
"Ya sudah ku tutup dulu telponnya aku mau keruangan nya pak Rey dulu sesuai perintah mu "
"Iya sekali lagi terimakasih,, aku mengandalkan mu "
Ucap Sofia kemudian menutup ponselnya
"Bruukk.... "
tiba-tiba seseorang memukul tengkuk belakang Sofia cukup keras
"Aaaaakhh..... " suara kesakitan Sofia sebelum ia jatuh dan pingsan
"Bagaimana dengan karyawan lain?"
tanya seseorang yang telah memukul Sofia
"Aman bos,, mereka mulai pergi meninggalkan gudang untuk makan siang "
jawab salah satu anak buah nya yang disuruh mengawasi karyawan lain agar aksi mereka tidak ketahuan,,
"Bagus,, cepat kau seret gadis itu kearah sana,, dia sudah pingsan, dan kau cepat siramkan bensin itu ke sekeliling tempat ini, jangan lupa di sekeliling gadis itu juga, "
"Baik bos,, " sahut kedua anak buah nya bersamaan dan langsung melaksanakan tugas mereka masing-masing
"Sudah selesai bos,,...!"
"Bagus,,, cepat bakar tempat ini, lalu kita pergi "
Ucap sang ketua
ucapan sang ketua langsung dilaksanakan kedua anak buahnya setelah menyalakan api ditempat yang sudah disiram bensin, seketika api menyambar dan membakar tempat itu,, meninggalkan Sofia yang terbaring pingsan di pojok gudang dengan di kelilingi api yang mulai membesar setelah itu mereka bergegas keluar meninggalkan gudang itu
sebelum mereka meninggal kan tempat itu mereka telah me non aktifkan alarm penanda kebakaran dan mematikan beberapa kamera cctv yang terpasang di gudang,, kemudian pergi meninggalkan area pabrik dan gudang yang mulai terbakar tidak lupa mereka melepaskan seragam karyawan yang mereka kenakan itu dan membuangnya
tentu saja mereka mendapatkan seragam karyawan itu dari Fani,, Fani juga lah yang menyusun rencana agar Sofia pergi kesana dan membakar gudang,, saat Sofia berada didalamnya dan rencana Fani ini berjalan sangat sempurna seolah-olah itu adalah murni kecelakaan
Setelah menyelesaikan tugas,, mereka menghubungi Fani selaku otak pembakaran gudang,,
"Halo bos....! kami telah menyelesaikan tugas,, ini video yang kami rekam saat menjalankan tugas"
ucap sang ketua lalu mengirimkan video yang ia maksud,,
setelah melihat video yang dikirim oleh orang suruhan nya Fani merasa sangat puas
"Bagus,, kerja kalian sangat bagus,, temui aku di tempat biasa dan ambil bonus kalian "
ucap nya lalu menutup ponselnya
~~
Nek Vida keluar dari kantor nya dan berjalan menuju gudang ia berencana untuk mengajak Sofia makan siang bersama,, terlihat area pabrik dan gudang sepi hanya ada beberapa satpam yang bertugas mengawasi pabrik dan gudang itu
ya memang wajar karena saat ini waktu istirahat dan makan siang otomatis para karyawan pergi untuk beristirahat dan makan siang,, di tengah perjalanan menuju gudang nek Vida sempat
bertanya kepada Bowo
"woo... apakah Sofia dan Angga masih ada di gudang?"
tanya Nek Vida
__ADS_1
"Iya nyonya,, non Sofia kayanya masih di dalam gudang,, sedangkan Pak Angga tadi saya lihat pergi kearah toilet "
Ucap Bowo sopan
"Ya, sudah aku mau menyusul Sofia dulu ke gudang,,, sebaiknya kamu beristirahat dan makan siang dulu sana "
Ucap nek Vida lalu pergi meninggalkan Bowo,, nek Vida berjalan masuk ke dalam gudang melalui pintu samping saat masuk alangkah terkejutnya ia melihat kobaran api yang mulai membesar
"Kebakaran...... to...tolong .....ke ..kebakaran...... !
to.... tolong....!"
teriak nek Vida histeris, ia panik melihat api menjalar dimana mana pandangan nya menyapu ke segala arah untuk mencari Sofia
ia berteriak memanggil manggil Sofia
"Sofia..... Sofia kamu dimana? Sofia...nak.... kamu dimana? jawab... ini nenek.... kamu dimana...?!"
teriak nek Vida sambil mencari cari keberadaan Sofia beliau sangat cemas karena menurut Bowo Sofia masih ada di dalam gudang itu
asap mulai memenuhi ruangan
Nek Vida masih mencari cari keberadaan Sofia sambil menutup mulut dan hidung agar tidak terlalu banyak menghirup asap
hingga ia melihat sosok yang dicari carinya terbaring di lantai dan tubuhnya sudah di kelilingi api
melihat hal itu nek Vida berteriak histeris manggil Sofia,,, sambil berteriak minta tolong dengan cepat ia mengambil alat pemadam darurat yang tergantung di dinding dekat pintu samping yang ia lalui tadi tidak lupa ia juga mengambil kain tebal yang terletak tidak jauh dari tempat itu.
kemudian berlari kearah Sofia yang masih terbaring tak sadarkan diri dengan sigap nek Vida menyemprotkan cairan yang ada di dalam alat pemadam darurat itu di sekeliling kobaran api yang mengelilingi tubuh Sofia
api yang mengelilingi Sofia mulai mengecilkan sehingga Nek Vida bisa mendekati Sofia
"Sofia..... Sofia.... bangun sayang.... Sofia... bangun nak.... jangan buat nenek khawatir....."
