Identitas Gadis Misterius

Identitas Gadis Misterius
bab 49 kembalikan


__ADS_3

pikir Rey dalam hati,. hati nya ikut merasakan kerinduan yang sama tiba-tiba ia juga merindukan kedua orang tua nya yang sudah pergi untuk selamanya hingga ia meneteskan air matanya ia membelai lembut wajah Sofia yang masih tertidur,


Pagi hari saat Sofia terbangun ia tidak melihat Rey ada di kamar itu, Sofia bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah semua selesai ia pun turun kebawah dan menuju meja makan, di meja makan ternyata Rey dan nek Vida sudah menunggu untuk sarapan ~~


"Selamat pagi nek " Ucap Sofia


"Selamat pagi, bagaimana keadaan mu? "


Tanya nek Vida


"Sofia baik baik saja, hanya sedikit pegel nek "


sahut Sofia


"Ayo sarapan dulu, apa kamu mau nenek panggilkan tukang pijat "


Ucap nek Vida


"Nggak usah nek, Sofia nggak mau "


Ucap Sofia ia pun duduk dan meminum segelas susu dan mengambil buah apel kemudian memakannya


"Nek Rey sudah selesai, Rey mau berangkat dulu"


Ucap Rey kemudian berdiri dan meninggalkan meja makan


"Tunggu....!" Ucap Sofia namun Rey tetap berjalan meninggalkan


"Oya nek, kalau begitu Sofia pamit ya!"


Ucap Sofia sambil mencium pipi nek Vida dan mengambil dau buah apel kemudian memasukkannya kedalam tas lalu meninggalkan nek Vida sendiri di meja makan


"Hati hati di jalan!" Ucap nek Vida


" Iya nek, selamat tinggal dahh !" Ucap Sofia


Sofia sedikit berlari mengejar Rey yang meninggalkannya


"Eh tunggu, Kenapa sihh..kau ini main tinggalin gitu aja!"


Ucap Sofia namun Rey tidak menjawab ia masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Sofia yang juga masuk dalam mobil, Mobil pun melaju menuju kantor, sesampai nya di kantor Rey langsung menuju ruangannya begitu juga dengan Sofia, Sofia sedikit bingung dengan sikap Rey pagi ini, yang tiba tiba bersikap dingin lagi, beda dengan semalam yang be sikap manis dan lembut padanya


"Ada apa dengan si muka tembok? kadang bersikap lembut, kadang bersikap sangat dingin


apa aku membuat kesalahan yang tidak aku sadari sehingga dia bersikap dingin lagi pada ku !"


pikir Sofia dalam hati sambil berjalan hingga ia tak sadar menabrak seseorang dan mereka sama-sama jatuh terduduk,


"Brukkk...!"


"Auww... Aduh...! heh anak baru kalau jalan to liat liat sakit nihhh..!"

__ADS_1


Ucap orang itu sambil berdiri kembali dan mengusap usap bokong nya yang sakit


"Ehh..Maaf aku tidak sengaja "


Ucap Sofia juga sambil berdiri ia juga merasakan sakit di bokong nya


"Enak saja bilang nggak sengaja, makanya kalau jalan to liat liat punya mata to di pakai, jangan bengong aja dasar karyawan rendahan"


Ucap orang itu marah mendorong Sofia dan berlalu pergi, Sofia yang didorong pun termundur


dua langkah kebelakang, Sofia menggeleng geleng kan kepala melihat kepergian orang itu kemudian ia melanjutkan jalannya menuju ruangan tempat nya bekerja sesampai nya di meja kerja nya ia terkejut melihat mejanya yang berantakan seperti habis diacak acak seseorang


"Kenapa sangat berantakan ya? perasaan kemarin sudah ku rapikan sebelum meninggalkan kantor"


Pikir Sofia dalam hati sambil merapikan kembali mejanya yang berantakan


tengah asik merapikan meja nya dan memunguti kertas kertas yang berserakan tiba tiba mejanya di gebrak dengan kuat


"BRAAAKK....! heh Sofia kembalikan berkas dan dokumen yang kau ambil dari ruangan ku...!"


Ucap Fani yang tiba tiba sudah ada didepan meja kerja Sofia


"ASTAGA....! Fani kamu ngagetin aja,. ada apa?


kenapa kamu datang datang marah gitu "


Ucap Sofia terkejut saat Fani menggebrak meja nya


"Heh Sofia jangan pura - pura kamu, cepat kembalikan berkas dan dokumen yang kau ambil dari ruangan ku!"


