
Rey langsung menahan nya dan memegang tangan Sofia
"Fii..... maafkan aku,, aku tau aku salah, Aku minta maaf, maaf telah memukul mu,, maaf telah mengusir mu,, maaf karena tidak mendengarkan penjelasan mu , Maaf........ telah membandingkan kan mu dan membuatmu kecewa !! "
ucap Rey menatap sendu ke arah Sofia dari tatapannya tersirat rasa penyesalan dan rasa bersalah nya
Sofia langsung menepis tangan Rey yang memegang tangannya
" Pergilah !!"
ucap Sofia singkat
Rey menggeleng dan berkata
"Tidak aku tidak akan pergi sebelum kau memaafkan ku !!"
"Huff....!! terserah....!!"
ucap Sofia ia kemudian mengambil nampan yang berisi sarapan untuknya kemudian memakannya
sedangkan Rey masih setia berlutut tidak jauh dari Sofia, sambil menatap Sendu ke arah Sofia yang sedang menikmati sarapannya
dari arah pintu terdengar suara ketukan beberapa kali
"Tok.....tok....tok......!!"
"Sofia,, Sujo dan Nengsih mau menjenguk mu "
ucap Nek Vida setelah mengetuk dan membuka pintu kamar Sofia
mendengar ucapan Nek Vida Rey bangkit dari berlutut dan duduk di samping Sofia
Sofia mendengus kesal lalu sedikit bergeser menjauh
"Sofia bagaimana kabar mu? nih kami bawakan buah untuk mu "
ucap Nengsih sambil meletakkan sekeranjang berukuran sedang berisi buah buahan
" Sekarang sudah lebih baik,, Terimakasih telah menjenguk ku, dan terimakasih untuk buah nya ,,
ucap Sofia tersenyum kearah Nengsih
"Sama - sama,, "
setelah menanyakan kabar dan mengobrol ringan sesekali Nengsih dan Sujo melempar candaan agar suasana tidak terasa canggung kemudian Sujo dan Nengsih berpamitan untuk pulang dan membiarkan Sofia untuk beristirahat kembali
"Neng Sofia kami pulang dulu,, semoga cepat sembuh !!"
ucap Sujo dan di angguki Nengsih
Setelah itu Sujo dan Nengsih pun pulang
setelah kepulangan Sujo dan Nengsih Sofia kembali memasang wajah dingin
__ADS_1
Keesokan paginya Semua sudah bersiap untuk kembali ke kota B karena pekerjaan nek Vida sudah selesai kemarin jadi mereka harus segera kembali,
"Anton, Surti, Terimakasih atas pelayanan kalian saya titip fila ini kepada kalian !! kami pergi dulu "
"Iya nya itu sudah tugas kami ,, hati - hati dijalan semoga perjalanan nya lancar "
ucap Surti dan Anton
Setelah berpamitan nek Vida, Rey, Sofia,, Toni pun menjalankan mobilnya meninggalkan fila dan menuju kota B
selama di perjalanan tidak ada yang berbicara mereka hanya diam hanyut dalam pemikiran masing-masing
Sedari tadi Sofia terlihat cemas dan khawatir,
Rey mengetahui kecemasan Sofia Yang terlihat jelas dari raut wajahnya namun ia memilih diam
"Sayang kamu kenapa ? kenapa dari tadi kamu terlihat khawatir ? apa ada yang sakit ?"
tanya Nek Vida yang juga menangkap raut wajah Sofia yang khawatir
"T..tidak,, nek Sofia tidak kenapa-kenapa, Sofia hanya sedikit lelah, Sofia ingin tidur !!"
"Tidur lah kalau kamu lelah !!"
ucap Nek Vida
Sofia mulai memejamkan matanya berharap perjalanan nya cepat sampai
perlahan ia mulai masuk ke alam mimpi dan lagi lagi ia mendapati dirinya berada didalam sebuah mobil yang melaju sangat kencang
tiga jam berlalu mereka pun tiba di sebuah kediaman cukup besar mobil berhenti tepat di depan kediaman itu
Rey mencoba untuk membangunkan Sofia yang terlelap namun Sofia tidak bangun- bangun
karena tidak bangun,, Rey tidak membangun nya lagi ia pun mengendong tubuh Sofia masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar untuk membaringkan nya ketempat tidur
Rey merasa sedikit aneh saat mengendong tubuh Sofia ia merasa tubuh Sofia bergetar dan terlihat keringat di keningnya
ia membaringkan tubuh Sofia dengan perlahan dan hati-hati lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Sofia
"Fii .... fii...... bangun....!! bangun...!! kita sudah sampai "
Rey kembali membangun kan Sofia
namun Sofia tetap tidak bangun malah tubuhnya bergetar hebat keringat di keningnya juga bertambah banyak
itu membuat Rey tambah khawatir melihat keadaan Sofia yang tak bangun bangun
Rey memanggil Nek Vida dan menyuruh Bowo untuk memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Sofia
"Ada apa Rey ? kenapa menyuruh Bowo memanggil dokter ?"
tanya nek Vida menghampiri Rey
__ADS_1
"Aku... aku khawatir melihat Sofia dia tidak bangun bangun dan tubuhnya bergetar hebat,, aku takut terjadi sesuatu pada nya,,"
ucap Rey kembali ke kamar dan duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Sofia yang gemetaran wajah juga sudah terlihat pucat
"Aaaaaaaa......!!"
"huh....huh......huh...." nafas Sofia tersengal sengal
saat ia sudah terbangun
detak jantung nya tak beraturan tubuhnya gemetaran
Rey langsung memeluk tubuh Sofia yang gemetaran ia dapat merasakan detak jantung Sofia yang tak beraturan
"A-- aku,, aku takut,, huh....huh.....!!"
gumam Sofia sambil mendorong tubuh Rey agar menjauh darinya dan beralih memeluk lutut nya sendiri
Sofia tidak ingin memaafkan Rey dengan mudah
maka dari itulah ia selalu menghindar
"Tenanglah aku ada di sini,, kamu tak perlu takut !!
ucap Rey berbisik pelan pada Sofia serta mengusap lembut punggung Sofia untuk menenangkan nya
perlakuan Rey itu kembali di tepis Sofia
Nek Vida yang menyaksikan itu ikut khawatir
tidak berselang lama Dokter yang di panggil Bowo pun datang dan mulai memeriksa keadaan Sofia
"Bagaimana keadaan istri saya dok ??
apa yang terjadi ?kenapa tubuh gemetaran seperti ini ?"
"Huff..."
dokter itu menghela nafas kemudian mulai menerangkan keadaan Sofia
" Keadaan nya baik baik saja,, Sepertinya Istri anda mengalami trauma ringan,,!!
untuk saat ini sebaiknya jangan membuat nya kelelahan,, dan jangan membuat nya banyak pikiran
ini resep obat untuk istri anda
Kalau begitu saya permisi !!"
ucap dokter itu
kini keadaan Sofia sudah stabil ia sudah tenang setelah mendapat suntikan penenang
perlahan Rey duduk di tepi ranjang dan menatap nek Vida yang juga duduk di sebelahnya,, kemudian mereka menatap sendu ke arah Sofia yang terbaring di ranjang di samping mereka duduk
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi.......??"
bersambung *