
"Kamu seret wanita ini keluar dari sini dan jangan biarkan dia menginjakkan kakinya lagi ketempat ku,, "
Ucap Rey menyuruh keamanan itu menyeret Siska,, dengan patuh keamanan itu langsung menyeret Siska dengan kasar,, tentu Siska tak terima dengan perlakuan seperti itu ia berontak sambil memohon mohon kepada Rey
Sekali lagi Rey tak perduli dengan permohonan Siska
...----------------...
Setelah kepergian Siska Rey menjatuhkan tubuhnya ke sofa menyandarkan kepala
lalu memejamkan mata sambil memijit pelipisnya kepala terasa berdenyut sakit melihat kelakuan wanita penghianat itu,,
Suasana hati nya yang tadi berbunga-bunga kala memikirkan tentang Sofia kini berubah menjadi buruk karena kedatangan mantan nya yang tak terduga
Ia kesal dan marah akibat kemarahan nya itu meja yang berada tepat di depannya menjadi korban
"Brakkk.......!! prannng......!!" Suara meja yang melayang akibat tendangan keras dari Rey serta pas bunga yang pecah berhamburan
"Kenapa... kenapaaa..... wanita j***** itu datang lagi,, Apa ia sengaja ingin menghancurkan kebahagiaan ku sekarang
kalau itu benar tidak akan kubiarkan itu terjadi,,"
Gumam Rey dalam hati
Saat ini perasaan nya campur aduk antara marah, kesal, serta takut
Kesal dan marah mengingat perlakuan Siska yang tega meninggalkan nya di detik- detik pernikahan mereka
dan kedatangan Siska membuat nya takut, takut hubungan nya yang baru membaik akan hancur dan membuat Sofia pergi dari nya serta ia sangat takut kehilangan Sofia
karena ia benar benar mencintai nya dan tak bisa kehilangan
Saat ini hati Rey sudah diisi oleh Sofia dan hanya Sofia seorang,, dia tidak ingin ada orang yang menggangu kebahagiaan nya saat ini dan kedepannya
dengan perasaan kacau Rey pergi meninggalkan kantor untuk menenangkan pikiran sejenak,,
skip
dan sekarang Rey berada di sebuah danau yang sangat indah dan mampu menenangkan pikiran dan perasaan hati nya yang sedang kacau
danau inilah tempat satu satunya yang Rey datangi dikala hati dan pikiran sedang bermasalah,, ia juga pernah mengajak Sofia di kala ia meminta maaf dan meminta satu kesamaptaan kepada nya,,
ia duduk di sebuah kursi di bawah pohon rindang sambil menatap lurus kearah danau di depan nya sesekali menghela nafas berat
perlahan matanya pun mulai terpejam,,
saat mata nya terpejam tiba-tiba ia melihat wajah Sofia yang tersenyum manis kepada nya
"Sofia......!!" sentak nya bersamaan dengan mata yang terbuka
Kemudian ia bergegas pergi meninggalkan danau itu
Hari sudah menjelang sore Rey memutuskan untuk pulang ke kediamannya sekalian ia ingin menemui Sofia entah kenapa ia sangat merindukan istri nya itu padahal belum sampai 12 jam ia berpisah dengan Sofia
__ADS_1
Sesampainya di kediaman ia langsung menuju kamar,, di dalam kamar ia tidak menemukan sosok istrinya ia lalu memutuskan untuk membersihkan diri dulu sebelum kembali mencari sang istri
Selesai membersihkan diri Rey turun kebawah dan menanyakan di mana keberadaan Sofia
"Bik,, Sofia ada di mana??"
"Eh ...tuan, nyonya Sofia berada di halaman samping "
Ucap bik Minah
Setelah mengetahui keberadaan Sofia Rey langsung menuju halaman samping
Saat ini Sofia sedang duduk di bangku panjang berwarna putih sambil membaca sebuah buku dan di temani secangkir teh dihalaman samping tidak jauh dari tempat Sofia duduk terdapat sebuah kolam renang yang cukup luas
Sofia membaca buku dengan sangat serius dan tiba-tiba sebuah tangan besar memeluk pinggang nya
Sontak hal itu membuat Sofia sedikit terkejut
"K- kau.....!! U-uh kau mengagetkan ku saja!!"