"Berkas, berkas yang mana maksud mu? perasaan aku tidak mengambil apapun di ruangan mu dan aku juga nggak pernah masuk ke ruangan mu tanpa izin"


Ucap Sofia pura - pura tidak tau kemana arah pembicaraan Fani


"Ellahh jangan pura - pura , cepat kembalikan jangan sampai kesabaran ku habis!"


Ucap Fani mulai marah


"Aku tidak berpura-pura, kenapa kau menuduh ku ? apa kau punya bukti kalau aku yang mengambil berkas berharga mu itu?"


Ucap Sofia santai sambil tersenyum mengejek


"Eeh Awas...ya kamu kalau sampai benar kamu yang mengambil, ku pastikan kamu tidak bisa melihat matahari esok!"


"Ucap Fani lagi


"Ada apa ini? apa maksudmu tidak bisa melihat matahari esok?"


Ucap Angga yang tiba tiba datang ke tempat Sofia


"Fani apa maksud dari perkataan mu tadi oya jelaskan!"

__ADS_1


Ucap Angga lagi matanya melotot memandang kearah Fani


"Tidak ada, ini bukan urusan mu, jadi jangan ikut campur "


Ucap Fani mata nya juga melotot menatap Angga kemudian pergi meninggalkan Angga dan Sofia


"Apa yang terjadi di sini?, kenapa tempat mu berantakan Sofia,, dan kenapa tadi kulihat Fani begitu marah kepada mu? Ucap Angga


Sofia tidak menjawab ia hanya tersenyum menatap Angga


"Apa dia merencanakan mu lagi?"


Ucap Sukma yang tiba-tiba sudah berada di belakang Angga


"Apa... Fani mengancam mu?" Ucap Angga kepada Sofia


"Iya..! pak Angga, bahkan Fani kemaren malam mengirim dua orang pembu......!"


Ucap Sukma terhenti karena tangan Sofia langsung membekap mulutnya


"Ehh.! Sukma ssyuuut...!, Diamm !"


Sofia meletakkan jari telunjuk di bibirnya dan membekap mulut Sukma dengan tangan yang sebelahnya, Sukma pun langsung terdiam dan mengangguk mengerti dengan isyarat Sofia yang tidak ingin memberitahukan perihal penyerang kemarin malam terhadap mereka


"Ada apa ini, apa yang kalian rahasia kan dari ku, Sofia, Sukma jelaskan, kenapa Fani mengancam mu? dan apa yang Fani lakukan kemaren malam pada kalian berdua!"


Ucap Angga menunggu penjelasan Sofia dan Sukma


"Ehh he..he..he...! Sofia, pak Angga aku pergi dulu mau beli sarapan, permisi pak Angga "


Ucap Sukma langsung pergi meninggalkan Sofia dan Angga


"Woiiyy...! Sukma jangan kabur kamu , jelaskan apa yang katakan tadi, jangan coba coba menghindar dari ku "


Ucap Angga meneriaki Sukma yang sudah jauh meninggalkannya dan Sofia,


"Sofia tolong jelaskan apa maksud dari perkataan Sukma tadi ! "


Ucap Angga lagi meminta penjelasan dari Sofia


"Tidak ada apa-apa..! tidak perlu khawatir ini cuma masalah bukti yang akan aku perlihatkan kepada mu dan Rey, soal ancaman itu kamu tenang saja aku bisa mengatasinya sendiri "


Ucap Sofia santai dan tersenyum


Ditempat lain di ruangan Rey, Fani mengetuk pintu dan masuk, hari ini Fani berpakaian sangat seksi dengan baju yang cukup terbuka di bagian dada menampakkan belahan gunung kembar yang menggoda


"Permisi Pak, ini agenda bapak hari ini"


Ucap Fani sambil menggoda Rey yang duduk di kursi nya ia bahkan berani membelai bagian dada Rey, Rey langsung menepis tangan Fani yang membelai nya, kelakuan Fani itu membuat nya sangat jijik,


"Bacaan untuk ku !" Ucap Rey ia langsung berdiri dari duduknya dan menjauhi Fani

__ADS_1


"Iya pak ,. hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Asing di kota A sekitar pukul sebelas siang nanti dan jam dua siang di kota yang sama"


BERSAMBUNG*


__ADS_2