sofa yang tidak jauh dari tempat tidur Sofia,, dan membaringkan tubuhnya untuk beristirahat


Sofia yang dari tadi hanya pura - pura tidur sedikit terkejut dengan perlakuan Rey yang begitu lembut padanya apalagi mendengar bisikan Rey yang mengatakan Aku mencintai mu


"Tunggu,, tunggu !! apa yang tadi dia katakan,, Aku mencintai mu,, apa...? aku nggak salah dengar ? nggak... nggak aku pasti salah dengar !! pasti telingaku bermasalah mana mungkin dia mengatakan semua itu dia kan tidak menyukai ku,, ya pasti aku salah dengar !!"


pikir Sofia dalam hati ia sedikit membuka matanya dan melihat Rey yang sudah berbaring di sofa


sekali lagi Sofia menghela nafas berat dan memilih untuk tidak memikirkan hal yang tidak penting menurut nya,, ia kembali menutup matanya mencoba untuk tidur


Pagi hari nya Sofia terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal jantung nya berdegup kencang dan berkeringat dingin menghiasi wajahnya


bagaimana tidak berkeringat dingin ia kembali memimpikan saat saat mobil yang ia tumpangi jatuh ke jurang dan meledak


"huh....huh...huh.. aku memimpikan nya lagi !!


serasa sangat nyata,, apa jangan-jangan aku pernah mengalami kejadian itu,, makanya setiap kali aku memejamkan mata aku pasti melihat hal mengerikan itu,, dan juga kepala ku akan sakit bila aku terus memikirkan nya !!"


ucap Sofia pelan sambil menyeka keringat di wajahnya


dan memperhatikan sekitar ruangan itu tidak ada orang selain dirinya sendiri bahkan Rey yang tidur di sofa juga sudah tidak ada di sana lagi


"ternyata aku kesiangan !!" gumam lagi sambil duduk dan hendak berdiri


"Aww.... kaki ku...!! sakit sekali "


rintih Sofia ia kembali terduduk di tempat tidur


"Bagaimana ini,, aku tidak bisa jalan,, di sini juga


tidak ada orang yang bisa di mintai tolong,,


aku sudah sangat kebelet banget nih!! Aduhhh


bagaimana ya !!"


pikir Sofia sambil menggaruk pipinya


"Apa aku ngesot aja ya, ke kamar mandinya daripada aku melakukan nya disini... aduh aku sudah nggak kuat,, .


ahh ya udah ngesot aja kan nggak ada orang yang liat !!"


gumam nya sendiri


kemudian ia ngesot untuk pergi ke kamar mandi


jarak kamar mandi dengan tempat tidur tidak terlalu jauh sehingga dengan mudah Sofia sudah berada di dalam kamar mandi


setelah menyelesaikan panggilan alam,, sekalian juga membersihkan diri tidak lupa ia melepas perban di kaki dan kedua tangan nya dengan perlahan dan hati-hati kemudian membersihkan lukanya,,


"Seperti nya tangan ku tidak membutuhkan perban lagi, luka nya juga sudah mengering,, tinggal di olesi salep aja,,


hanya kaki yang perlu di perban lukanya juga masih berasa sakit !! aku harus hati-hati agar tidak infeksi ,, "


gumam nya sendiri sambil membersihkan luka di kakinya


sedangkan di luar kamar mandi tepatnya di dalam kamar itu juga,, Rey datang dengan membawakan sarapan pagi untuk Sofia ia kaget karena tidak mendapati Sofia di tempat tidur dan didalam kamar itu


"Sofia..... Sofia....kau dimana ?? " panggil Rey sambil mencari di seluruh bagian kamar itu


namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Sofia


Rey panik saat tidak menemukan Sofia

__ADS_1


"Kemana dia pergi ? dalam keadaan sakit seperti itu,, apa dia berniat......!! ah tidak tidak !!"


setelah membuang jauh-jauh pikiran nya itu


Rey berteriak teriak memanggil manggil Sofia


"SOFIA..... SOFIA.....!! kau dimana ??"


teriak nya panik sambil keluar dari kamar itu sedikit berlari dan menanyakan kepada penghuni yang ada di fila itu


"Bik Surti,, apa bibi melihat Sofia !!"


"Bu-- bukanlah Neng Sofia ada di kamar nya "


"Ada apa ?? pagi - pagi sudah ribut "


tanya nek Vida yang melihat Rey begitu panik


"Nenek,, apa Nenek melihat Sofia ? "


"Loh...bukan......nya.!!"


