
"Hemm ...!!" Sofia berdehem dan mengangguk
"Kau memang istri ku yang paling ku sayangi, kau juga sangat peka,, aku bangga mempunyai istri seperti mu aku janji tidak akan melepaskan mu, aku akan terus mencintaimu selamanya,,hehh....."
Rey menghela nafas sejenak dan kembali meneruskan perkataannya
"Baiklah aku akan ceritakan semuanya pada mu,, tapi kamu harus janji jangan marah ya ..."
"Tergantung apa yang akan kau ceritakan!!"
Ucap Sofia sedikit acuh
...----------------...
Awalnya Rey ragu untuk menceritakan sebab takut Sofia marah tapi kalau ia tidak mengatakan nya ia juga takut Sofia akan tambah marah jika suatu saat ia mengetahui dari orang lain
"Kenapa diam? tadi katanya ada yang ingin dikatakan,, cepat katakan..!!"
Ucap Sofia lagi membuat Rey tersadar dari lamunannya
"E-eh.... i-iya tapi ... Jangan marah ya setelah aku menceritakan kejadian tadi siang !!"
Ucap Rey tergagap karena terkejut dan sedikit menundukkan kepalanya ia tak berani menatap Sofia
"Memangnya tadi siang ada kejadian apa?"
tanya Sofia lagi menatap Rey penuh selidik
"Sebenarnya.... tadi siang Siska datang kekantor "
Ucap Rey dan ia mulai menceritakan tentang kejadian tadi siang saat ia di kantor dan Siska datang menemuinya,,
ia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir tidak ada yang ia sembunyikan dari Sofia bahkan ia juga menceritakan tentang kejadian kemarin malam di restoran
Ia juga mengatakan apa tujuan Siska datang menemuinya
/
"Begitu ceritanya,, aku mohon kamu jangan marah, tujuan ku menceritakan ini, aku tidak ingin kamu salah paham pada ku nanti,,"
ucap Rey mengakhiri perkataan nya
Mendengar semua cerita dari Rey Sofia hanya diam tidak berkomentar apapun, ia hanya menatap Rey dengan wajah datar
diamnya Sofia membuat Rey semakin takut kalau Sofia saat ini sedang menahan amarahnya
Ia kelimpungan sendiri melihat Sofia yang hanya diam menatap nya datar
" Fii.,.S-Sayang aku minta maaf,, bu-bukan aku,, tapi ia yang mendatangi ku kekantor A-aku tidak bisa menghindarinya,, hal itu juga sempat membuat ku terkejut !!
__ADS_1
Maafkan aku, aku salah aku mohon jangan marah "
Ucap Rey dengan sendu menundukkan kepalanya dan menggenggam erat tangan Sofia namun tidak menyakitinya
"Hufff... Aku tidak marah,, Apa kau masih menyimpan rasa untuk nya??,, Maksud apa kau masih meng......."
"Tidak...!!" ucap Rey tegas memotong perkataan Sofia
"Aku tidak memiliki rasa lagi untuk wanita itu, malahan aku merasa jijik melihatnya, bahkan aku membencinya,, sekarang di hatiku hanya ada kamu, kamu yang aku sayang, kamu yang aku cintai, kamu juga masa depan ku, aku sangat mencintaimu "
Ucap Rey penuh keyakinan ia mengecup punggung tangan Sofia yang masih ia pegang
"Baiklah ku pegang kata- kata mu itu,, tapi aku tidak suka dia menemuimu "
Ucap Sofia ia menatap Rey ada rasa yang tak bisa ia jelaskan,, jujur entah kenapa ia tidak suka saat mendengar mantan suaminya itu datang dan menemui suaminya, tapi ia juga senang karena Suami itu berkata jujur kepada nya
"Sayang apa kau cemburu??"
"Menurut mu !!,, kau bisa pikirkan sendiri,,"
Ucap Sofia lalu ia beranjak berdiri dari duduknya dan ingin meninggalkan Rey
"Mas... terimakasih karena sudah mau jujur kepada ku "
batin Sofia lalu hendak melangkah pergi dari sana namun pergelangan tangan nya di cekal membuat langkahnya terhenti
"Aahkk.....!!" ringis Sofia sambil memegangi kepalanya yang tiba-tiba berdenyut sakit
"Sayang kamu kenapa? a-apa yang sakit?"
Ucap Rey kaget mendengar tiba-tiba Sofia meringis ia sangat panik melihat Sofia yang meringis kesakitan
"A-apa kepala mu sakit lagi?"
ucap Rey lagi ia langsung menggendong Sofia membawanya masuk ke dalam rumah
Sofia tidak bisa menjawab perkataan Rey ia hanya bisa meringis menahan sakit sambil memegangi kepalanya dan memejamkan matanya erat
disaat rasa sakit yang mendera tiba tiba ada bayangan seorang anak kecil yang sedang berlari lari ke sana kemari dengan girangnya
tidak jauh dari anak yang berlari lari ada dua orang yang sedang meneriakkinya
"Sayang jangan lari-lari, nanti jatuh"
"Mama,, papa ayo kejar Fia,, ha-ha-ha "
ucap dan tawa senang dari anak itu, ia terus berlari-lari dengan senang nya tanpa memperdulikan ucapan dari papa dan mama nya itu
hingga langkah nya terhenti saat kedua tangan besar menangkap anak itu dan mengangkatnya ke udara seta memutar-mutar dan mengayunkan kan nya
__ADS_1
"Yap,, aah... akhirnya papa menangkap mu dasar anak nakal, papa akan menghukum mu "
ucap sang ayah lalu menurunkan tubuh kecil sang anak lalu menggelitiknya sebagai hukuman nya
"Papa.....a ha-ha-ha....geli pah A-ampun.... ha-ha-ha"
tawa lepas dari anak kecil itu
menggema di benak Sofia
Sofia terus meringis kesakitan menahan rasa sakit itu hingga hidungnya kembali mengeluarkan darah segar
Rey bertambah khawatir melihat Sofia digendongnya terus meringis ia mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah dan menuju kamar
Sampai di kamar Rey meletakkan tubuh Sofia pelan dan hati-hati di atas tempat tidur
lalu membuka laci dan mengambil obat untuk Sofia tidak lupa segelas air minum
ia juga telah membersihkan darah yang keluar dari hidung Sang istri
"Ini cepat minum obat mu !! setelah nya kau harus istirahat,, "
ucap Rey lembut menyerahkan obat dan segelas air untuk Sofia
Sofia langsung meminum obat nya dan kembali membaringkan tubuhnya ketempat tidur
"T-terimakasih ...!"
ucap Sofia pelan
"Sudah, sekarang kamu istirahatlah jangan banyak pikiran,,Aku mencintaimu Isti ku
Jangan pikirkan soal wanita itu, karena dihatiku hanya ada namamu,, aku tidak akan pernah meninggalkan mu I love you "
ucap Rey penuh cinta kemudian menciumi kening Sofia dalam
dan menyelimutinya
*Bersambung **
Mohon maaf ya ππNaay akhir -akhir ini jarang up
Itu di karenakan kondisi Naay kembali drup
Untuk sekarang Naay juga belum di perbolehkan untuk beraktivitas yang menguras tenaga dan pikiran, jadi......Naay minta maaf ya ππ
Harap memakluminya
Bey....bey....ππ
__ADS_1