
🏚️ Kediaman Sunil kapoor🏚️
Lila keluar dengan hanya menggunakan handuk, menutupi batas hingga Dadanya saja, Wilii yang sementara membaca buku di atas ranjang, seketika langsung menatap Lila, hingga ia tidak menyadari buku yang di pegangnya terjatuh.
Willi menelan salivanya, yang terasa berat ditenggorokan, tak bisa di pungkiri miliknya langsung menegang, begitu melihat Lila, istrinya kecilnya berpenampilan dengan hanya menggunakan handuk.
" Pasti miliknya si Om lagi tegang Lila kerjain ahhh.., siapa suruh mau jual mahal sama istri sendiri" Bathin Lila tersenyum jahat.
Lila tidak langsung memakai pakaian, dia sengaja berlama - lama, di depan cermin.Wanita cantik itu sengaja mengeringkan rambutnya menggunakan hairdrayer, padahal rambutnya hanya sedikit saja yang basa, itu juga di bagian ponis.
" La,, la, la, la, la" Nyanyi Lila, dan menghempaskan rambutnya kekiri, dan kekanan.
Willi mengusap kasar wajahnya, apalagi saat Lila menondok yang pas kearahnya, hingga menampilkan buahdadanya.
" pasti miliknya Om jelek udah tegang banget, apalagi tadi aku sengaja ngambil sisir yang jatuh, pasti dadaku kelihatan sama dia, hi, hi, hi, hi," Bathin Lila tertawa karena melihat Willi tampak gelisah.
Lila terus bersenandung , ada saja gerakannya untuk memancing gairah Willi, dari sengaja menjatuhkan barang ,hingga dia harus mengambilnya jadi mau tidak mau buah dadanya akan terlihat oleh Willi, kali ini ia sengaja mengangkat 1 kakinya keatas kursi dan memakai lotion , hingga paha mulusnya terlihat.
" Ya Tuhan kuatkan imanku...." Bathin Willi sambil mengusap kasar wajahnya, karena miliknya sudah sangat menegang.
__ADS_1
"Omm.., kenapa wajah pada keringatan gitu, Om sakit yaa.." Serunya dengan senyum devilnya, karena telah berhasil mengerjai suaminya.
" Sa, saya mau kekamar mandi dulu"Seru Willi dengan nada gugup, dan berlalu cepat kekamar mandi.
Sepeninggal Willi, Lila langsung tertawa terbahak - bahak.
Lila langsung menghampiri suaminya, sambil menggedor - gedor pintu kamar mandi.
" Om..., Omm..., mau Lila bantu gaaa..., hi.., hi..,hi...,hi..." Serunya sambil tertawa.
" Bantuin apa maksud kamuu.." Serunya dengan nada yang terdengar kesal, karena Willi sedang mengguyurkan tubuhnya, di bawah shower, dan memainkan miliknya.
" Lilaaaaaa....." Teriak Willi dengan nada kesal.
" Ya Tuhan sampai kapan aku akan bertahan dengan gadis ini..." Ucap Willi, sambil menjambak rambutnya frustasi.
" Okee Omm..., kalau ga mau Lila bantuin, tapi ingat ya Om.. jangan coba - coba minta bantuan sama Tante pelakor, yang di bawah itu, nanti milik nya Omm Lila potong " Serunya dengan nada mengancam, sambil berlalu keruang ganti.
Willi keluar dengan hanya menggunakan handuk, hingga menampilkan tubuh seksinya.
__ADS_1
" Hallo Omm..," Seru Lila dengan tiba - tiba saat suaminya baru saja keluar dari kamar mandi, dengan tatapan menggoda.
" Ka, kamu mau bikin saya jantungan yaaa..!!, Seru Willi dengan nada kesal, tapi matanya menatap dada Lila, saat gadis itu memakai pakaian sedikit menampilkan dadanya.
" Ga Lila mau nanya, itunya sudah bisa dikeluarin belum" Ucap Lila sambil menatap kemilik suaminya , yang telah berbalut handuk.
" Ma,maksud kamu apaa.., bisa keluarin apaa...? Ucap Willi dengan nada sedikit gugup.
" Ihh...., pakai pura - pura ga tau lagi, itu lohh ... yang bisa buat Lila hamil, mana coba Lila liat masih tegang gaa...?? Serunya dengan hendak menarik handuk Willi, tapi seketika langsung di tahan oleh tahan oleh Willi.
" Ehh.., ehh...,ehh..anak kecil kami mau perkosa saya yaa...!! serunya dengan nada sinis.
"Lila kalau mau perkosa Om.., juga ga apa- apa, Om kan suami Lila, tapi kalau Tante pelakor yang perkosa Om itu baru ga boleh" Serunya dengan nada yang terdengar kesal.
" Minggir sana..,.kamu mau apa kita terlambat ke tempatnya Lisa" Ucap Willi, dengan langsung menerobos keruang ganti.
" Liat saja Om jelek, pasti kamu yang akan mengemis - ngemis sama Lila, untuk di perkosa" Bathinnya dengan senyum devilnya.
__ADS_1
Setelah berpakaian, Lila dan Willi, bergegas ke lantai bawah. Karena mereka akan pergi ke apartemennya Lisa.