Ijinkan Aku Mencintai Mu.

Ijinkan Aku Mencintai Mu.
EPISODE 131 Didi kakaku


__ADS_3

* BANDARA NGURARAI BALI*


Nampak dari kejauhan sosok Teddy, dan Lila yang baru saja sampai di Bandara.


Lila nampak begitu lelah ,sehingga membuat ia duduk berjongkok,dan menopang dagunya.


" cape banget ,soalnya udah lama g pernah jalan jauh" ucapnya dengan sedikit cemberut



author:" maaf ya guys soalnya ceritanya Lila sekarang sudah lulus SMA, maaf kalau g sesuai.


Teddy hanya tersenyum menatap gadis berhidung mancung itu.


" ayoo kita ke kediaman om Edward sekarang aq sudah tidak sabar bertemu adikku Intan" ucap Teddy


" ayoo kaa, Lila juga sudah tidak sabar bertemu K Intan " jawabnya tersenyum


Kemudian Teddy memanggil taksi , untuk menuju kediaman Thomshon.


" paa, kita ke daerah XXX, jalan J.Ucap Teddy pada supir taksi, ketika mereka telah berada dalam mobil.


" baik tuan " sambil melajukan kendaraannya,menuju alamat yang di beritahu Teddy.


🌟 Kediaman Thomshon🌟


Diruang tengah ,nampak Luis,Intan,Edward ,dan Vivian tengah berbincang - bincang sambil menikmati minuman,dan berapa macam makanan ringan yang di sugukan bi Ijah.


" Intan" panggil Edward


" ia paa" jawabnya


" berapa usia kandungan kamu naa" tanya Edward


" 5 bulan paa" jawabnya tersenyum sambil memegang perutnya yang kelihatan makin membesar.

__ADS_1


" g terasa ya paa" sebentar lagi kita sudah punya cucu" malahan sekaligus di kasih 2" jawab Vivian tersenyum.


Teddy yang baru saja tiba di kediaman Thomshon, langsung berlari kedalam rumah mewah itu karena saking senangnya ingin bertemu adik kandungnya.


Lila hanya tersenyum,dan berjalan perlahan mengikuti Teddy ,dan pandangan matanya menggelegar mengagumi kemewahan rumah keluarga Thomshon


" Intaann" Intaann" panggil Teddy dari ruang tamu ,dengan napas sedikit terengah - engah, karena terlalu bersemangat


" itu seperti suaranya Teddy deh paa"" ucap Vivian


" ia sepertinya suaranya kTeddy, ucap Intan yang bangun dari duduknya, untuk menyambangi Teddy di ruang tamu.


" Ka Teddy ada apa teriak - teriak ucapnya tersenyum" ketika sudah berada di ruang tamu.


" ada apa Teddy " tanya Edward


Tanpa menjawab dengan air mata berlinang, dan melangkahkan kakinya dengan sedikit cepat , Teddy langsung memeluk Intan.


Betapa terkejutnya Edward,Vivian , dan juga Intan karena Teddy memeluknya begitu erat, mengingat disini ada mertua,dan juga suaminya


Tapi Teddy tidak mengindahkan omongan Intan karena kerinduan yang teramat pada adiknya,membuat ia tidak melepaskan pelukannya.


Luis yang sudah terbakar cemburu langsung saja menarik kra baju Teddy, dan memukul wajah pria tampan itu.


"buuggg" yang membuat Teddy langsung terjatuh ke lantai.


.


" sayaang " teriak Intan pada suaminya


" Luis apa yang kau lakukan " teriak Edward berusaha menahan amarah putranya.


Teddy bangun perlahan - lahan dari jatuhnya,dan tersenyum sinis sambil menghapus sedikit darah yang keluar dari bibirnya.


" kau laki - laki brengsek Teddy " kau mikir tidak kalau Intan sudah bersuami" teriak Luis

__ADS_1


" diamm kamu Luis" ini bisa di bicarakan baik - baik" ucap Edward dengan nada tinggi


" Teddy katakan ada apa ini" kenapa kamu datang langsung memeluk Intan,kamu kan tau " Intan adalah istri dari sahabat kamu" ucap Edward lembut.


" maafkan aq om, maafkan tindakanku yang mungkin sedikit lancang" tapi aq punya alasan kenapa aq memeluk Intan ucapnya menangis


" ada apa Teddy kenapa kau menangis katakan pada kami, jangan membuat kami semua bingung" ucap Vivian


" kaa" katakan pada Intan ada apa? tanya sambil tersenyum.


Teddy menghela nafas panjang ,sebelum berkata.


" Intaann" kau adalah adikku " adikku yang sudah berpuluh tahun hilang" kau adalah Rania adikku" ucapnya dengan meneteskan air mata.


Seketika betapa terkejutnya semua yang berada di dalam ruangan itu,Intan hampir saja jatuh , untung Luis langsung memeluk tubuhnya.


" sayang kamu tidak apa- apa" tanya Luis yang melihat Intan memegang kepalanya.


" apa buktinya kalau Intan adalah adikmu " tanya Luis pada Teddy.


" Intan maafkan Kaka, karena sudah membuatmu bingung dengan ini semua, tapi. apakah kau punya tanda hitam di pundak sebelah kananmu" tanya Teddy.


Luis sangat terkejut, begitu pun dengan Edward ,dan Vivian karena Teddy bisa mengetahui tanda hitam di pundak sebelah kanan Intan.


Seketika tangisan Intan pecah ,begitu mendengar Teddy menanyakan tanda lahir di pundaknya, karena hanya keluarga Thomshon yang mengetahui tanda lahirnya itu.


Intan berjalan perlahan - lahan ke arah Teddy, memegang pipi pria tampan itu,dengan air mata berderai.


" jadi kau adalah Kaka Didiku( panggilan kesayangan Intan pada Teddy)


" ia aq adalah Kaka didimu" ucapnya dengan air mata berderai


Seketika Intan langsung memeluk erat tubuh kakanya,dan menangis terseduh - seduh.


" kaaa" aq rindu sama Kaka" aq rindu" ucapnya menangis dengan dengan memeluk erat tubuh Teddy.

__ADS_1


" Kaka juga merindukan mu" sangat merindukan mu Rania" maafkan papa,mama,sama Kaka,tapi percayalah selama ini kami selalu berusaha mencari mu" ucapnya menangis


__ADS_2