"Nggak ada....Nek .....!! Rey habis dari kamar nya tapi Sofia tidak ada dikamar ""


panik Rey


"Kamu sudah periksa semua didalam kamar "


"Sudah......Nek.... maka nya Rey panik dan Rey juga sudah mencari kemana mana , tapi belum ketemu !!


tadi pas Rey tinggal Sofia masih tidur,, tapi pas Rey balik lagi ke kamar untuk mengantar sarapan Sofia sudah nggak ada...."


ucap Rey menjelaskan


"Ya sudah kita cari sama-sama !! kamu jangan panik seperti ini,, Sofia pasti ada di sekitar sini


kamu jangan khawatir "


ucap Nek Vida menenangkan Rey


Sementara semua orang sibuk mencari keberadaan Sofia


Sofia sendiri sudah menyelesaikan ritual bersih bersih nya di dalam kamar mandi


kini ia sudah duduk di atas tempat tidur dan mulai mengoleskan salep pada luka luka nya sebelum ia kembali membalut perban pada kaki nya


tengah asyik mengoleskan salep tiba-tiba Sofia di kaget dengan suara pintu kamar


di buka dengan kasar


"Brakkk....."


saking terkejutnya salep yang anda di tangan Sofia jatuh kelantai


saat pintu terbuka terlihat sosok Sofia yang duduk di tempat tidur yang memegang salep tengah terkejut dan memandang ke arah pintu yang terbuka


Rey masuk dan berlari ke arah Sofia kemudian langsung memeluknya dengan erat


"Sofia, kau dari mana ? jangan membuat ku khawatir dan jangan meninggalkan ku "


ucap Rey mempererat pelukannya


Sofia yang dipeluk begitu erat merasa sesak


ia mendorong tubuh Rey untuk menjauh dari nya


"Lepaskan.... !! apa kau ingin membunuh ku ??

__ADS_1


aku tidak bisa bernafas ""


ucap Sofia datar mendorong kasar tubuh Rey


"Rey,, apa kau sudah menemukan Sofia ?"


ucap Nek Vida dari depan pintu kamar


"Iya nek !!" ucap Rey yang sedikit termundur karena dorongan kuat dari Sofia


Nek Vida masuk dan menghampiri mereka


"Sayang, kamu habis dari mana ? kenapa pergi nggak bilang - bilang, semua orang panik mencari keberadaan mu "


tanya nek Vida sambil mengusap lembut kepala Sofia


Sofia yang di tanya seperti itu mengerutkan keningnya


"Sofia nggak kemana mana Nek !! memangnya ada apa, kenapa semua mencari Sofia ? "


ucap Sofia sedikit bingung melihat raut wajah nenek yang terlihat sedikit panik


"Rey bilang......kamu tidak ada dikamar,, dan menghilang, makanya semua orang sibuk mencari kamu !! tapi syukurlah tidak terjadi apa-apa,, "


ucap Nek Vida merasa lega


"Kamu tadi kemana ? "


"Sofia tidak kemana mana Nek dari tadi Sofia ada di kamar "


"Tapi pas aku masuk kamu tidak ada,, pas aku cari - cari aku tidak menemukan mu !! maka nya aku langsung panik,, kupikir kau pergi....."


ucap Rey menunduk


Sofia mendengus kesal mendengar ucapan Rey


"Aku...tadi kebelet,, dan pergi ke kamar mandi !!"


ucap Sofia kesal


"Rey ....Rey ... harus nya kamu periksa secara teliti sebelum membuat keonaran di pagi hari,,


sudah nenek akan keluar sekalian memberitahu kepada yang lain, untuk menghentikan pencarian,,


Sofia jangan lupa sarapan !! nenek pergi dulu "


"Iya Nek ,, maaf telah membuat semua orang khawatir "


"Bukan salah kamu,, ini gara- gara anak bodoh itu !"


ucap Nek Vida menunjuk Rey kemudian meninggalkan ruangan itu


setelah kepribadian Nek Vida Sofia kembali melanjutkan pengobatan kakinya yang sempat tertunda tanpa memperdulikan keberadaan Rey


"Sini biar aku yang membalut kan perbannya"


ucap Rey menghampiri dan duduk di tepi ranjang sebelah Sofia


Sofia tak bergeming ia masih melakukan aktivitas nya tanpa memperdulikan ucap Rey,,


Rey kembali menawarkan bantuan namun tidak di respon sama sekali oleh Sofia hingga ia menyelesaikan acara memperban kaki nya sendiri


saat Sofia hendak menggeser posisi nya untuk menjauh dari Rey


Rey langsung menahan nya dan memegang tangan Sofia


"Fii..... maafkan aku,, aku tau aku salah, Aku minta maaf, maaf telah memukul mu,, maaf telah mengusir mu,, maaf karena tidak mendengarkan penjelasan mu , Maaf.........

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2