
""Fii... tunggu,, terimakasih karena tidak marah pada ku,,"
Ucap Rey ini kali pertama nya Rey mengucapkan kata terimakasih ,, Sofia hanya membalasnya dengan senyuman dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi
Rey merasa senang karena Sofia tidak marah akan perbuatannya itu dan sekarang ia pergi meninggalkan kamar Sofia menuju kamar nya ia juga langsung menuju kamar mandi untuk mandi sekalian ingin menidurkan pusaka milik nya
******
Kecanggungan terjadi diantara keduanya setelah kejadian pagi tadi tidak ada yang saling berbicara mereka hanya diam dan beberapa kali mencuri pandang satu sama lain hingga tiba di kantor
saat di ruangan pun mereka masih diam hanya asyik dengan pekerjaan masing-masing mereka terlihat sangat serius melihat dan mempelajari berkas berkas yang ada di meja
hingga bunyi ketukan pintu memecahkan keheningan itu
"Tok..... tok..... tok......!"
pintu diketuk dan di buka oleh Angga,, saat masuk entah kenapa ia merasa di ruangan itu sedikit berbeda dari biasanya, ia menoleh ke arah Sofia lalu kearah Rey keduanya terlihat sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing
"Ada apa dengan mereka berdua ?,, tidak seperti biasanya *diam diaman seperti ini....,, apa telah terjadi sesuatu,, atau.....ah.,.. sebaiknya aku tidak usah ikut campur urusan mereka,,!!"
gumam nya dalam hati*
Angga pun berjalan menghampiri meja tempat Rey bekerja
" Rey ini,,, ada beberapa berkas yang harus kau tandatangani !"
Ucap Angga sambil meletakkan berkas di atas meja Rey,, tanpa bersuara apa - apa Rey mengambil berkas itu lalu menandatangi nya tentu saja setelah ia memeriksa dan membaca isi berkas itu
sedangkan Angga berjalan menghampiri Sofia yang tengah asyik mengerjakan beberapa berkas
"Fii....ada apa dengan kalian berdua ? apa kamu di marahi Rey semalam gara-gara kau ku ajak makan malam berdua "
tanya Angga berbisik
" Tidak,, ka Angga tentang saja !! "
"Terus kenapa disini sedikit berbeda.... "
"Berbeda apa nya,,? apa maksud ka Angga ?"
tanya Sofia sedikit bingung dengan suara pelan
"Ya ... beda aja gitu...,, biasa kalian kan suka berdebat,, dan sekarang kalian seperti sedang bertengkar,,. ma.... maksud ku kalian seperti... seperti tidak saling menyapa !!... itu maksudnya""
bisik Angga lagi
"Oya fii... kalau kamu butuh sesuatu atau butuh bantuan jangan sungkan bilang sama kakak mu ini,, kakak mu ini pasti siap membantu mu ya ..!!
ingat itu,, oya aku mau kesana dulu,, dari tadi ku perhatikan Rey terus memandangi kita "
Ucap Angga sambil memberikan isyarat pada Sofia lalu kembali menghampiri Rey yang sudah selesai menandatangani berkas dari Angga
"Oya Rey aku juga mau minta maaf tentang kejadian kemarin,, "
ucap Angga
"Sudah lah aku sudah melupakan itu,, tidak perlu di perpanjang, lagian kau juga sahabat ku,, tidak seharusnya aku marah pada mu "
ucap Rey dengan wajah datar nya
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu !!"
"Hemmm..."
"Fii... selamat bekerja !! aku pergi dulu ""
__ADS_1
Angga pun melangkah meninggalkan ruangan itu dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya ia tak peduli dengan tatapan mata dari Rey sahabatnya itu
Setelah kepergian Angga ruangan itu kembali hening tak ada perkataan atau pun pertanyaan dari keduanya mereka kembali mengerjakan pekerjaan masing-masing hingga Rey tidak tahan lagi dengan suasana seperti itu iapun bersuara
"Sofia apa yang kalian bicarakan tadi? Kenapa berbisik bisik apa kau dan Angga sedang merencanakan sesuatu? "
Ucap Rey dengan tatapan menyelidik
"Tidak ada,, Angga hanya menanyakan kabar ku,, itu saja!!"
Sahut Sofia
"Terus kenapa berbisik bisik seperti itu,, "
"Berbisik,, tidak Angga tidak berbisik dia hanya bicara pelan saja katanya takut membuat mu terganggu, hanya itu saja,, apa menurutmu itu aneh?"
"Ahh...sudah lah,, nanti sore kau temani aku pergi "
"Iya.... dasar bos bewel !!"
Ucap Sofia memelankan suara pada kata terakhirnya
Dua Minggu kemudian hubungan mereka semakin dekat dan membaik begitu juga dengan Angga,,
Sejak dua Minggu terakhir Angga mendekati Sukma dan ya hubungan mereka juga sangat baik bahkan Angga berencana untuk melamar Sukma dalam waktu dekat semua itu tidak lepas dari bantuan Sofia juga,, Sofia selalu mambantu Sukma dan Angga dalam masa pendekatan hingga berhasil
Tentu saja Sofia melakukan hal itu tanpa sepengetahuan dari Rey kalau laki laki itu tau mungkin ia akan sangat cemburu karena dalam dua Minggu ini Rey selalu ingin menempel pada Sofia
Tibalah hari yang direncanakan Angga untuk melamar Sukma,, ia ingin meminta pendapat pada adik angkatnya itu tentang cincin yang bagus untuk Sukma,, karena ini merupakan kejutan untuk Sukma sendiri, ia telah membeli sebuah cincin dan ingin memperlihatkan nya pada Sofia lebih dulu serta ingin meminta pendapat tentang cincin itu,,
Ia pun pergi keruangan tempat Sofia bekerja namun ia tidak mendapati Sofia disana yang ada hanya Rey, dan beberapa tumpukan berkas di mejanya ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan itu namun tidak ada tanda-tanda Sofia disana
"Rey dimana Sofia? Kemana dia??"
