
Setelah tiba di rumah keluarga Thomson,Rian langsung berlari kedepan gerbang sambil memukul pagar besi itu
Rian: " Om Edward " oomm" teriak nya dengan keras.
Pak Toto: ada apa ini naa,cari siapa,dengan wajah sedikit kaget .
Rian: " paa tolong buka pintunya" saya ada perlu sama om Edward ,tolong paaa? ,saya mohon.
Akhirnya pa Toto langsung membuka gerbang tersebut, Rian langsung menerobos masuk kedalam rumah tersebut,tanpa mempedulikan keadaan.
" om Edward ,omEdward teriaknya dengan keras ketika sudah berada dala rumah.
Edward yang yang mendengar suara teriakan tersebut,langsung mendatangi asal suara tersebut,bersama Vivian
" ada apa ini" kenapa kamu teriak- teriak " bukan kah kamu temannya Intan?,tanya Edward
" Om tolong Om,tolong Intan,sambil mengeluarkan air matanya.
Edward:" Intan kenapa dengan Intan" tanyanya dengan panik.
Rian menceritakan semuanya,Edward sangat terkejut,begitu juga dengan Vivian tang tak kalah terkejut mendengar cerita Rian.
Roy,Dimas,panggil anak buah yang lain, kita harus segera kesana sekarang.ucap Edward kepada anak buahnya.
Mama tenang,papa akan pergi membawa Intan pulang ,ucap Edward berusaha menenangkan istrinya.
__ADS_1
Cepat paaa,mama takut terjadi apa- apa sama Intan dengan ekspresi yang sangat cemas.
Edward,Dimas,dan Roy,beserta beberapa anak
buahnya,bergegas menyalakan mesin mobil,dan melajukan mobil dengan kecepatan
tinggi,disusul oleh Rian
---------------------------------------------------------------------------
Di bar.
Tampak terdengar suara langkah kaki mendekat kekamar,membuka pintu,Intan yang dari tadi menangis nampak terkejut dengan kemunculan pria,paruh bayah tersebut yang tak lain adalah Adam,
Intan: " mau apa kamuu" jangan mendekat" sambil berusaha menghindar"
Adam:"saya sudah membayar mahal kamu" gadiss kecil" jadi sekarang kamu adalah milik saya,sambil tersenyum licik.
Adam terus berjalan kearah Intan,Intan hanya bisa menangis ketakutan
Intan:" om saya mohon,tolong lepaskan saya,hiks,hiks,hiks,hiks,sambil terus menangis.
Adam: " melepaskan kamuu""sambil tertawaππππ.Saya akan melepaskan kamu,setelah kamu memuaskan saya.
Ketika Intan akan berlari kedepan pintu,sambil berusaha membuka pintu tersebut,Adam kembali tertawaπππππ.
__ADS_1
" Kamu tidak mungkin bisa lari karena kuncinya ada sama saya"sambil menunjukkan kunci pada Intan
Intan: " om saya mohon" tolong lepaskan saya sambil πππππ.
Adam tidak perduli dengan permohonan,dan tangisan Intan.Intan terus berjalan mundur,dan terjebak disudut ruangan,ketika Intan mencoba berlari,Adam langsung menangkap Intan,dan menggendongnya.
" lepaskan " aq " lepaskan aq"sembari menangis,dan memukul bahu Adam,sambil menendang- nendang kakinya.
Adam langsung melempar tubuh Intan,keranjang ,menindihnya,serta berusaha mencium bibir Intan,Intan terus menangis,memiringkan kepalanya,lepaskan aq teriak Intan sambil menangis histerik,
Adam,yang sudah terbakar emosi,langsung menampar pipi Intan," plaak" suara tamparan cukup keras.
Sementara Edward,Rian ,Roy ,Dimas,dan beberapa anak buahnya langsung berpencar didalam bar tersebut ,serta memeriksa setiap kamar.
Edward langsung menaiki lantai dua,dan memeriksa setiap kamar
Edward:"intan, Intan panggil Edward yang terlihat tampak frustasi.
Intan:" om Edward tolong,intan om,omEdward sambil terus memberi perlawanan kepada Adam( ntah kenapa Intan seketika mnyebut nama Edward untuk menolongnya)
Edward yang mendengar suara teriakan Intan,langsung mendatangi kamar yang sedikit tersembunyi,
Intan, Intan,panggil Edward sambil terus mendobrak pintunya.
karena tak kunjung terbuka,Edwar mundur beberapa langkah ,dan langsung melayangkan tendangan kearah pintunya tersebut,seketika pintu langsung terbuka " praakk" Edward masuk dan melihat Intan yang nyaris di perkosa,langsung menarik pria itu dan melayangkan pukulan ,bug,bug,bug, diwajah pria tersebut,Sementara Intan terus saja menangis,duduk dan memeluk tubuhnya menggigil ketakutan di atas ranjang.
__ADS_1
Tidak puas sampai situ,Edward kembali menendang perut Adam,buggg, Adam seketika langsung terlepar ketembok,dengan kondisi sedikit memprihatinkan, brengsek kamu ,"saya bunuh kamu sekarang""",teriak Edward yang sudah sangat terlihat emosi.