Ucap Sofia setelah melihat siapa yang memeluk pinggang nya
"Maaf sayang.....!! maaf karena mengagetkan mu "
Ucap Rey sambil mencium pucuk kepala Sofia dengan lembut
"Apa yang kau baca hem... sehingga kau tak menyadari kedatangan ku "
ucap Rey lagi
"Kenapa...? emang nggak boleh aku pulang cepat hem....,, Aku pulang cepat karena aku sangat merindukan istri ku ini "
ucap Rey dengan lembut sambil menggenggam tangan Sofia lalu mencium nya,
lalu duduk di samping tak lama kemudian
ia memposisi kepala nya di rebahkan di pangkuan Sofia,, jangan lupakan tatapan matanya penuh cinta terus menatap lekat wajah Sofia
"Apa kau tidak merindukan suami mu ini istri ku...,, Seperti nya hanya aku yang merindukan mu....!!"
ucap Rey lagi memasang wajah sedih
"Bu-bukan be-begitu,, maksud ku,, emm...tapi apa bener kamu merindukan ku??,,"
" Hemm....!!" Rey mengangguk dan kembali mencium punggung tangan Sofia yang masih berada di genggaman nya
Wajah Sofia sedikit memerah malu mendengar ucapan Rey yang menggoda nya
buru- buru ia mengalihkan tatapannya kearah lain dan berkata
"Emm,, kurasa bukan hanya rindu deh.... tapi......!! "
"Tapi apa......!! aku benar benar merindukan mu sayang kenapa kau tidak mempercayai suami tampan mu ini "
__ADS_1
ucap Rey memotong perkataan Sofia jangan lupakan posisi kepala Rey masih berada di pangkuan Sofia
"Bukan tidak percaya, aku percaya kau merindukanku tapi kupikir.....!! kamu ada masalah deh ..,, "
ucap Sofia sambil menatap Rey penuh selidik
Rey mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sofia
"Darimana? kau tau kalau aku lagi ada masalah"
Ucap Rey sambil memposisikan dirinya kembali duduk di samping Sofia,, namun tangan masih memegang lembut tangan Sofia
Ia menatap Sofia dan tatapan mereka saling bertemu beberapa detik,,
"Apa kau seorang cenayang?"
"A-apaan sih,, "
ucap Sofia sedikit gugup dan mengalihkan tatapannya kearah lain
"Aku bukan cenayang,,"
"Trus dari mana kau bisa tahu kalau aku ada masalah?"
"Heh.... itu terlihat sangat jelas dari raut wajah mu,, selain kau rindu pada ku kau juga lagi ada masalah iya kan...!!
kau boleh ceritakan masalah mu pada ku mungkin aku bisa membantu
tapi.... kalau tidak mau juga tidak apa-apa,,
kalau mau cerita aku akan menjadi pendengar yang baik "
Ucap Sofia
Mendengar perkataan Sofia Rey sedikit ragu untuk menceritakan apa yang ada dalam pikiran dan hati nya, ia takut kalau ia cerita Sofia akan marah lagi pada nya tapi kalau tidak cerita ia juga takut suatu saat Sofia akan mengetahui tentang masalah nya dari orang lain dan Sofia pasti akan lebih marah lagi pada nya
Setelah menimbang nimbang meskipun ragu akhirnya Rey pun memutuskan untuk mengatakan nya pada Sofia
"Memang terlihat jelas ya kalau aku lagi ada masalah"
"Hemm ...!!" Sofia berdehem dan mengangguk
"Kau memang istri ku yang paling ku sayangi, kau juga sangat peka,, aku bangga mempunyai istri seperti mu aku janji tidak akan melepaskan mu, aku akan terus mencintaimu selamanya,,hehh....."
Rey menghela nafas sejenak dan kembali meneruskan perkataannya
"Baiklah aku akan ceritakan semuanya pada mu,, tapi kamu harus janji jangan marah ya ..."
"Tergantung apa yang akan kau ceritakan!!"
Ucap Sofia sedikit acuh
Bersambung
__ADS_1