Tanya Angga
Ucap Rey tanpa menoleh pada lawan bicaranya
"Oh.... maaf aku sangat senang sekali,, hingga aku lupa untuk mengetuk pintu saat masuk,, cepat beritahu aku dimana Sofia !!"
Ucap Angga bersemangat
"Untuk apa kau mencari Sofia??,, dia tidak ada disini "
"Kemana dia....??"
"Bukan urusanmu.....!!"
"Baiklah kalau begitu aku akan bertanya pada mu saja,, menurutmu bagaimana dengan cincin ini?"
Ucap Angga sambil memperlihatkan kotak kecil berwarna merah berisikan sebuah cincin yang sangat cantik
"Cincin...?? "
Ucap Rey kaget dan menoleh ke arah kotak cincin yang ada di tangan Angga dengan alis yang berkerut lalu beralih menatap Angga yang terlihat semberingah senang memperlihatkan cincin berlian milik nya
"Untuk siapa cincin itu...?"
"Tentu saja untuk seseorang yang istimewa di hati ku !! Memang nya untuk siapa lagi aku membeli cincin semahal ini kalau bukan untuk melamar ke kas......"
"A.... apa.....me..melamar......??,, Siapa yang akan kau lamaran??,,"
Ucap Rey keget dan memotong perkataan Angga
"Itu rahasia!! Nanti kau juga akan tau siapa gadis yang beruntung itu,, karena Sofia tidak ada jadi aku pergi dulu..... Sampai nanti sobat!!
__ADS_1
Ucap Angga kemudian hendak pergi meninggalkan ruangan tanpa memperdulikan ke kagetan Rey,, itu saat membuka pintu untuk keluar kebetulan Sofia juga datang jadi mereka berpas- pasan
"Eh.... Sofia kebetulan kau datang,, sebenarnya aku kesini nyariin kamu tapi kamu keluar kata Rey!!"
"Kamu nyari aku,, Ada apa nyariin aku??"
Ucap Sofia sambil menunjuk dirinya sendiri
"Ada sesuatu yang ingin ku perlihatkan pada mu !! ......oya bagaimana kalau nanti sore kita bertemu di taman yang dekat persimpangan jalan itu,,"
"Emmm .... Baiklah!!!"
"Tidak boleh,,"
Sahut Rey yang mendengar percakapan Angga dan Sofia
"Tapi Rey,,, ini sangat penting bagi ku,, ayolah aku hanya sebentar,, aku janji tidak akan sampai malam ko!!"
Ucap Angga memohon
"Aku bilang Tidak boleh,, ya tidak boleh titik,,!!
Sofia kamu tidak boleh pergi sama Angga pokoknya!!!"
Ucap Rey dengan wajah kesal dan melipat kedua tangan di dada
"Sudah sebaiknya kamu pergi dulu dari sini,, aku akan membujuk nya nanti,, aku akan menemui mu sore ini di taman "
Ucap Sofia pelan
"Be... benarkah,, terimakasih kau memang adikku yang bisa di adalen,, kalau begitu kakak mu ini pergi dulu .. sampai bertemu di taman nanti sore" "
Ucap Angga senang kemudian meninggalkan Sofia dan Rey yang ada di ruangan itu
"Sofia apa kamu mau menemuinya sore ini!!"
"Hemm...." Sofia mengguk pelan
"Tidak boleh,, aku melarang mu menemui Angga "
"Ayolah Rey,, ijinkan aku "
"Aku bilang Tidak,, ya tidak,,. kamu itu istri ku !!"
"Istri.... ya,, aku istri mu,, tapi istri di atas kertas bukan di hati mu.....!!"
Tunjuk Sofia kedada Rey iya kan
"Te..... tetap sa... saja kau itu i...istri ku,,"
"Hufff...... tolong injin aku menemui Angga,, kali ini saja,, ya.... aku mohon..."
Ucap Sofia menangkup kedua tangan dan memasang wajah imut
"Heedah...... baiklah untuk kali ini saja,, setelah itu kau tidak boleh menemuinya,, kecuali bersama ku,, sekarang berhenti memasang wajah itu,, itu sangat jelek,, !!"
Ucap Rey ternyata ia luluh juga dengan permohonan Sofia ia tidak tahan melihat wajah Sofia yang menggemaskan di matanya
meskipun ia bilangan jelek tapi sungguh berbeda dalam hati nya
bersambung
mohon maaf baru bisa up,, soalnya kemaren Author kecapekan habis bersih bersih pasca banjir@@@ ***maklum rumah Author langganan banjir soalnya
terimakasih atas dukungannya
__ADS_1
salam Author***