
""Assalamualaikum ....!! bu Vida, neng Sofia "
ucap Sujo dan gadis itu bersamaan
"Waalaikum'salam...!! Sujo kau sudah datang rupanya,, bagaimana tugas yang kemarin apa sudah selesai ??""
"Iya bu,, sudah beres semua !!"
"Sudah jangan panggil ibu,, panggil nenek saja ya ...!! jo. nenek mau minta tolong lagi boleh...??"
ucap nek Vida
" Tentu boleh,, nek Vida mau minta tolong apa ??"
tanya Sujo
"Nenek mau minta tolong,, temani Sofia jalan - jalan ya ?? O iya siapa gadis cantik di samping mu ini ??"
tanya nek Vida pada Sujo
"Ini .... ini nek,, namanya Ningsih ,, dia ...dia calon istri Sujo kebetulan Neneng pingin ikut kesini ,, ya Sujo ajak aja nggak papakan !!"
ucap Sujo gugup
"perkenalkan aku Nengsih ,, panggil saja Neneng !!"
"Iya Neng,, kebetulan kalau begitu kalian berdua temani Sofia cucu nenek jalan jalan ya ,, nenek takut kalau ia jalan sendiri nanti tersesat lagi !!
nggak papa kan Neng ,, biar Sofia juga ada teman nya disini "
"Iya nek,, Nengsih juga pingin kenal dan berteman dengan Sofia cucu nenek !!"
"Bagus,, nenek akan panggil Sofia dulu kalian berdua tunggu ya !!"
ucap nek Vida kemudian memanggil Sofia
"Nah Sofia,, ini Nengsih calon istri nya Sujo ,, dan Nengsih ini Sofia cucu nenek !!"
ucap Nek Vida
"Hai aku Sofia !!"
ucap Sofia sambil mengulurkan tangannya
"Aku Nengsih,, panggil saja Neneng !!"
ucap Nengsih menyambut uluran tangan Sofia
"Oya bagaimana kalau kita jalan sekarang ??
ucap Sujo
" Iya...!! ayo ...!! Nenek Sofia jalan dulu ya "
"Iya sayang,, Oya nenek juga mau pergi ke rumah kepala desa dulu ,, kamu pulang nya jangan terlalu sore ya !!"
pesan Nek Vida
"Iya nek...!!"
Setelah berpamitan Sofia pergi bersama teman baru nya itu mereka bertiga menyusuri setiap jalan di desa itu setiap kali Sofia bertanya Nengsih selalu menjawab dan menjelaskan apa yang ditanyakan oleh Sofia dengan ramah dan sabar
"Nah ,, sekarang kita berada di kebun jagung milik akang Sujo,, "
"Ohh .. jadi ini kebun jagung milik mu Jo ,, pantesan kemarin kita ketemu di sini,, kamu kemarin habis dari kebun ya... ?? "
"Iya,, kemarin aku habis dari kebun !! kamu mau lihat-lihat,, kebetulan ada jagung yang siap panen"
ucap Sujo
"Emm boleh ""
"Ayo Lewat sini !!!"
ajak Nengsih mereka bertiga pun memasuki kebun jagung itu sambil melihat lihat
__ADS_1
"Nah gimana kalau kita bakar jagung ? di bukit sana ??"
ucap Nengsih
"Boleh ya akang Sujo yang genteng dan baik hati,, ya....ya ... ini,, ini jagung nya besar besar,, pasti enak kalau di bakar !!
ucap Nengsih lagi
" Tentu boleh,, apa pun buat yayang ku yang cantik ini pasti boleh,, oya pilih mau jagung yang mana biar Abang Sujo petikan !!
neng Sofia juga mau yang mana biar Abang yang mengambil nya !!"
"Terserah yang mana aja yang penting bisa di makan "
ucap Sofia
setelah memetik jagung yang di inginkan mereka bertiga menuju bukit yang tidak jauh dari situ
setelah semua bahan yang dibutuhkan siap mereka membagi tugas agar lebih cepat
"Bang Sujo kamu yang buat api nya, aku akan membuat bumbu jagung nya dan Sofia kamu kupas kulitnya jagung nya ya ..!"
"Iya...!" sahut Sofia dan Sujo
tidak butuh waktu lama semua sudah siap,, api nya siap bumbu juga sudah
"Kalian berdua tunggu saja di sana ? biar urusan bakar membakar ini menjadi urusan abang "
Ucap Sujo menyuruh Sofia dan Nengsih beristirahat di bawah pohon rindang tidak dari situ mereka berdua pun menurut
Nengsih membentang kan tikar untuk alas mereka duduk dari sana terlihat pemandangan yang sangat menyejukkan hati membuat perasaan menjadi tenang dan nyaman
"Bagaimana pemandangan dari sini sangat indah bukan ?""