Ucap Nek Vida tak henti hentinya mengguncang tubuh Sofia
"Sofia... bangun... apa yang sebenarnya terjadi,
hikkss..... hikkss .... hikkss..."
Nek Vida tak kuasa menahan tangisnya ia takut terjadi sesuatu terhadap Sofia saat ini beliau sangat cemas dengan keadaan Sofia yang tak sadarkan di tengah kobaran api
tak henti hentinya mengguncang dan memanggil manggil nama Sofia agar Sofia cepat sadar,,, karena untuk mengangkat tubuh Sofia jelas nek Vida tidak sanggup
teriakkan minta tolong pun tidak ada yang mendengarnya,, nek Vida memeluk erat tubuh Sofia air matanya terus mengalir membasahi pipinya yang mulai keriput itu
sedangkan di luar gudang terlihat Angga sedang berjalan terburu-buru ia takut meninggalkan Sofia terlalu lama,, saat ia membuka pintu gudang yang tertutup betapa terkejutnya ia melihat pemandangan di depannya
bagaimana ia tidak kaget kalau saat membuka pintu gudang ia disuguhkan dengan kobaran api yang sudah membesar sontak Angga berteriak
"Api..... api ..... kebakaran..... kebakaran..... penjaga ... penjaga,, tolong..... tolong.... api .... api..."
teriak Angga panik ia hendak masuk kedalam namun tidak bisa
mendengar teriakkan minta tolong dan seruan kebakaran beberapa penjaga mendatangi asal suara diikuti Bowo yang juga mendengar teriakkan itu tidak lama para karyawan juga mulai berdatangan
"Mana.... mana.... dimana kebakaran nya??"
tanya penjaga dan Bowo secara bersamaan Bowo dan dan penjaga itu memandang kearah depan nya Sontak mereka terkejut bukan main
__ADS_1
karyawan yang lain juga tak kalah terkejutnya
"Gawat,,, nyonya besar ada di dalam bersama dengan nona Sofia,,, cepat panggil pemadam
kebakaran "
Ucap Bowo cemas memerintahkan kepada penjaga lain untuk memanggil bala bantuan pemadam kebakaran
"APA,,, jadi nenek nya bos Rey bersama Sofia masih ada didalam,,"
Ucap Angga lalu hendak berlari masuk kedalam gudang yang penuh dengan kobaran api
namun langkah nya terhenti karena penjaga dan beberapa karyawan laki laki menghalangi dan memegangi tubuh dengan kuat agar Angga tidak nekat masuk kedalam
"Lepaskan..... Aku mau menyelamatkan Sofia dan nenek.... lepaskan.... jangan halangi aku "
ucap Angga memberontak ingin minta dilepaskan
"Apa kamu bodoh.... kamu ingin mati konyol,, apa kamu tidak melihat api nya sangat besar "
ucap penjaga yang memegangi Angga
Di tempat lain
"Pranng......" terdengar bunyi gelas jatuh tanpa sengaja
"Sayang.... ada apa?? apa yang terjadi, apa tangan mu terluka??"
Ucap pria paruh baya yang mencemaskan istrinya
"Tidak,, pah... aku baik baik saja aku tidak terluka ko,,, papa jangan cemas"
ucap sang istri
"Ma....,, bagaimana papa tidak cemas lihat muka mama pucat seperti itu,, ada apa sayang apa kamu sakit?? biar papa panggil kan dokter untuk mana ya... "
Ucap pria itu penuh sayang kepada sang istri
"Tidak pah,,, itu tidak perlu mama baik baik saja "
"Ya sudah kalau begitu mama istirahat saja di kamar biar papa antar,, bik Sum tolong bersihkan pecahan gelas itu "
perintah pria paruh baya sambil berjalan meninggalkan dapur menuju kamar untuk mengantar sang istri beristirahat
"Baik tuan"
Sahut pelayanan yang dipanggil Sum itu
sesampai di dalam kamar pria itu mendudukkan istri di tempat tidur dan menyuruh nya berisikan
"Ada apa,, apa yang mama pikirkan? kenapa terlihat begitu cemas,, katakan saja mungkin papa bisa membantu "
Ucap sang suami lembut sambil membelai pucuk kepala istri nya
"Entah pah..... tiba tiba mama teringat......."
"Prannggg....."
ucap sang istri terpotong saat mendengar suara
__ADS_1
bersambung "