
🏢 THOMSHON GRUP🏢
di gedung berlantai 28, ruang kerja Luis Thomshon
Intan duduk , dikursi yang tersedia di ruang kerja suaminya, sambil membaca majalah untuk mengusir kejenuhanya selama berada di kantor suaminya.
Melihat model pakaian trend masakini,dan heels keluaran terbaru membuat bathinnya sebagai seorang wanita menjerit.
" ga lama lagi ,aq udah bisa make baju - baju, sama heels - heels kaya gini " bathinnya sambil senyum - senyum sendiri"
" sayang " panggil Luis
" kenapa" jawabnya sambil matanya terus tertuju pada majalah tanpa menatap suaminya
" sebentar lagi aq rapat kamu g apa sendirian"
" ga ,apa ,apa sayang" tapi ingat jangan lama - lama rapatnya"
Luis sedikit terkejut dengan ucapan istrinya
" ga bisa gitu dong sayang, dimana - mana rapat itu, sudah menemukan kesepakatan baru selesai" ucapnya
"kamu kan bosnya sayang, tinggal aja buat keputusan, kan beres" ucapnya
" yaa, ga bisa gitu dong sayang, harus minta pendapat yang lain ,apalagi ini proyek besar sayang" ucapnya membujuk Intan
" tapi ingat , kamu ga boleh keganjenan, jangan sampe kamu betah rapat lama - lama karena ada rekan bisnis kamu yang cantik, dan seksi, g kaya aq tambah gendut semenjak mengandung "
" sayang - sayang , kenapa kamu jadi posesif begini sama aq , ingat yaa, di hati aq cuman ada satu nama yaitu istriku Intan Aryani , cuma kamu saja sayang"
__ADS_1
" beneren sayang ?
" iya , iya, apalagi sebentar lagi si twins bakalan lahir,membuat aq semakin mencintaimu Intan" ucapnya menatap istrinya.
Intan pun tersenyum bahagia, mendengar ucapan suaminya, pernyataan cinta suaminya membuat rasa cemburunya sedikit berkurang.
Terdengar suara ketukan pintu
" tok,tok,tok,
" masuk " teriak Luis dari dalam ruangan
Roy membuka pintu, dan sedikit terkejut mendapati Intan ada di dalam ruangan suaminya.
" wah bumil , baru datang yaa ? tanya Roy
Luis sangat terkejut dengan ucapan istrinya, yang memutar balikkan fakta.
" jelas,jelas dia yang minta ikut, tapi kenapa justru sebaliknya bilang aq yang yang ngajak dia kesini" bathinnya yang terlihat kesal pada Intan.
Roy seketika tertawa dengan ucapan Intan
" aq baru tau yaa, ternyata sekarang kamu sudah jadi budak cinta" ucapnya dengan terus menertawakan Luis
Sementara Intan terlihat menahan tawanya, karena suaminya menjadi bahan tertawaan Roy.
Intan langsung menutupi wajahnya dengan majalah ketika matanya ,dan mata suaminya bertemu.
Luis hanya tersenyum, dan menahan kekesalan dalam dirinya
__ADS_1
" wah Intan kamu diam - diam, ternyata ganas juga ya" ucap Roy tiba - tiba.
Seketika Intan sangat kaget dan langsung menurunkan majalah yang menutupi wajahnya.
" ganas bagaimana kaa" tanya nya heran.
" ganas bagaimana memangnya istriku singga apa " tanyanya
" Intan kalau mau tinggalin jejak ,di tempat tersembunyi dong, masa kamu ninggalin tanda kepemilikan di tempat yang bisa dilihat, kan kasian suami kamu, apalagi sebentar lagi harus melakukan rapat" ucapnya tersenyum.
Intan yang sudah menyadari maksud dari pembicaraan nya Roy, tidak bisa di bayangkan bagaimana malunya dia saat ini.
Tanpa menjawab godaan Roy terhadap dirinya, ia langsung berjalan menuju kedalam kamar yang tersedia di ruang kerja suaminya, karena malu menatap wajah Roy.
" kamu ini apaan sih , bikin istriku sampai malu gitu" ucap Luis yang terlihat kesal
" tapi sepertinya tanda ini baru di buat yaa, soalnya aq lihat masih segar - segar amat " ucap Roy tersenyum
" ahh, sudahlah bagaimana cara ngatasinnya" bukannya kita harus rapat sekarang"
" udah nanti ditutupin aja, pake hansaplas, kebetulan aq punya di laci kerjaku" ucap Roy memberi saran
" ya sudah ayo kita ke ruang rapat sekarang, soalnya rapatnya udah tinggal beberapa menit lagi" ucapnya sambil mengambil berkas - berkas yang akan di bawah keruang rapat.
" sayang aq keruang rapat yaa" pamit Luis tanpa menghampiri istrinya
" iya sayang" .
__ADS_1