Ucap Nengsih
"Iya sangat indah dan nyaman,, aku jadi betah lama-lama tinggal di sini !!"
ucap Sofia mendengar ucapan Sofia Nengsih jadi tertawa senang
"Hayu... apa yang membuat kalian tertawa?? ,,
ucap Sujo sambil menyerahkan jagung bakar yang sudah siap untuk disantap
"Sambil makan jagung bakar, sambil menikmati pemandangan,, pasti lebih mantap "
ucap Sujo
"Iya...terimakasih " ucap Sofia mengambil jagung bakar itu
"Makasih Abang Sayang....!"
ucap Nengsih mereka berdua terlihat begitu mesra Sofia memilih menjauh sedikit dari mereka dengan alasan pemandangan dari sana lebih terlihat indah
"fii... kamu mau kemana ? kenapa nggak gabung sama kita !!"
ucap Nengsih yang sadar Sofia menjauhi mereka
"Nggak papa,, aku disini aja aku nggak mau ganggu kalian,, ntar aku jadi obat nyamuk lagi untuk kalian,, lagian pemandangan dari sini terlihat lebih indah "
ucap Sofia tak terasa jagung yang di makan Sofia sudah habis sedang kan Sujo dan Nengsih masih asyik berduaan mesra mesraan dan sesekali kejar - kejaran berdua
melihat kemesraan mereka Sofia tiba tiba teringat dengan Rey,,
"Andai... saja Rey seperti itu yang memperlakukan pasangan nya dengan kasih sayang,, pasti aku akan sangat bahagia !!
ehh tunggu kenapa aku jadi memikirkan pria br*****k itu, ada apa dengan ku ?
apa aku salah? berharap kalau Rey menyayangi ku dan mencintai ku serta memperlakukan ku dengan merasa seperti Sujo dan Nengsih,,
kenapa aku jadi memikirkan nya terus....Aaaahh...."
pikir Sofia dalam hati
"Eh fii kenapa melamun ? "
__ADS_1
tanya Nengsih menghampiri Sofia dan membuyarkan lamunan nya
"E ..eh Nengsih,, ada apa ?
"Nggak ada apa - apa ,, aku hanya ingin bilang aku mau ambil air minum dulu,, kamu pasti harus juga kan ? dan lagi ni ya jangan kebanyakan melamun , memangnya apa yang kau lamunkan ?"
"Nggak ada,, aku tidak melamun,, aku hanya terpesona dengan pemandangan alam disini,, kamu ambil air nya jangan lama lama ya !!"
ucap Sofia
"Iya....". Nengsih pun pergi meninggalkan Sofia dan Sujo yang tengah asyik membakar jagung lagi
"Jo,, bakar jagung lagi ? ucap Sofia menghampiri
"Banyak sekali jagung yang kau bakar !! memangnya untuk siapa ??
boleh aku melakukan nya juga,, aku ingin belajar membakar jagung nya "
tanya Sofia beruntung
"Aduh... neng...!! nanya nya atu- atu dong,,
yang mana dulu nih yang harus abang jawab ?
nih ya Abang bakar jagung nih untuk Nek Vida, bik Surti , dan mang Anto juga buat mang Toni,, biar
mereka semua kebagian,,
kalau neng Sofia mau mencoba membakar jagung sok ato ini pegang jangan lupa untuk di bolak-balik biar tidak gosong "
Ucap Sujo menjelaskan pada Sofia
Sofia mencoba mempraktekkan apa yang di ajarkan Sujo kepada nya
baru Lima menit Sofia berada di dekat api keringat nya mulai membasahi keningnya melihat Sofia yang berkeringat,, Sujo merasa kasian ia menyuruh Sofia untuk beristirahat saja
"Neng,, sebaiknya Neng istirahat saja biar ini semua Abang yang kerjakan,, kamu duduk saja di sana, sambil menunggu Nengsih datang !!"
ucap Sujo yang merasa kasian kepada Sofia
"Tuh lihat,, wajah mu sudah keringatan,, pasti kamu cepek kan ?"
Ucap Sujo lagi
"Ya .. udah deh bang aku istirahat dulu !!"
ucap Sofia menyerahkan jagung bakar yang belum matang itu kepada Sujo dan pergi kebawah pohon tempat mereka bersantai tadi
Sofia mulai duduk di bawah pohon yang beralaskan tikar itu sambil memandangi kearah Sujo yang asyik membakar jagung
tiba tiba ia kembali teringat dengan Rey
"Seandainya saja Rey juga perhatian seperti itu kepada ku hah.....!!"
gumam dalam hati
"Lah kenapa aku terus memikirkan nya ,,
aduhh...""
Sofia mengusap wajah kasar,, saat matanya tidak sengaja melihat kesamping nya ia berteriak histeris berdiri dan langsung berlari
"Aaaaaaaa.........!! tolong.,....!! aku takut......!!"
teriak nya histeris sambil berlari tanpa sengaja kaki nya tersandung akar yang menonjol
dan langsung terjatuh
Sedangkan Sujo terkejut mendengar teriakkan Sofia yang begitu kencang ia berdiri dan hendak menghampiri Sofia
"Brukkkk. ...!!! " Sofia terjatuh akibat kaki nya tersandung , tepat menimpa tubuh Sujo yang hendak menghampiri Sofia
"Aaaaa.....aku .....aku.... takut...... tolong...... singkirkan..... binatang itu......da.. dari ku....!!"
teriak Sofia yang berada di atas tubuh Sujo,, Sujo dibuat bingung dengan kelakuan Sofia yang berteriak histeris serta tubuhnya gemetaran
__ADS_1
bersama kejadian itu Rey tiba-tiba ada di sana dan melihat Sofia yang seperti sedang dipeluk,,
Bersambung